<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501</id><updated>2012-02-07T08:32:58.461-08:00</updated><category term='Hukum'/><category term='Al Qur&apos;an'/><category term='Islam'/><category term='Aku Menggugat Wanita'/><category term='Faroidh'/><category term='UIN'/><category term='Download'/><category term='Award'/><category term='Wakaf'/><category term='HMJ'/><category term='i'/><category term='Ushul Fiqih'/><title type='text'>HPK-UIN ALAUDDIN</title><subtitle type='html'>Menjadikan Insan Yang Pintar dan Benar</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-6672511262135972965</id><published>2009-06-18T14:28:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T15:19:36.387-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aku Menggugat Wanita'/><title type='text'>BUKANKAH PENGALAMAN GURU TERBAIK ?</title><content type='html'>&lt;i&gt;Tulisan ini dikirim oleh Umar Azmar Mahmud Farig (Fakultas PMH 06, UIN Alauddin) melalui e-mail.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Kami sudah mengenalnya, mengetahui dengan sangat baik lewat kenyataan hidup yang kami lihat dan rasakan sendiri sebagai satu diantara pelaku huukum alam lainnya mereka keji, licik, munafik, dan acuh akan kehadiran kami yang tergeser dari pergolakan kekuatan materi. Inilah kami yang teraniaya, sebelumnya begitu mengagungkan dan mencoba menjadi seperti yang mereka inginkan, dengan harus meniadakan diri, kami diacuhkan , kalah dalam segala persaingan. Begitu berat, tertatih-tatih kami membawa kenyataan yang memilukaan ini. Malu, meski seperti inilah kenyataannya, mereka begitu egois untuk dapat menerima kami seperti apa adanya kami. Sudahlah…. Kami dipaksa untuk mengakui dan tetap berjalan diatas kenyataan ini. Karena bukti kebijaksanaan terlihat dari keberanian melanjutkan langkah bukan dengan berhenit dan menyerah dengan segalanya. Sekiranya disinilah letak keindahan dari cerita yang akan kita lantunkan dikehidupan lain kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita dalam literatur manapun selalu menempati posisi teratas dalam kategori keindahan alam. Lekukan tubuhnya kerapkali menimbulkan masalah pada kehidupan khalayak ramai. Meski terkadang tidak disadari, kehadirannya menjadi kiblat mata memandang, sebuah karya cipta sempurna dari yang maha sempurna. Penciptaannya sungguh merupakan sebuah anugerah.begitu mulia hingga tak aada yang mampu mencelanya. Mungkin karena semua ini bukan kebohongan dan mereka sadari, selanjutnya meereka dekat dengan keangkuhan. Pemujaan yang tiada hentinya mereka dapatkan menjadikan mereka yakin akan semuanya dan lupa bahwa mereka pun masih manusia, makhluk hina yang tercipta dari air kotor pun menjijikan. Tak berharga dan tiada ubahnya dengan kerendahahn lain yang ada dimuka bumi. Kelemaah lembutannya sungguh sangat rentan dengan kebohongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Karena sendiri tarnyata menyakitkan, Adam akhirnya memohon kepada Tuhan untuk diciptakan baginya pasangan, maka lahirlah Hawa dari bagian tubuh Adam melalui kuasa Tuhan. Tulang rusuk yang tiada artinya pun menjadi pasangan yang begitu elok, sarat akan keindahan dan menjadi jawaban dari pertanyaan dimana letak keindahah sorga. Hingga pada akhirnya iblis datang dan menggoda Adam memakan buah pohon terlarang. Namun karena iblis mampu menawarkan kebahagiaan yang melebihi pemberian Tuhan ia gagal. Keteguhan hati Adam tidak kemudian menjadikan iblis menyerah, ia kembali dan dengan sasaran godaan yang berbeda. Hawa sebagai satu dari sekian banyak kebahagian yang diberikan Tuhan kepada Adam dilirik oleh iblis. Kerapuhannya tidak menjadikan iblis tidak mengalaami kesulitan masuk kedalam hatinya. Iblis berhasil lalu menjadikan Hawa bonekanya kaindahan yang dibalut sikap lemah lembut melunakkan keimanan Adam. Tergoda, keduanya kemudian mengunjungi pohon terlarang dan memakan buahnya. Iblis yang menjadikan Hawa budak mampu menodai keindahan sorga. Meski berat, Tuhan dengan menutup matanya mengusir Adam dari sorga. Makhluk ciptaann Tuhan yang sangat diagungkan segala makhluk lainnya berikut Tuhan sendiri, harus keluar dengan paksa dari sorga”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hawa dengan kelemah lembutannya mampu menjadikan Adam lupa dengan tugas yang diemban dalam penciptaannya sebagai makhluk Tuhan. Begitu indah dan memabukkan, segala yang dipancarkan olehnya adalah mulia dan sangat mungkin untuk mengantarkan keindahannya kearah yang diinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan kian rumit ketika dunia tidak hanya berisikan dua manusia, mereka yang terkutuk telah berkembang biak, Adam tidak lagi tergoda hanya dengan seorang Hawa, begitupun sebaliknya bukan lagi hanya seorang Adam yang hidup sebagai seorang lelaki, untuk digoda oleh Hawa. Keadaan ini pun membentuk strategi hidup dan pola masyarakat yang kian berwarna. Menggoda bukan lagi hanya dengan mendatangi dan membisikkan tawaran indah ketelinga target. Kehidupan yang ramai menjadikan kemandirian sebagai jawaban mutlak atas semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian para wanita pernahkah, sedikit saja berfikir bahwa apa yang kalian lakukan sebagai makhluk sudah “keterlaluan”. Ssenyuman yang haanya kalian anggap sebagai satu dari sekian banyak ekspresi hati menjadikan kami begitu tersiksa. Butuh waktu untuk kemudian mampu sadar bahwa segala yang kalian lakukan adalah hal sama seperti yang disarankan oleh banyak lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sudah lupakah kalian bagaimana kehadiran pertama kalian &lt;br /&gt;Terlalu banyak yang telah kalian rusak&lt;br /&gt;Haruskah kulihat masa lalu kalian&lt;br /&gt;Benarkah yang telah terjadi seharusnya mendidik kita dimasa depan &lt;br /&gt;Namun, kenapa kalian tidak &lt;br /&gt;Kalian makhluk hina, lahir dari tanah&lt;br /&gt;Saya ragu kalian kalian tidak tahu kalau tanah itu rendah&lt;br /&gt;Kalian usir kami dari sorga&lt;br /&gt;Harusnya kalian sadar dan pahami&lt;br /&gt;Kalian itu lahir dari tulang rusuk dan atas permintaan kami&lt;br /&gt;Bukan karena kalian mulia……&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar makhluk bodoh, kalian hidup diantara terlalu banyak kebohongan yang sadar atau tidak dihadirkan oleh kalian sendiri. Selalu berteriak dan merengek minta bantuan karena katanya disakiti. Padahal, realitasnya kalian yang menjajah, kalian yang menyakiti. Sadar atau tidak kalian harusnya tau kalau kalian terlalu egois terlalu banyak menuntut hingga akhirnya kami yang tersisihkan dari pergolakan, lelah untuk terus mengikutimu tolong jangan teruskan seperti ini kami sudah tidak mampu terlallu banyak yang kami korbankan, tinggalkan, dan acuhkan, hanya untuk berharap bahwa kalian patuh dengan hukum alam, taukah kalian disaat tertawa, saat kalian hidup sepertti apa adanya, kami sendiri, ditemani sepi dan gelap dan teraniaya. Toloong, jangan siksa kami lagi.jangan sakiti kami lagi, jangan senyum lagi pada kami, jangan lihat kami lagi. Jika ada cinta pada mata kalian, senyum kalian pada kami, yang terjajah, yang disakiti dan yang diacuhkan. Sadarkah kalian dulunya kalian tidak berhiarga, dari debu, hina, andai bukan karena Muhammad, kalian tidak akan seperti sekarang. Dasar makhulk tak tau diri, dulunya tak lebih rendah dari kotoran, kini menginjak kami yang memulaikan kalian. Kalian masih harus banyak belajar bahwa sejarah adalah bentuk peadaban yang merupakan guru terbaik untuk mendidik kalian dimasa depan tidak untuk hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajib bagi kalian tau bahwa hidup selalu punya aturan dan kalian satu diantara yang terikat diantaranya. Bahwa Adam butuh Hawa begitu pula sebaliknya, apa kalian tidak butuh kami ataukah tidak sadar bahwa serpihan Muhammad ada. Kami masih mau cukur kumis dan panjangkan janggut, menunduk dalam berjan dan menjauhkan diri dari jiwa tapi bagaimana dengan kalian, apakah kalian masih mau mengikuti syarat dasar penghianat, andai aku mampu akan kuputar waktu dan tidak akan ada seseorangpun kutugaskan untuk memuliakanmu dasar makhluk hina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian selalu berkata dengan nada dan bahasa yang sangat marah sembari menitikkan air mata ketika tersadarkan diri bahwa tengah dibohongi oleh kekasih hati. sesungguhnya kalian memang tengah dibohongi, hal itu tidak akan kugugat tidak pula kucaci. Sedikitpun, hal tersebut bukanlah sebuah kebohongan, sangat dapat diakui tangisan kalian memang bukan sebuah sandiwara. Namun, sadarkah kalian bahwa perkataan dengan nada dan bahasa yang sangat marah sembari menitikkan air mata tersebut merupakan bukti kebodohan kalian. &lt;i&gt;“tai kucing yang berbalut pita tersirami parfum dan dihiasi dengan bunga aneka warna”&lt;/i&gt; itu kalian sangka pangeran tampan berkuda putih. Kalian tertipu dengan pita indah itu, wewangian parfum yang ditaburi diatasnya, dan bunga aneka warna yang kian memperindah tampilan luarnya. Sadarkah kalian &lt;i&gt;“tai kucing”&lt;/i&gt; itu bukan tanpa sebab memakai balutan pita dan terus menghiasi dirinya, melainkan datang dari diri kalian sendiri. Kalian tidak akan pernah mampu untuk menerima &lt;i&gt;“tai kucing”&lt;/i&gt; apa adanya, dengan bau busuk dan tampilan buruknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tolak ukur kegamblangan itu secara subjekif datang dari kami, &lt;i&gt;“tai kucing”&lt;/i&gt; berpenampilan apa adanya yang tidak pernah bisa kalian terima keberadaannya. Keraguan tetap selalu muncul dan bertanya, dapatkah kalian menerima semua kebenaran ini ?. kebenaran bahwa kalianlah sebab kunci mengapa para pria gemar berbohong. Perlu kalian ketahui bahwa hamper setiap manusia mampu berbohong jika diperlukan. Kalian membutuhkan kebohongan agar dapat lari dari kenyataan tentang tidak kunjung hadirnya pangeran tampan berkuda putih yang kerap kalian nantikan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam masa sekali hidup yang kurang lebih bila dirata-ratakan pada seluruh manusia berumur 50 tahun, pengalaman untuk dibohongi oleh kekasih hati memang sepertinya tidak cukup untuk membuat kalian sadar, dan berubah kemudian  keluar dari kebodohan luar biasa ini. Belum lagi bila dibahas mengenai sejarah kaum kalian, entah dari masa romawi kuno maupun arab jahiliyah. Sejarah mencatat kaum kalian pada masa itu tidaklah lebih dari sekedar harta rampasan perang. Keadaan menceritakan posisi kalian bukanlah sepenting saat ini, selain menjadi corong-corong keturunan bagi para pria. Keberadaan kalian tidaklah lebih penting melainkan “fungsi vagina” yang kalian bawa dan melekat pada tubuh kalian. Sekedar hanya untuk memberikan kebahagiaan duniawi, melahirkan keturunan, menyusui, dan membinanya hingga tumbuh dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini memang berat untuk diakui, namun dari semua kenyataan yang telah diangkat seharusnya kalian mampu mencuri cerita lama dari wanita lain yang telah hidup sebelum kalian dan menjadikannya pelajaran berharga untuk kalian pahami. Ataukah kalian tidak sepakat dengan platform bahwa  pengalaman adalah guru terbaik ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Sahabat-sahabat HPK..Jangan lupa kritik dan sarannya yah.....syukron, matur suwun, thanks, n terima kasih.. :D !!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-6672511262135972965?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/6672511262135972965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/06/bukankah-pengalaman-guru-terbaik.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/6672511262135972965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/6672511262135972965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/06/bukankah-pengalaman-guru-terbaik.html' title='BUKANKAH PENGALAMAN GURU TERBAIK ?'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-1412722129338298856</id><published>2009-06-14T11:02:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T14:46:45.090-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aku Menggugat Wanita'/><title type='text'>SENDIRI TERNYATA MENYAKITKAN</title><content type='html'>&lt;i&gt;Tulisan ini dikirim oleh Umar Azmar Mahmud Farig (Fakultas PMH 06, UIN Alauddin) melalui e-mail.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Hidup merupakan sebuah keharusan bagi siapapun yang telah lahir, apapun bentuknya, bagaimanapun beratnya, menjalaninya adalah sebuah kewajiban. Dalam berbagai pola lingkungan, kelahiran telah terjadi dan menyambut manusia baru untuk dibentuk menjadi bagian dari antaranya. Dinantikan dengan beragam rasa dan prasangka, lingkungan sekitar tetap akan ada dan menemani.  Beragam literatur menjelaskan akan pentingnya hal ini (lingkungan sekitar) sebagai perancang pola fikir seseorang sejak awal hidupnya hingga akhirnya melihat dan mengenal beragam lingkungan lain. Mulai dari yang sering kita dapatkan kelahiran manusia baru yang disambut dengan penuh kegembiraan dan perayaan sampai dengan yang begitu kejam. Kelahiran yang tidak diharapkan, entah dikarenakan hubungan diluar nikah, atau masalah jenis kelamin yang tidak direncanakan, sebagaimana sejarah yang menceritakan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjalan adalah sunnah bagi yang memulainya, hukum ini berlaku bagi siapa dan apapun bentuknya. Setiap makhluk lahir dengan kemerdekaan dan fitrah yang masing-masing mereka bawa. olehnya itu, kata sunnah merupakan yang Paling tepat dalam pemberlakuan hukum diatas. Sejak menghirup oksigen pertamanya manusia memiliki hal dengan yang lainnya sebagaai modal mengarungi susah senangnya hidup. Tak jarang kita temukan dalam hidup ini beberapa yang mengakhirinya dan tidak lagi berjalan. Ekonomi, social, politik, atau apapun alasannya sering kita dengar sebagai sebab dari terjadinya permasalahan ini. Dalam beragam pola yang biasanya saya fikirkan, alami, dan telah arungi sendiri sebagaimana manusia lainnya, perkara ini kerap singgah dikepala saya dan ingin coba saya lakukan, hingga akhirnya coretan ini dapat anda baca sebelum hal tersebut terjadi.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun bila kembali dikaji, pemberhentian sunnah yang biasa dilakukan oleh beberapa orang tersebut pada fitrahnya  bukanlah mengenai permasalahan ekonomi, social, maupun politik. Melainkan keterasingan mendalam yang bersumber dari kelas-kelas yang terjadi dalam kasta bermasyarakat. Dalam pembahasan inilah peran ekonomi, social, dan politik yang dimainkan oleh beberapa orang saja menempati posisi kunci stasiun kehidupan. Semakin jauh jarak antara kelas-kelas tersebut terbentang membawa kehidupan bermasyarakat membutuhkan tumbal keberadaannya. Dan  tibalah masa dimana beberapa kaum terpinggirkkan dalam kesendirian, kesepian dalam gelap, hingga akhirnya kehilangan ruang gerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Meski bukan lahir dari kondisi lingkungan yang tidak menerima kelahiran ataukah jenis kelamin yang diharapkan pola berkehidupan masyarakat umumnya mengecoh. Keberadaan yang disambut dengan kegembiraan dan segala macam perayaan menjadikan kita tidak mampu melihat ganasnya kehidupan. Kasih sayang kedua orang tua membelenggu kita dalam kenikmatan hidup tiada tara dan melupakan fitrah akan kebutuhan berpasangan dan dihargai akan usaha sendiri. Hingga pada waktunya tiba, satu persatu keindahan bersama yang menjemput kita diawal kehidupan menghilang, manusia baru silih berganti bermunculan dihadapan kita. Kemandirian menjadi jawaban, belajar menjadi pekerjaan tiada henti akan tuntutan masa depan dan persaingan yang begitu ganas. Semuanya begitu keji, tidak ada lagi kasih sayang seperti dulu, segalanya butuh dan mengharuskan untuk direbut entah ekonomi, social, politik atau apapun bentuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perginya kasih sayang yang menjemput kita diawal kehidupan dan perhatian dengan sukarela diberikan kedua orang tua dan kehidupan sekitar, menjadikan kesendirian masalah terberat yang dengannya tindakan apapun bisa saja terjadi. Sebagaimana sudut pandang pria normal pada umumnya, hal terindah yang memiliki posisi strategis dalam mengisi kesendirian adalah wanita. Takdir menggariskan bahwa kehadirannya menjadikan diri bak terlahir kembali dengan sambutan yang penuh akan kegembiraan, lantunan suaranya menjadi pengganti yang tepat akan perhatian yang dengan sukarela diberikan kedua orang tua semasa hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apajadinya bila sipenawar segala duka kerap tak datang dan mengunjungi kami yang kurang tampan, yang mencoba bahagia dengan penawar lain yang bukan pemilik sentuhan yang menjadikan diri bak terlahir kembali dan merasakan sambutan kegembiraannya. Hanya mampu berharap dan terus menunggu, memaksakan diri untuk tetap yakin bahwa diluar sana selalu ada yang menanti kami. Dalam islam segala bentuk kedekatan terhadap hal ini memiliki batasan, bahkan untuk melihat saja kami para keturunan bani Adam diperintahkan untuk menunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;i&gt;Salahkah kami ?, yang senantiasa mencoba mematuhi peritah rindu akan wanita……&lt;br /&gt;         Salahkah kami ?, yang kurang tampan ingin memperbaiki keturunan bersama yang      menawan….&lt;br /&gt;         Mungkinkah takdir keliru dalam menetapkan hal ini ?&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas hari ini mengangkat bahwa kedekatan lintas kelamin bukan sebatas ta’aruf.  Umumnya wanita hari ini menginginkan pendekatan sebagai awal dari kedekatan bukan pernikahan. Mereka senantiasa menuntut akan pengenalan atau mungkin lebih tapatnya pemberitahuan kekuatan materi yang dapat menjamin masa depan layak dan sebagai kebanggaan dimuka umum. Hingga bila mereka tak dapat menerima kekurangan dibidang materi dan tidak pula sebagai kebanggaan dimuka umum tidak akan ada peluang bagi para lelaki mendapat penawar duka dalam kesendiriannya, kemudian teori cinta tak harus saling memiliki menjadi penyelesaian pamungkas dalam perkara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kerasnya persaingan auter beauty saat ini menjadikan kami yang tergolong dibawah standar  dalam pembahasan yang dimaksud kian tersudutkan. Kalaupun kiranya pengkajian tentang pentingnya peranan inner beauty marak dibahas dan diliteraturkan, wanita nyatanya tidak memerlukan hidupnya pria dengan kualitas ketampanan yang rendah. Kenyataan ini mengharuskan kami untuk tetap dalam kesendirian, kesepian dan terbatas ruang gerak. Bukankah semua ini menyakitkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika persaingan mempersiapkan masa depan yang lebih baik mengharuskan mandiri dan belajar tiada henti sebagai jawaban ideal, sendiri adalah muara ketenangan yang menjadikan kualitasnya jauh lebih mendekati kesempurnaan. Namun, seiring dengan perkembangan fitrah seorang pria dewasa normal yang membutuhkan wanita sebagai pendamping dengan aura kasih sayang yang melebihi pemberian sahabat lelaki. Sungguh ironis ketika kewajiban alur hidup ini menggejolak dan disambut dengan pola pikir wanita hari ini. Mereka membutuhkan kadar tampan yang dapat dibanggakan, “nyambung” ketika diajak bicara (asik), dan  dengan kekuatan materi diatas rata-rata sebagai penopang. Dimana tempat mereka yang memilki kadar tampan rendah, meski dengan fitrah yang begitu kuat menjadikan  para pria memberanikan diri bicara didepan wanita dengan harapan dianggap asik, namun tak jarang pula ditemukan mereka yang tergeserkan akibat persaingan meski “keki” bila berhadapan dengan wanita, dan pada umumnya mereka yang tidak menghadirkan kekuatan materi sebagai penopang style masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          &lt;i&gt;Haruskah hanya kaum wanita yang didatangi…..&lt;br /&gt;          Benarkah kesetaraan jenis kelamin menjadi hal utama hari ini….&lt;br /&gt;          Akankah mereka berubah dan sedikit ingin melihat kami yang terjatuh…&lt;br /&gt;          Sepertinya takdir memang keliru…..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terlalu angkuh, tidak pernah terbersit dalam fikirannya untuk melirik kami yang rendah dan jauh dari kriterianya. Mempersulit, sepertinya kata yang tepat jika ditempatkan dalam tingkah wanita hari ini menghadapi lelaki rendah. Beberapa kasus membuktikan kemapanan materi selalu menjadi ujian terberat melepaskan diri dari belenggu kesendirian. Keadaan kian menyudutkan, sesak rasa jiwa ini manakala dorongan alamiah bertarung dengan realitas kehidupan. Seharusnya seperti yang diharapkan hukum alam mereka tercipta untuk kami begitupun sebaliknya, akan tetapi satu diantara pelaku hukum mereka berkhianat, tinggalkan kami sendiri kesepian dan dengan ruang gerak yang terbatas. Kami terjebak, dikhianati dan ditinggalkan sendiri, merana dan menyudutkan diri dalam kegelapan, kian menyempit dan menyesatkan, kami kesakitan berteriak namun diacuhkan hingga akhirnya berontak dan nyatakan &lt;b&gt;KAMI MENGGUGAT WANITA.&lt;/b&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-1412722129338298856?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/1412722129338298856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/06/sendiri-ternyata-menyakitkan.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/1412722129338298856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/1412722129338298856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/06/sendiri-ternyata-menyakitkan.html' title='SENDIRI TERNYATA MENYAKITKAN'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-9054638001319261877</id><published>2009-04-26T17:37:00.000-07:00</published><updated>2009-05-11T14:42:31.504-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><title type='text'>Award ke 5 dan ke 6</title><content type='html'>Alhamdulillah...!!!&lt;br /&gt;Horeeeeeeeeeeeeeeeeee........!!!&lt;br /&gt;Horeeeeeeeeeeeeeeeeee........!!!&lt;br /&gt; :z :z :z :z&lt;br /&gt;Saking semangatnya, Sebelum berangkat kuliah HPK sempatkan membuat postingan ini, soalnya akhir-akhir ini banyak kesibukan yang tak terduga.. :D yang sangat2 menyita waktu dan pikiran..!!Serta Demi menjaga Persahabatan sobat2 &lt;a href="http://hpk-uin.blogspot.com/"&gt;&lt;u&gt;HPK&lt;/u&gt;&lt;/a&gt; khususnya &lt;a href="http://aulad-15.blogspot.com/2009/04/award-ke-6.html"&gt;&lt;u&gt;Sobat HAPIA&lt;/u&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://yudie-unforgetable.blogspot.com/2009/04/persahabatan-sesama-blogger.html"&gt;&lt;u&gt;Sobat Yudie&lt;/u&gt;&lt;/a&gt; yang telah memberikan kepada &lt;a href="http://hpk-uin.blogspot.com/"&gt;&lt;u&gt;HPK&lt;/u&gt;&lt;/a&gt; suatu bingkisan yang sangat berarti bagi kami untuk tetap eksis dalam dunia blogger. ciee ciee... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung aja yah sob award ini HPK gabung menjadi satu...takut Dosennya dah datang nih..lagian jarak dari Rumah ke Kampus jauh juga sob...!!!&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://hpk-uin.blogspot.com/"&gt;&lt;img alt="Photobucket" src="http://i361.photobucket.com/albums/oo59/zakly_chang/award1.jpg" title="Award 5" width="200" border="0" height="210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;textarea style="width: 200px; height: 100px;" color="#333" name="txt" rows="100" wrap="VIRTUAL" cols="55"&gt;&lt;a href="http://hpk-uin.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i361.photobucket.com/albums/oo59/zakly_chang/award1.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Award yang diatas ini datangnya dari &lt;a href="http://aulad-15.blogspot.com/2009/04/award-ke-6.html"&gt;&lt;u&gt;Sobat HAPIA&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;, HAPIA itu merupakan singkatan dari Himpunan Alumni Pesantren Islam Al-Irsyad yang berada di mesir, Sekarang Sahabat HPK ini meneruskan studinya di Al-Azhar Mesir, tempat yang pernah HPK idam-idamkan tuk meneruskan studi juga, Namun apa daya ...... :c !!! Tapi, HPK bangga karena banyak putra putri Indonesia yang meneruskan studinya disana untuk menuntut Ilmu Agama, salah satunya sahabat HAPIA ini..semoga dalam menuntut ilmu di tanah para Nabi lancar2 aja sob..n mendapat ilmu yang bermanfaat..Aamiin!!do'a kan kami juga di Indonesia Sobat....!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/Sf-qbaUfHII/AAAAAAAAAJM/V5m7EmaW9KQ/s320/Awarddariceritatukang.jpg" title="Award 6" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/Sf-pqalrW9I/AAAAAAAAAI8/HaCyzBbbzsI/s320/my-award.jpg" title="Award 6" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/Sf-pk73TULI/AAAAAAAAAI0/5jTtu6eTaXA/s320/friendship-emblem.png" title="Award 6" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SgiZLNJQw_I/AAAAAAAAAJc/N4d5omfHDdg/s320/yourblogismyinspiration.png" title="Award 6" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/Sf-pMjpHAfI/AAAAAAAAAIk/U-oTTTTAm2g/s320/Award_MA-2.gif" title="Award 6" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/Sf-pHk6i5MI/AAAAAAAAAIc/XKH4uUBRb-s/s320/award_MA-1.gif" title="Award 6" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah award yang banyak banget nih datangnya dari &lt;a href="http://yudie-unforgetable.blogspot.com/2009/04/persahabatan-sesama-blogger.html"&gt;&lt;u&gt;Sobat Yudie&lt;/u&gt;&lt;/a&gt; di Kota Kembang (Bandung) &lt;a href="http://hpk-uin.blogspot.com/"&gt;&lt;u&gt;Sobat HPK&lt;/u&gt;&lt;/a&gt; ini lagi kerja di sebuah Perusahaan Asing (klo sobat Yudie dah terima gaji kirim kopi susu ke blog HPK yah..biar kuat ngeronda.. :D ) oh yah sobat..yang hebatnya lagi beliau nih punya cita2 menjadi blogger sejati, pingin sukses dibisnis marketing..kita do'akan aja semoga tercapai yah sob..cita2nya.. Aamiin!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Award ini &lt;a href="http://hpk-uin.blogspot.com/"&gt;&lt;u&gt;HPK&lt;/u&gt;&lt;/a&gt; teruskan ke:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.hapiamesir.co.cc/"&gt;Sobat HAPIA&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://yudie-unforgetable.blogspot.com/"&gt;Sobat Yudie&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://sastrocaster.blogspot.com/"&gt;Sobat Kora&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.coba-informasi.blogspot.com/"&gt;Sobat Hendro&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://antoexs.blogspot.com/"&gt;Sobat Noermanto&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://tipsandcara-ngeblog.blogspot.com/"&gt;Sobat Tipsandcara&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.zhatiraelqisya.blogspot.com/"&gt;Sobat Zhatira El-Qisya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://philosophystories.blogspot.com/"&gt;Sobat Mproot&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://mappadendang.blogspot.com/"&gt;Sobat Mappa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.hannamutts.blogspot.com/"&gt;Dek Hanna&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://jannahf.blogspot.com/"&gt;Dek Fathul&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan diambil dan disemat diblog sobat semua yah..buat Sobat HAPIA dan Sobat Yudhie..silahkan ambil award yang bukan dari Sobat sendiri...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Satu lagi sobat...hari ini HPK akan menghadapi FINAL mohon do'a dari sobat semua :y ,Semoga Finalnya lancar tanpa hambatan dan mendapatkan hasil yang memuaskan...Aamiin...!!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-9054638001319261877?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/9054638001319261877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/04/award-ke-5-dan-ke-6.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/9054638001319261877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/9054638001319261877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/04/award-ke-5-dan-ke-6.html' title='Award ke 5 dan ke 6'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/Sf-qbaUfHII/AAAAAAAAAJM/V5m7EmaW9KQ/s72-c/Awarddariceritatukang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-4260377240919081114</id><published>2009-04-22T13:39:00.000-07:00</published><updated>2009-05-11T14:24:58.341-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><title type='text'>Award 2,3, dan 4</title><content type='html'>HPK lagi kehujanan Award nih Sob....!!! :D&lt;br /&gt;Kali ini aku Posting award yang 2, 3 dan 4 buat HPK..Award ini sudah 1 minggu Kami dapat karena kesibukan kuliah yang mana penuh dengan tugas-tugas kampus jadi baru sempat..!!yang memberi Award kami mohon maaf dan ucapan terima kasih karena dah mempercayai kami untuk dapat menyandang award ini..semoga :y award ini awal dari persahabatan kita sesama blogger..!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;AWARD 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 161px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/Se-HojsqqGI/AAAAAAAAAIE/9LQn6kaEi54/s320/Syaza.jpg" border="0" title="Award ke 2"/&gt;&lt;div&gt;&lt;form name="copy"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;input onclick="javascript:this.form.txt.focus();this.form.txt.select();" type="button" value="Copy All"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;textarea style="WIDTH: 200px; HEIGHT: 100px" name="txt" rows="100" wrap="VIRTUAL" cols="55"&gt;&lt;a href="http://hpk-uin.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/Se-HojsqqGI/AAAAAAAAAIE/9LQn6kaEi54/s320/Syaza.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Award 2 datangnya dari dari sahabat kami di negeri jiran malaysia &lt;a href="http://cahayapenyeri.blogspot.com/2009/04/award-given-by-dak-in.html" target="new"&gt;(n4dh!3r4)&lt;/a&gt;, kami ucapkan terima kasih banyak n salam persahabatan dari &lt;a href="http://hpk-uin.blogspot.com"&gt;HPK-UIN Alauddin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Award Rules :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;1st insert this badge or the pic above to inform u have been awarded&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Make sure u take the pic n said it is from&lt;/li&gt;&lt;li&gt;You should tell 10 facts or hobbies about yourself.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;You should choose 5 other bloggers (easier the ones who follow you) and tell their names in your blog&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dont forget to go to their blog and tell them they have been tagged !!!&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ukh bahasa inggris..moga ja HPK jawabnya nyambung ma Rulesnya.. :D jangan diketawain yah sob..!!&lt;br /&gt;1. udah kepajang&lt;br /&gt;2. sebenarnya sih juga udah biar enak kami ulang, dari &lt;a href="http://cahayapenyeri.blogspot.com/2009/04/award-given-by-dak-in.html" target="new"&gt;(n4dh!3r4)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. Begadang, minum kopi, merokok, membaca, main internet, pokoknya yang bikin enjoy deh..!!&lt;br /&gt;4 &amp; 5 Award ini HPK teruskan ke :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://jannahf.blogspot.com/"&gt;Dek Fathul&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.hannamutts.blogspot.com/"&gt;Dek Uwet&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.mypesona.com/"&gt;Myza Pesona&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://mystory85.blogspot.com/"&gt;Atri&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://tips-kesehatankita.blogspot.com/"&gt;Melyana&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;AWARD 3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 161px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SfAuNVtZtjI/AAAAAAAAAIM/qTMio89BVcQ/s320/award3.jpg" border="0" title="Award ke 3"/&gt;&lt;div&gt;&lt;form name="copy"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;input onclick="javascript:this.form.txt.focus();this.form.txt.select();" type="button" value="Copy All"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;textarea style="WIDTH: 200px; HEIGHT: 100px" name="txt" rows="100" wrap="VIRTUAL" cols="55"&gt;&lt;a href="http://hpk-uin.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SfAuNVtZtjI/AAAAAAAAAIM/qTMio89BVcQ/s320/award3.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Award yang ketiga ini datangnya dari sahabat &lt;a href="http://hpk-uin.blogspot.com"&gt;HPK&lt;/a&gt; &lt;a href="http://kotaikan.blogspot.com/2009/04/kisah-nelayan-di-hari-minggu.html"&gt;Anak Nelayan&lt;/a&gt; yang ada di ujung Jawa Timur tepatnya Banyuwangi. Tau nggak kawan Sahabat &lt;a href="http://hpk-uin.blogspot.com"&gt;HPK&lt;/a&gt; yang satu ini gak mudah putus asa dan pantang menyerah untuk mewujudkan impiannya..Teman-teman HPK jangan lupa kujungi Sahabat HPK ini yah (&lt;a href="http://kotaikan.blogspot.com/2009/04/kisah-nelayan-di-hari-minggu.html" target="new"&gt;Anak Nelayan&lt;/a&gt;) :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rulesnya :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Letakkan logo di blog kamu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berikan kembali, kepada 10 Blog yang kamu anggap paling inspirasi dan sangat friendly&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pastikan untuk selalu menghubungkan penghargaan ini dengan blog yang kamu anggap paling memberikan inspirasi dan friendly dari tempat kamu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Agar mereka dapat mengetahui, bahwa mereka telah mendapatkan anugerah ini dengan cara memberikan comment ke blog mereka&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbagi cinta dan sayang untuk penghargaan ini, dari siapa kamu mendapatkan anugerah ini&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat HPK yang dapat Award ini :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.yudie-unforgetable.blogspot.com/"&gt;Yudie&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://sastrocaster.blogspot.com/"&gt;Kora&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://hwohoho.blogspot.com/"&gt;Hwehehe&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://tipsandcara-ngeblog.blogspot.com/"&gt;Tikno&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.hapiamesir.co.cc/"&gt;Hapia Mesir&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://buyax.blogspot.com/"&gt;Buyax&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.sidia11.blogspot.com/"&gt;Sidia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://alwaysbahagia.blogspot.com/"&gt;Bujas 009&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.fauzy.net/"&gt;Fauzy&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://rayapost.blogspot.com/"&gt;Raya Post&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;AWARD 4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 161px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SfBi5BwcOTI/AAAAAAAAAIU/DIzLTFnhli8/s320/Award-Blogger.jpg" border="0" title="Award ke 4"/&gt;&lt;div&gt;&lt;form name="copy"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;input onclick="javascript:this.form.txt.focus();this.form.txt.select();" type="button" value="Copy All"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;textarea style="WIDTH: 200px; HEIGHT: 100px" name="txt" rows="100" wrap="VIRTUAL" cols="55"&gt;&lt;a href="http://hpk-uin.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SfBi5BwcOTI/AAAAAAAAAIU/DIzLTFnhli8/s320/Award-Blogger.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Award yang ke-4 ini HPK dapat kan dari Sahabat &lt;a href="http://www.zhatiraelqisya.blogspot.com/"&gt;Zhatira El-Qisya&lt;/a&gt; di jawa Barat. Nah Kalau Sahabat HPK satu nih..orangnya terbuka, mudah bergaul n kritik atau saran dari teman merupakan motivasi bagi sahabat HPK yang satu ini untuk bisa lebih baek menyajikan buat sahabat-sahabat blogger..Coba aja lihat Blognya ada tulisan &lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Anggap aja blog sendiri...!&lt;br /&gt;Kritik dan saran sangat saya tunggu...makasih&lt;/i&gt; :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rulesnya :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Letakkan logo ini ke dalam blog atau postingan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Undang 10 orang temen untuk mengambil award ini&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan lupa untuk membuat link ke web atau blog milik temanmu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biarkan mereka tahu bahwa mereka telah menerima penghargaan ini dengan memberikan komentar di blog mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbagi kasih dan link ke posting ini dan kepada mereka yang mendapatkan award.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang udah pasti..., menseokan blog dan menambah PageRank blog kita..he..he&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ini HPK teruskan ke Sahabat :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://philosophystories.blogspot.com/"&gt;Mproot&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://tech-69.blogspot.com/"&gt;K4l0ng-x&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://mappadendang.blogspot.com/"&gt;Mappa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://the-rell.blogspot.com/"&gt;Polar&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://antiqueall.blogspot.com/"&gt;Antique&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://envypelangsing.blogspot.com/"&gt;Envy&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.co-single.blogspot.com/"&gt;co-single&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://die-silver.blogspot.com/"&gt;die-silver&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://dinoe-dasbos.blogspot.com/"&gt;dinoe&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://idecerdas-nur.blogspot.com/"&gt;Ahmad&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-4260377240919081114?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/4260377240919081114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/04/award-23-dan-4.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/4260377240919081114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/4260377240919081114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/04/award-23-dan-4.html' title='Award 2,3, dan 4'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/Se-HojsqqGI/AAAAAAAAAIE/9LQn6kaEi54/s72-c/Syaza.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-1524899568585711546</id><published>2009-04-22T09:46:00.000-07:00</published><updated>2009-04-22T10:38:07.909-07:00</updated><title type='text'>HUBUNGAN AQIDAH, AKHLAQ DAN SYARIAH</title><content type='html'>Islam tidak hanya memberi tuntunan ritual, dalam rangka hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga memberi bimbingan dalam hubungan antar manusia, bahkan hubungan manusia dengan alam dan lingkungannya, baik lingkungan wujud nyata maupun yang tak nyata (Yaa 'alimal ghaibi wa syahadah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntunannya bukan hanya menyangkut hal-hal besar melainkan juga yang kecil-kecil, dan boleh dianggap remeh oleh sementara orang, lalu yang remeh itu pun dikaitkan dengan Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT. Aneka aktivitas, bahkan makan dan berpakaian, tidur, cara tidur, bangun tidur, mandi atau ke wc, termasuk kaki mana yang hendaknya didahulukan melangkah ketika masuk dan keluar, semua ada aturan dan tuntunannya, dan semua dikaitkan dengan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua persoalan yang dihadapi oleh umat manusia dapat ditemukan tuntunannya secara eksplisit atau implisit dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Islam menyatukan dalam tuntunan akidah, syariah dan akhlak, ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan, dan di situlah letak kekuatan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqidah adalah bentuk jamak dari kata Aqaid, adalah beberapa perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati, mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi keyakinan yang tidak tercampur sedikitpun dengan keragu-raguan. Aqidah adalah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara mudah oleh manusia berdasarkan akal, wahyu (yang didengar) dan fitrah. Kebenaran itu dipatrikan dalam hati, dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aqidah dalam Al-Qur’an dapat di jabarkan dalam surat (Al-Maidah, 5:15-16) yg berbunyi :&lt;div align="RIGHT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#fff"&gt;15&lt;br /&gt;يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ ۚ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/bdo&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="RIGHT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#fff"&gt;16&lt;br /&gt;يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/bdo&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;15. Hai ahli Kitab, Sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.&lt;br /&gt;16. dengan kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="RIGHT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#fff"&gt;&lt;br /&gt;وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ أَنَّهُ الْحَقُّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; مِنْ رَبِّكَ فَيُؤْمِنُوا بِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوبُهُمْ ۗ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنَّ اللَّهَ لَهَادِ الَّذِينَ آمَنُوا إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/bdo&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan agar orang-orang yg telah diberi ilmu meyakini bahwasannya Al-Qur’an itulah yg hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yg beriman kepada jalan yang lurus."&lt;/i&gt; (Al-Haj 22:54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqidah, Syariah dan Akhlak pada dasarnya merupakan satu kesatuan dalam ajaran islam. Ketiga unsur tersebut dapat dibedakan tetapi tidak bisa dipisahkan. Aqidah sebagai system kepercayaan yg bermuatan elemen-elemen dasar keyakinan, menggambarkan sumber dan hakikat keberadaan agama. Sementara syariah sebagai system nilai berisi peraturan yang menggambarkan fungsi agama. Sedangkan akhlak sebagai sistematika menggambarkan arah dan tujuan yg hendak dicapai agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim yang baik adalah orang yg memiliki aqidah yg lurus dan kuat yg mendorongnya untuk melaksanakan syariah yg hanya ditujukan pada Allah sehingga tergambar akhlak yg terpuji pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar hubungan itu, maka seseorang yg melakukan suatu perbuatan baik, tetapi tidak dilandasi oleh aqidah atau keimanan, maka orang itu termasuk ke dalam kategori kafir. Seseorang yg mengaku beraqidah atau beriman, tetapi tidak mau melaksanakan syariah, maka orang itu disebut fasik. Sedangkan orang yg mengaku beriman dan melaksanakan syariah tetapi dengan landasan aqidah yg tidak lurus disebut munafik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqidah, syariah dan akhlak dalam Al-Qur’an disebut iman dan amal saleh. Iman menunjukkan makna aqidah, sedangkan amal saleh menunjukkan pengertian syariah dan akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yg melakukan perbuatan baik, tetapi tidak dilandasi Aqidah, maka perbuatannya hanya dikategorikan sebagai perbuatan baik. Perbuatan baik adalah perbuatan yg sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan, tetapi belum tentu dipandang benar menurut Allah. Sedangkan perbuatan baik yg didorong oleh keimanan terhadap Allah sebagai wujud pelaksanaan syariah disebut amal saleh. Kerena itu didalam Al-Qur’an kata amal saleh selalu diawali dengan kata iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara lain firman Allah dalam (An-Nur, 24:55)&lt;div align="RIGHT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#fff"&gt;&lt;br /&gt;وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَ‌ٰلِكَ فَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/bdo&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. Dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-1524899568585711546?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/1524899568585711546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/04/hubungan-aqidah-akhlaq-dan-syariah.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/1524899568585711546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/1524899568585711546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/04/hubungan-aqidah-akhlaq-dan-syariah.html' title='HUBUNGAN AQIDAH, AKHLAQ DAN SYARIAH'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-2883312702888359273</id><published>2009-03-26T10:03:00.001-07:00</published><updated>2009-05-11T14:24:58.341-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Award'/><title type='text'>Award Yang Pertama</title><content type='html'>&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://i493.photobucket.com/albums/rr292/marcel_freezer/Award-logo-HRS-744509-1.gif" border="0" title="Award Yang Pertama" /&gt;&lt;div&gt;&lt;form name="copy"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;input onclick="javascript:this.form.txt.focus();this.form.txt.select();" type="button" value="Copy All"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;textarea style="WIDTH: 200px; HEIGHT: 100px" name="txt" rows="100" wrap="VIRTUAL" cols="55"&gt;&lt;a href="http://hpk-uin.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i493.photobucket.com/albums/rr292/marcel_freezer/Award-logo-HRS-744509-1.gif" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;br /&gt;Award ini Kami dapatkan dari &lt;a href="http://marcellinoagatha.blogspot.com/2009/04/award-untuk-penggunjung-blog-m.html" target="new"&gt;&lt;u&gt;Sahabat Marcellino&lt;/u&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://aulad-15.blogspot.com/2009/04/award-ke-5.html" target="new"&gt;&lt;u&gt;Sahabat HAPIA MESIR&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;, walaupun pertama kali :y Insya Allah akan menjadi sebuah motifasi bagi kami agar tetap eksis untuk saling berbagi informasi (ilmu) dan menjaga persahabatan sesama blogger.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kami Ucapkan Terima Kasih Pada &lt;a href="http://marcellinoagatha.blogspot.com/2009/04/award-untuk-penggunjung-blog-m.html" target="new"&gt;Sahabat Marcellino&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://aulad-15.blogspot.com/2009/04/award-ke-5.html" target="new"&gt;Sahabat HAPIA MESIR&lt;/a&gt; serta Sahabat-Sahabat Blogger yang lain..yang telah Menjalin Persahabatan dengan &lt;a href="http://hpk-uin.blogspot.com"&gt;HPK-UIN&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini Daftar Sahabat-Sahabat HPK-UIN yang kebagian Award Perdana ini :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://jannahf.blogspot.com/"&gt;&lt;u&gt;Dek Fathul&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.hannamutts.blogspot.com/"&gt;&lt;u&gt;Dek Uwet&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://sastrocaster.blogspot.com/"&gt;&lt;u&gt;Sastrocaster&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.mamo.co.nr/"&gt;&lt;u&gt;Mamo&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://emakemak.blogspot.com"&gt;&lt;u&gt;Em@k(^_^)Em@k&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.mypesona.com"&gt;&lt;u&gt;Myza Pesona&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cahayapenyeri.blogspot.com"&gt;&lt;u&gt;n4dh!3r4&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://aalil.blogspot.com"&gt;&lt;u&gt;aa.LiL - belajar dan berbagi&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://nagapasha.blogspot.com"&gt;&lt;u&gt;nagapasha&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://kiki-aria.blogspot.com/"&gt;&lt;u&gt;Cupu^_^Kisruh&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;PERATURAN :&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Letakkan logo di blog kamu .&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berikan kembali, kepada 10 Blog yang kamu anggap paling inspirasi dan sangat friendly.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pastikan untuk selalu menghubungkan penghargaan ini dengan blog yang kamu anggap paling memberikan inspirasi dan friendly dari tempat kamu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Agar mereka dapat mengetahui, bahwa mereka telah mendapatkan anugerah ini dengan cara memberikan comment ke blog mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbagi cinta dan sayang untuk penghargaan ini, dari siapa kamu mendapatkan anugerah ini.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan diambil yah sobat........!!!sukses selalu..n tetap Menjaga Persahabatan.. :~&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-2883312702888359273?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/2883312702888359273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/03/award-yang-pertama.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/2883312702888359273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/2883312702888359273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/03/award-yang-pertama.html' title='Award Yang Pertama'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-1119003039405048439</id><published>2009-03-16T03:53:00.000-07:00</published><updated>2009-03-27T10:18:34.341-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HMJ'/><title type='text'>Dari Pecatur Kampus Menuju Master</title><content type='html'>&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 278px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/Sc0KNFyZG9I/AAAAAAAAAH8/UU6dMfdf4ls/s320/LOGO.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317917955002538962" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul postingan ini merupakan tema turnament CATUR yang akan diadakan &lt;b&gt;HMJ HPK UIN Alauddin Makassar&lt;/b&gt; yang merupakan Program Kerja HMJ HPK Tahun ini. Turnament Catur ini Insya Allah akan dilaksanakan pada petengahan bulan April dan melibatkan beberapa Universitas di Makassar, wouw lumayan besar juga sih..!!!&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari turnament ini, untuk mencari bakat dan minat catur di kalangan kampus, serta menghidupkan kembali daya tarik mahasiswa-mahasiswa khususnya di daerah Makassar sehingga catur tidak pudar atau hilang dikalangan kampus. Dengar-dengar dari panitia, turnament ini nantinya akan mengundang kurang lebih 19 Universitas di Makassar dan setiap Universitas akan mengirim 4 orang delegasinya ( sistem perorangan dan beregu ) untuk mengikuti Turnament HMJ HPK Catur CUP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk manghadapi Turnament ini, HMJ HPK telah mempersiapkan TIM nya dengan cara melakukan seleksi kepada mahasiswa-mahasiswa di UIN agar dapat mewakili UIN di Turnament ini. Bagi teman-teman Mahasiswa di Universitas lain (di Makassar) setelah membaca postingan ini, siapkan TIM anda untuk mengikuti Turnament ini. Mari kita bertarung strategi di atas papan catur dan buktikan bahwa kau adalah yang terbaik. :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kami ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mohon do'a dari teman-teman sekalian agar kiranya Turnament ini dapat berjalan dengan baik tanpa aral rintangan yang menghalangi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-1119003039405048439?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/1119003039405048439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/03/dari-pecatur-kampus-menuju-master.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/1119003039405048439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/1119003039405048439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/03/dari-pecatur-kampus-menuju-master.html' title='Dari Pecatur Kampus Menuju Master'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/Sc0KNFyZG9I/AAAAAAAAAH8/UU6dMfdf4ls/s72-c/LOGO.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-6545838144379562368</id><published>2009-03-11T10:18:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T05:50:04.122-07:00</updated><title type='text'>Deklarasi Kampanye Pemilu</title><content type='html'>&lt;img style="float:center; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/Sb5I-XWr2WI/AAAAAAAAAHE/VFSPu1KDKJY/s320/pemilu2009.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313764846602017122" /&gt;&lt;br /&gt;Garis start Deklarasi Kampanye Pemilu sudah dikibarkan, para elite politik mulai berlomba memeras strategi yang akan diterapakan, para istri sibuk memeras baju yang akan di kenakkan sang suami, para anak sibuk memeras celengan sendiri untuk jajan (Bapaknya sibuk kampanye) :c . Ibu pertiwi kini berubah warna dengan berbagai atribut parpol dari merah kuning hijau dilangit yang biru :D , suaru gemuruh iring-iringan mobil dan sound system membahana keluar dari mulut para elite politik dan tak kalah pentingnya, sampah di jalan mulai menutupi kecantikan Ibu Pertiwi. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di hari pertama kampanye ini mulai mengusik pikiranku, sangat ironis tatkala melihat di salah satu stasiun TV andalanku, di beberapa daerah terjadi kericuhan. Padahal mereka kan sudah menandatangi Kampanye Damai Pemilu, apakah itu cuman sekedar simbol hitam diatas putih? atau menjadi ajang pameran tanda tangan? Apakah ini menjadi pertanda &lt;b&gt;"Awal dari perbuatan akan menunjukkan akhiran"&lt;/b&gt; semoga saja itu tidak terjadi :y .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sedih hati ini melihat tingkah laku mereka yang hanya menjual nama rakyat demi kepentingan pribadi atau golongan. Entah sudah berapa janji yang mereka lontarkan kepada rakyat, benarkah mereka mewakili nurani rakyat? pantaskah mereka menjadi wakil kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berbagai LSM dan para Mahasiswa ikut serta di hari pertama Kampanye ini, meraka mengajak kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih wakil rakyat. Melalui Blog ini saya pun tergerak untuk mengajak para sahabat Blogger untuk ikut serta menyukseskan Pemilu 2009 ini dan untuk tidak menjadikan wakil kita yang hanya bisa mengobral janji tanpa bukti.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-6545838144379562368?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/6545838144379562368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/03/deklarasi-kampanye-pemilu.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/6545838144379562368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/6545838144379562368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/03/deklarasi-kampanye-pemilu.html' title='Deklarasi Kampanye Pemilu'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/Sb5I-XWr2WI/AAAAAAAAAHE/VFSPu1KDKJY/s72-c/pemilu2009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-8724903490450784753</id><published>2009-03-04T06:13:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T07:32:54.697-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wakaf'/><title type='text'>UU 41 Tahun 2004 (Tentang Wakaf)</title><content type='html'>Alhamdulillah :y sekarang sudah bisa hadirkan UU 41 2004, buat teman-teman yang sudah menunggu lama akan hadirnya postingan ini..maaf yah baru bisa hadirkan, karena begitu banyaknya kesibukan apa lagi mikirin Reguler :$ rasanya begitu :t ehhhmmm &lt;i&gt;"mak nyus.."&lt;/i&gt; :D .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langsung ke pokok pembahasan yah...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU 41 tahun 2004 ini terdiri dari XI bab dan 71 pasal yang akan kami uraikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;BAB I : KETENTUAN UMUM&lt;/b&gt;, pasal 1.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;BAB II : DASAR-DASAR WAKAF&lt;/b&gt;, 10 Bagian, pasal 2-31&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bagian Pertama : Umum, pasal 2-3&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian Kedua : Tujuan dan Fungsi Wakaf, pasal 4-5&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian Ketiga : Unsur Wakaf, pasal 6&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian Keempat : Wakif, pasal 7-8&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian Kelima : Nazhir, pasal 9-14&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian Keenam : Harta Benda Wakaf, pasal 15-16&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian Ketujuh : Ikrar Wakaf, pasal 17-21&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian Kedelapan : Peruntukan Harta Benda Wakaf, pasal 22-23&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian Kesembilan : Wakaf dengan Wasiat, pasal 24-27&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian Kesepuluh : Wakaf Benda Bergerak Berupa Uang, pasal 28-31&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;BAB III : PENDAFTARAN DAN PENGUMUMAN HARTA BENDA WAKAF&lt;/b&gt;, pasal 32-39&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;BAB IV : PERUBAHAN STATUS HARTA BENDA WAKAF&lt;/b&gt;, pasal 40-41&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;BAB V : PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN HARTA BENDA WAKAF&lt;/b&gt;, pasal 42-46&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;BAB VI : BADAN WAKAF INDONESIA&lt;/b&gt;, 7 Bagian, pasal 47-61&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bagian Pertama : Kedudukan dan Tugas, pasal 47-50&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian Kedua : Organisasi, pasal 51-52&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian Ketiga : Anggota, pasal 53-54&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian Keempat : Pengangkatan dan Pemberhentian, pasal 55-58&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian Kelima : Pembiayaan, pasal 59&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian Keenam : Ketentuan Pelaksanaan, pasal 60&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian Ketujuh : Pertanggungjawaban, pasal 61&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;BAB VII : PENYELESAIAN SENGKETA&lt;/b&gt;, pasal 62&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;BAB VIII : PEMBINAAN DAN PENGAWASAN&lt;/b&gt;, pasal 63-66&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;BAB IX : KETENTUAN PIDANA DAN SANKSI ADMINISTRATIF&lt;/b&gt;, 2 bagian, pasal 67-68&lt;/li&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bagian Pertama : Ketentuan Pidana, pasal 67&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian Kedua : Sanksi Administratif, pasal 68&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;BAB X : KETENTUAN PERALIHAN&lt;/b&gt;, pasal 69-70&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;BAB XI : KETENTUAN PENUTUP&lt;/b&gt;, pasal 71&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lebih jelasnya silahkan klik ---- &lt;a href="http://www.geocities.com/hpk_uin/UU_41_2004.html" target="new"&gt;UU 41 Tahun 2004&lt;/a&gt; ----&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-8724903490450784753?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/8724903490450784753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/03/uu-41-tahun-2004.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/8724903490450784753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/8724903490450784753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/03/uu-41-tahun-2004.html' title='UU 41 Tahun 2004 (Tentang Wakaf)'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-2821379929822222848</id><published>2009-03-03T05:34:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T06:35:04.013-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wakaf'/><title type='text'>Sekilas tentang Hukum Wakaf</title><content type='html'>Tanah ini diwakafkan untuk dijadikan tempat dibangunnya masjid, atau tanah ini diwakafkan untuk dijadikan kuburan kaum muslim. Demikian kata-kata yang sering kita lihat dan baca pada sebuah bangunan atau lahan. Begitu seringnya kita temukan. Tetapi tahukan Anda bagaimana sebenarnya aturan dan hukum tentang wakaf?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasal 1 ayat (1), Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf ditentukan wakaf adalah perbuatan hukum Wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakaf menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) adalah, perbuatan hukum seseorang atau kelompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari benda miliknya dan melembagakannya untuk selama-lamanya guna kepentingan ibadat atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran Islam (pasal 215) Dalam pelaksanaannya, wakaf harus memenuhi unsur-unsur wakaf. Dalam Pasal 6 UU No.41 Tahun 2004 dikatakan, unsur wakaf :&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;a. Wakif&lt;br /&gt;b. Nazhir&lt;br /&gt;c. Harga Benda Wakaf&lt;br /&gt;d. Ikrar Wakaf&lt;br /&gt;e. Peruntukan harta benda wakaf&lt;br /&gt;f. Jangka waktu wakaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat (2) disebutkan, Wakif adalah pihak yang mewakafkan harta benda miliknya.&lt;br /&gt;Wakif meliputi: perseorangan, organisasi dan badan hukum (pasal 7) Selanjutnya, dalam pasal 8 diatur dengan kriteria Wakif. Pasal 8 ayat (1) menjelaskan, Wakif perseorangan hanya dapat melakukan wakaf apabila memenuhi persyaratan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. dewasa&lt;br /&gt;b. berakal sehat&lt;br /&gt;c. tidak terhalang melakukan perbuatan hukum dan&lt;br /&gt;d. pemilik sah harta benda wakaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Wakif yang merupakan organisasi, dalam pasal 8 ayat (2), hanya dapat melakukan wakaf apabila memenuhi ketentuan organisasi untuk mewakafkan harta benda wakaf milik organisasi sesuai dengan anggaran dasar organisasi yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 8 ayat (3) disebutkan, Wakif badan hukum hanya dapat melakukan wakaf apabila memenuhi ketentuan badan hukum untuk mewakafkan harta benda wakaf milik badan hukum sesuai dengan anggaran dasar badan hukum yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pihak yang menerima wakaf, sesuai dengan ayat (3) disebut dengan Nazhir. Kemudian, Nazhir inilah yang akan mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan peruntukannya. Nazhir meliputi, perseorangan, organisasi dan badan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10 UU No.41 Tahun 2004 ayat (1) lebih lanjut menjelaskan, Nazhir perseorangan&lt;br /&gt;hanya dapat menjadi Nazhir jika memenuhi persyaratan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. warga Negara Indonesia&lt;br /&gt;b. beragama Islam&lt;br /&gt;c. dewasa&lt;br /&gt;d. amanah&lt;br /&gt;e. mampu secara jasmani dan rohani&lt;br /&gt;f. tidak terhalang melakukan perbuatan hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 219 huruf f ditambahkan, Nazhir harus bertempat tinggal di kecamatan tempat letak benda yang diwakafkan. Masih menurut KHI pasal 219 dalam ayat (3) disebutkan, Nazhir harus didaftarkkan pada Kantor Urusan Agama kecamatan setempat. Nazhir juga harus disumpah di hadapan KUA kecamatan dan harus disaksikan sekurang-kurangnya oleh 2 orang saksi. Biasanya menurut Kepala KUA Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Drs.Sofyan Umar, biasanya Nazhir sedikitnya terdiri dari 3 orang dam paling banyak 5 orang. Terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara dan anggota. Nazhir dalam pelaksanaan wakaf ini mempunyai tugas sebagaimana diatur dalam pasal 11:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. melakukan pengadministrasian harta benda wakaf&lt;br /&gt;b. mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan tujuan, fungsi dan peruntukkannya&lt;br /&gt;c. mengawasi dan melindungi harta benda wakaf&lt;br /&gt;d. melaporkan pelaksanaan tugas kepada Badan Wakaf Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan tugasnya sebagai Nazhir, maka Nazhir dapat menerima imbalan dari harta bersih atas pengelolaan dan pengembngan harta benda wakaf yang besarnya tidak melebihi 10 persen, demikian disebutkan dalam Pasal 12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Harga Benda Wakaf&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan Iskandar,SH yang merupakan salah satu Advokat Yayasan Bungong Jeumpa, peruntukan benda wakaf tidak semata-mata untuk kepentingan sarana ibadah dan sosial. Melainkan dapat juga diarahkan untuk memajukan kesejahteraan umum dengan cara meningkatkan potensi dan manfaat ekonomi benda wakaf. Yayasan Bungong Jeumpa adalah salah satu lembaga yang fokus dalam melakukan advokasi terhadap kewarisan dan pertanahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan dan pengembangan benda wakaf dilakukan secara produktif antara lain dengan cara pengumpulan, investasi, penanaman modal, produksi, kemitraan, perdagangan, agrobisnis, pertokoan, perkantoran, sarana pendidikan ataupun sarana kesehatan dan usaha-usaha yang tidak bertentangan dengan syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun harta benda wakaf meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. benda tidak bergerak&lt;br /&gt;b. benda bergerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dijelaskan dalam Pasal 16 ayat (2): benda yang tidak bergerak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik yang sudah maupun yang belum terdaftar.&lt;br /&gt;b. bangunan atau bagian bangunan yang berdiri di atas tanah sebagaimana yang dimaksud pada huruf a&lt;br /&gt;c. tanaman dan benda lain yang berkaitan dengan tanah&lt;br /&gt;d. hak milik atas satuan rumah susun sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku&lt;br /&gt;e. benda tidak bergerak lain sesuai dengan ketentuan syariah dan peraturan&lt;br /&gt;perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tanah wakaf atau tanoh wakeueh menurut adat Aceh diartikan sebagai lembaga keagamaan, di mana seseorang yang memiliki tanah menyerahkan sebagian daripadanya untuk keperluan seseorang tertentu atau keperluan bersama, sesuai dengan hukum Islam. Biasanya, penyerahan wakaf ini dilakukan kepada geuchik dan imam meunasah, dan pengurusan tanah ini selanjutnya dilakukan oleh kedua aparat gampong tersebut. (Praktek Penyelesaian Formal dan Informal Masalah Pertanahan, Kewarisan, dan Perwalian Paska Tsunami di Banda Aceh dan Aceh Besar, A.Salim, IDLO, h.73)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan tujuan dan fungsi wakaf, harta benda wakaf hanya dapat diperuntukkan bagi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;■ sarana dan kegiatan ibadah&lt;br /&gt;■ sarana dan kegiatan pendidikan serta kesehatan&lt;br /&gt;■ bantuan kepada fakir miskin, anak terlantar, yatim piatu dan beasiswa&lt;br /&gt;■ kemajuan dan peningkatan ekonomi umat&lt;br /&gt;■ kemajuan kesejahteraan umum ainnya yang tidak bertetangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktek, penyerahan harta benda untuk wakaf harus melewati beberapa prosedur. Seperti harus adanya ikrar wakaf. ( pasal 1 ayat (3)). Untuk mengurus Akta Ikrar Wakaf khusus tanah wakaf, Wakif harus mengisi beberapa blanko di KUA setempat. Lebih lanjut dijelaskan Drs.Sofyan Umar, sebelum mengisi blanko yang disediakan KUA, Wakif harus menyerahkan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;bukti hak millik tentang harta yang akan diwakafkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;menyerahkan surat Model WK, surat keterangan kepala desa tentang perwakafan tanah milik. Surat ini kemudian diajukan ke Kantor Pertanahan untuk pengurusan sertifikat tanah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;menyerahkan surat Model WD, surat pendaftaran tanah wakaf sebelum keluarnya PP No.28/ 1977&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, blanko yang harus diisi, Bentuk W1, surat keterangan wakaf untuk Wakif, Nazhir dan PPAIW. Blanko Bentuk W2, surat ikrar wakaf yang akan ditujukan sebagai surat permohonan kepada kepala Kantor Pertanahan dan juga ditujukan kepada Pengadilan Agama/ Mahkamah Syar’iyah. Kemudian, salinan Akta Ikrar Wakaf bentuk W2.A dibuat PPAIW yang ditujukan ke Wakif, Nazhir, Kepala Departemen Agama Kabupaten/Kota. Untuk pengurusan Akta Ikrar Wakaf khusus tanah wakaf ke kantor KUA ini tidak dikenai biaya, kecuali biaya materai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikrar wakaf ini kemudian dilaksanakan oleh Wakif kepada Nazhir di hadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) dengan disaksikan oleh dua orang saksi. Ikrar ini kemudian dinyatakan secara lisan/tertulis serta dituangkan dalam akta ikrar wakaf yang dibuat oleh PPAIW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika dalam ikrar, Wakif tidak dapat menyatakan ikrar wakaf secara lisan atau tidak dapat hadir dalam pelaksanaan ikrar wakaf karena alasan yang dibenarkan oleh hukum, Wakif dapat menunjuk kuasanya dengan surat kuasa yang diperkuat oleh dua orang saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perubahan Status Harta Benda Wakaf&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Harta benda wakaf yang sudah diwakafkan dilarang untuk dijadikan: jaminan, disita, dihibahkan, dijual, diwariskan, ditukar atau dialihkan dalam bentuk pengalihan hak lain. Jika dilakukan, maka akan dapat dipidana sesuai dengan Pasal 67 ayat (1) – (3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika setiap orang yang dengan sengaja menjaminkan, menghibahkan, menjual, mewariskan, mengalihkan, dalam bentuk pengalihan hak lainnya harta benda wakaf yang telah diwakafkan tanpa izin, maka dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan /atau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika setiap orang dengan sengaja mengubah peruntukan harta benda wakaf tanpa izin, dapat dipidana dengan penjara paling lama 4 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 400.000.000 (empat ratus juta rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan atau mengambil fasilitas atas hasil pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf, melebihi jumlah yang ditentukan, dipidana paling lama 3 tahun dan/atau didenda Rp 3000.000.000 (tiga ratus juta rupiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan Iskandar,SH, penyelesaian sengketa perwakafan ditempuh melalui musyawarah untuk mencapai mufakat dengan cara mediasi, yaitu meminta bantuan pihak ketiga (mediator). Sementara, Drs.Sofyan Umar mengatakan, dapat juga meminta bantuan KUA setempat. Tetapi jika tidak dapat diselesaikan secara musyawarah, maka dibawa ke Mahkamah Syar’iyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rubrik ini dipublikasikan atas kerjasama Harian Serambi INDONESIA dengan &lt;a href="http://www.idlo.int" target="new"&gt;IDLO&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-2821379929822222848?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/2821379929822222848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/03/sekilas-tentang-hukum-wakaf.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/2821379929822222848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/2821379929822222848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/03/sekilas-tentang-hukum-wakaf.html' title='Sekilas tentang Hukum Wakaf'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-6919490859869181978</id><published>2009-03-01T04:05:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T05:29:32.260-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wakaf'/><title type='text'>Wakaf, Tradisi Sejak Zaman Nabi</title><content type='html'>Dikembangkan sejak tahun kedua hijriah, wakaf menjadi salah satu mesin pendorong kesejahteraan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah Islam, wakaf dikenal sejak masa Rasullah SAW. Wakaf disyariatkan setelah Nabi SAW berada di Madinah, pada tahun kedua Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pendapat yang berkembang di kalangan ahli yurisprudensi Islam (fuqahai) tentang siapa yang pertama kali melaksanakan syariat wakaf. Menurut sebagian pendapat ulama mengatakan bahwa yang pertama kali melaksanakan wakaf adalah Rasulullah SAW ialah wakaf tanah milik Nabi SAW untuk dibangun masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Umar bin Syabah dari Amr bin Sa’ad bin Mu’ad, ia berkata: &lt;i&gt;”Dan diriwayatkan dari Umar bin Syabah, dari Umar bin Sa’ad bin Mu’ad berkata, Kami bertanya tentang mula-mula wakaf dalam Islam? Orang Muhajirin mengatakan adalah wakaf Umar, sedangkan orang-orang Anshor mengatakan adalah wakaf Rasulullah SAW.”&lt;/i&gt; (Asy-Syaukani: 129).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pada tahun ketiga Hijriyah pernah mewakafkan ketujuh kebun kurma di Madinah; diantaranya ialah &lt;i&gt;kebun Airaf, Shafiyah, Dalal, Barqah dan kebun lainnya&lt;/i&gt;. Menurut pendapat sebagian ulama mengatakan bahwa yang pertama kali melaksanakan syariat wakaf adalah Umar bin Khatab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Indonesia, menurut data yang dihimpun Departemen Agama RI, jumlah tanah wakaf di Indonesia mencapai &lt;b&gt;2.686.536.656,68 meter persegi (dua miliar enam ratus delapan puluh enam juta lima ratus tiga puluh enam ribu enam ratus lima puluh enam koma enam puluh delapan meter persegi)&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;268.653,67 hektar (dua ratus enam puluh delapan ribu enam ratus lima puluh tiga koma enam puluh tujuh hektar)&lt;/b&gt; yang tersebar di 366.595 lokasi di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari sumber daya alam atau tanahnya, jumlah harta wakaf di Indonesia merupakan jumlah harta wakaf tersebar di seluruh dunia. Dan merupakan tantangan bagi kita untuk memfungsikan harta wakaf tersebut secara maksimal sehingga tanah-tanah tersebut mampu mensejahterakan umat Islam di Indonesia sesuai dengan fungsi dan tujuan ajaran wakaf yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah tanah wakaf di Indonesia yang begtu besar juga dilengkapi dengan sumber daya manusia &lt;i&gt;(human capital)&lt;/i&gt; yang sangat besar pula. Hal ini karena, Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar yang mayoritas penduduknya adalah Muslim. Oleh karena itu, dua modal utama yang telah dimiliki bangsa Indenesia tersebut semestinya mampu memfungsikan wakaf secara maksimal, sehingga perwakafan di Indonesia menjadi wakaf produktif dan tidak lagi bersifat konsumtif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi, potensi wakaf yang bersumber dari donasi masyarakat, atau yang biasa disebut wakaf uang (cash waqf). Jenis wakaf ini membuka peluang besar penciptaan bisnis investasi, yang hasilnya dapat dimanfaatkan pada bidang keagamaan, pendidikan dan pelayanan sosial. Wakaf jenis ini lebih bernilai benefit daripada wakaf benda tak bergerak, seperti tanah. Jika bangsa ini mampu mengoptimalkan potensi wakaf yang begitu besar itu, tentu kemakmuran dan kesejateraan masyarakat lebih terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diungkapkan Mustafa Edwin Nasution, Wakil Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia dan Yusuf Wibisono, wakil kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah FE UI bahwa potensi wakaf nasional relatif belum tergali dan belum dimanfaatkan secara optimal. ”Wakaf masih dikelola secara tradisional dan tidak efisien oleh nazhir individual yang direkrut bukan berdasarkan keahlian manajerial dan profesionalisme. Juga tata kelola yang buruk sehingga wakaf tidak produktif, berubah tujuan dan aset wakaf tidak terjaga bahkan hilang”, papar Mustafa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini ditambah lagi kondisi miskonsepsi wakaf di mata masyarakat. ”Seperti wakaf hanya untuk kepentingan keagamaan saja, wakaf hanya bisa dilaksanakan dalam bentuk tanah saja. Juga wakaf diciptakan sebagai aset pribadi, bukan sebagai entitas hukum yang terus memproduksi barang dan jasa sosial”, kata Mustafa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Wakaf uang&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah wakaf uang belum dikenal di zaman Rasulullah. Wakaf uang (cash waqf) baru dipraktikkan sejak awal abad kedua Hijriyah. Iman az Zuhri (wafat 124 H) salah seorang ulama terkemuka dan peletak dasar tadwin al-hadits memfatwakan, dianjurkan wakaf dinar dan dirham utnuk pembangunan sarana dakwah, sosial dan pendidkan umat Islam. Di Turki, pada abad ke 15 H paraktek wakaf uang telah menjadi istilah yang familiar di tengah masyarakat. Wakaf uang biasanya merujuk pada cash deposits di lembaga-lembaga keuangan seperti bank, dimana wakaf uang tersebut biasanya diinvestasikan pada profitable business activities. Keuntungan dari hasil investsi tersebut digunakan kepada segala sesuatu yang bermanfaat secara sosial keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke 20 mulailah muncul berbagai ide untuk meimplementasikan berbagai ide-ide besar Islam dalam bidang ekonomi, berbagai lembaga keuangan lahir seperti bank, asuransi, pasar modal, institusi zakat, institusi wakaf, lembaga tabungan haji, dll. Lembaga-lembaga keuangan Islam sudah menjadi istilah yang familiar baik di dunia Islam maupun non Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tahapan inilah lahir ide-ide ulama dan praktisi untuk menjadikan wakaf uang salah satu basis dalam membangun perekonomian umat. Dari berbagai seminar, yang dilakukan oleh masyarakat Islam, maka ide-ide wakaf uang ini semakin menggelinding. Negara-negara Islam di Timur Tengah, Afrika dan beberapa di Asia Tenggara sudah sejak dulu mengaplikasikannya. Lembaga pendidikan Islam sohor macam Al Azhar di Kairo, Mesir dikembangakan dengan praktik wakaf ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Dialog Jumat Tabloid Republika, 17 Oktober 2008.&lt;br /&gt;http://halaqohdakwah.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-6919490859869181978?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/6919490859869181978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/03/wakaf-tradisi-sejak-zaman-nabi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/6919490859869181978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/6919490859869181978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/03/wakaf-tradisi-sejak-zaman-nabi.html' title='Wakaf, Tradisi Sejak Zaman Nabi'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-5373135280411859651</id><published>2009-02-28T08:54:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T04:21:29.081-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wakaf'/><title type='text'>Fatwa MUI tentang Wakaf Uang</title><content type='html'>&lt;div style="font-size:130%;text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia&lt;br /&gt;Tentang&lt;br /&gt;Wakaf Uang&lt;br /&gt;KEPUTUSAN FATWA&lt;br /&gt;KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA&lt;br /&gt;Tentang&lt;br /&gt;WAKAF UANG&lt;br /&gt;Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia setelah&lt;br /&gt;Menimbang :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bahwa bagi mayoritas umat Islam Indonesia, pengertian wakaf yang umum diketahui, antara lain, adalah: yakni "menahan harta yang dapat dimanfaatkan tanpa lenyap bendanya, dengan cara tidak melakukan tindakan hukum terhadap benda tesebut, disalurkan pada sesuatu yang mubah (tidak haram) yang ada, "(al-Ramli. Nihayah al-Muhtaj ila Syarh al-Minhaj, [Beirut: Dar alFikr, 1984], juz V, h. 357; al-Khathib al-Syarbaini. Mughni al-Muhtaj, [Beirut: Dar al-Fikr, t.th], juz II, h. 376);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau "Wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau kelompok orang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari benda miliknya guna kepentingan ibadat atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran Islam" dan "Benda wakaf adalah segala benda, balk bergerak atau tidak bergerak, yang memiliki daya tahan yang tidak hanya sekali pakai dan bernilai menurut ajaran Islam" (Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Buku III, Bab I, Pasal 215, (1) dan (4)); sehingga atas dasar pengertian tersebut, bagi mereka hukum wakaf uang (waqf al-nuqud, cash wakaf) adalah tidak sah;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bahwa wakaf uang memiliki fleksibilitas (keluwesan ) dan kemaslahatan besar yang tidak dimiliki oleh benda lain;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bahwa oleh karena itu, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia memandang perlu menetapkan fatwa tentang hukum wakaf uang untuk dijadikan pedoman oleh masyarakat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;Mengingat :&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaijakan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya "(QS. Ali Imron [3]:92).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;"Perumpamaan (nafkah yang dikeluar-kan oleh) orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir.• seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. Orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati " (QS. al-Baqarah [2].261-262).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Hadis Nabis s.a.w.:&lt;br /&gt;"Diriwayatkan dari Abu Hurairah r:a. bahwu Rasulullah s.a.w. bersabda, "Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah (pahala) amal perbuatannya kecuali dari tiga hal, yaitu kecuali dari sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang dimanfaatkan, atau anak shaleh yang mendoakannya " (H.R. Muslim, alTirmidzi, al-Nasa' i, dan Abu Daud).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Hadis Nabi s.a.w.:&lt;br /&gt;'Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. bahwa Umar bin alKhaththab r. a. memperoleh tanah (kebun) di Khaibar; lalu ia datang kepada Nabi s.a.w untuk meminta petunjuk mengenai tanah tersebut. Ia herkata, "Wahai Rasulullah.' Saya memperoleh tanah di Khaibar; yang belum pernah saya peroleh harta Yang lebih haik bagiku melebihi tanah tersebut; apa perintah Engkau (kepadaku) mengenainya? " Nabi s. a. w menjawab: "Jika mau, kamu tahan pokoknya dan kamu sedekahkan (hasil)-nya. " Ibnu Umar berkata, "Maka, Umar menyedekahkan tanah tersebut, (dengan men ysaratkan) bahwa tanah itu tidak dijual, tidak dihibahkan, dan tidak diwariskan. Ia menyedekahkan (hasil)-nya kepada fugara, kerabat, riqab (hamba sahaya, orang tertindas), sabilillah, ibnu sabil, dan tamu. Tidak berdosa atas orang yang mengelolanya untuk memakan diri (hasil) tanah itu secara ma 'ruf (wajar) dan memberi makan (kepada orang lain) tanpa menjadikannya sebagai harta hak milik. " Rawi berkata, "Sava menceritakan hadis tersebut kepada Ibnu Sirin, lalu ia herkata 'ghaira muta'tstsilin malan (tanpa menyimpannya sebagai harta hakmilik) '. "(H.R. al-Bukhari, Muslim, al-Tarmidzi, dan al Nasa'i).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Hadis Nabi s.a.w.:&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ibnu Umar r. a.; ia berkata, Umar r a. berkata kepada Nabi s. a. w., "Saya mempunyai seratus saham (tanah, kebun) di Khaibst, belum pernah saya mendapatkan harta yang lebih saya kagumi melebihi tanah itu; saya bermaksud menyedekahkannya. " Nabi s.a.w berkata "Tahanlah pokoknya dan sedekahkan buahnya pada sabilillah. "(H.R. al-Nasa' i).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Jabirr.a. berkata :&lt;br /&gt;"Tak ada seorang sahabat Rasul pun yang memiliki kemampuan kecuali berwakaf/. " (lihat Wahbah al-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wu Adillatuhu, [Damsyiq: Dar al-Fikr, 1985], juz VIII, hi. 157; al-Khathib al-Syarbaini, Mughni al-Muhtaj. [Beirut: Dar al-Fikr, t.th', jus II, h. 376).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;Memperhatikan :&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pendapat Imam al-Zuhri (w. 124H.) bahwa mewakafkan dinas hukumnya boleh, dengan cara menjadikan dinar tersebut sebagai modal usaha kemudian keuntungannya disalurkan pada mauquf 'alaih (Abu Su'ud Muhammad. Risalah fi Jawazi Waqf al-Nuqud, [Beirut: Dar Ibn Hazm, 1997], h. 20-2 1).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Mutaqaddimin dari ulaman mazhab Hanafi (lihat Wahbah al-Zuhaili, al Fiqh al-Islam wa Adillatuhu, [Damsyiq: Dar al-Fikr, 1985], juz VIII, h. 162) membolehkan wakaf uang dinar dan dirham sebagai pengecualian, atas dasar Istihsan bi al-'Urfi, berdasarkan atsar Abdullah bin Mas'ud r.a:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin maka dalam pandangan Allah adalah baik, dan apa yang dipandang buruk oleh kaum muslimin maka dalam pandangan Allah pun buruk".&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pendapat sebagian ulama mazhab al-Syafi'i:&lt;br /&gt;"Abu Tsyar meriwayatkan dari Imam al-Syafi'i tentang kebolehan wakaf dinar dan dirham (uang)" (alMawardi, al-Hawi al-Kabir, tahqiq Dr. Mahmud Mathraji, [Beirut: Dar al-Fikr,1994[, juz IX,m h. 379).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pandangan dan pendapat rapat Komisi Fatwa MUI pada hari Sabtu, tanggal 23 Maret 2002,. antara lain tentang perlunya dilakukan peninjauan dan penyempurna-an (pengembangan) definisi wakaf yang telah umum diketahui, dengan memperhatikan maksud hadis, antara lain, riwayat dari Ibnu Umar (lihat konsideran mengingat [adillah] nomor 4 dan 3 di atas :&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pendapat rapat Komisi Fatwa MUI pada Sabtu, tanggal 11 Mei 2002 tentang rumusan definisi wakaf sebagai berikut: yakni "menahan harta yang dapat dimanfaatkan tanpa lenyap bendanya atau pokoknya, dengan cara tidak melakukan tindakan hukum terhadap benda tersebut (menjual, memberikan, atau mewariskannya), untuk disalurkan (hasilnya) pada sesuatu yang mubah (tidak haram) yang ada,"&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Surat Direktur Pengembangan Zakat dan Wakaf Depag, (terakhir) nomor Dt.1.IIU5/BA.03.2/2772/2002, tanggal 26 April 2002.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;MEMUTUSKAN&lt;br /&gt;Menetapkan : FATWA TENTANG WAKAF UANG&lt;br /&gt;Pertama :&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Wakaf Uang (Cash Wakaf/Wagf al-Nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Wakaf uang hukumnya jawaz (boleh)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar' ia&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Nilai pokok Wakaf Uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan, dan atau diwariskan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;Kedua :&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa ini berlaku sejak ditetapkan dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan :&lt;br /&gt;Jakarta, 28 Shafar 1423H&lt;br /&gt;11 Mei 2002 M&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-5373135280411859651?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/5373135280411859651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/keputusan-fatwa-majelis-ulama-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/5373135280411859651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/5373135280411859651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/keputusan-fatwa-majelis-ulama-indonesia.html' title='Fatwa MUI tentang Wakaf Uang'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-2547131736111509239</id><published>2009-02-28T07:11:00.000-08:00</published><updated>2009-03-29T08:11:42.031-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wakaf'/><title type='text'>UNSUR-UNSUR DAN SYARAT WAKAF</title><content type='html'>Dalam terminology fikih, rukun adalah sesuatu yang dianggap menentukan suatu disiplin tertentu atau dengan perkataan lain rukun adalah penyempurnaan sesuatu dimana ia merupakan bagian dari sesuatu itu. Oleh karena itu, sempurna atau tidak sempurna wakaf telah dipengaruhi oleh unsur-unsur yang ada dalam perbuatan wakaf itu tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun unsur-unsur atau rukun wakaf menurut ulama dan fiqih islam, sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1) Orang yang berwakaf (wakif),&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Adapun syarat orang yang mewakafkan (wakif) adalah setiap wakif harus mempunyai kecakapan melakukan tabarru, yaitu melepaskan hak milik tanpa imbangan materiil, artinya mereka telah dewasa (baligh), berakal sehat, tidak dibawah pengampunan dan tidak karena terpaksa berbuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasal 7 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004, wakif meliputi :&lt;br /&gt;(1) Wakif perseorangan adalah apabila memenuhi persyaratan: Dewasa; Berakal sehat; Tidak terhalang melakukan perbuatan hukum; dan Pemilik sah harta benda wakaf.&lt;br /&gt;(2) Wakif organisasi adalah memenuhi ketentuan organisasi untuk mewakafkan harta benda wakaf milik organisasi sesuai dengan anggaran dasar organisasi yang bersangkutan. &lt;br /&gt;(3) Wakif badan hukum adalah memenuhi ketentuan badan hukum untuk mewakafkan harta benda wakaf milik badan hukum sesuai dengan anggaran dasar badan hukum yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2) Sesuatu (harta) yang diwakafkan (mauquf), syartanya;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;a. Barang yang dimilki dapat dipindahkan dan tetap zaknya, berfaedah saat diberikan maupun dikemudian hari&lt;br /&gt;b. Milik sendiri walaupun hanya sebagian yang diwakafkan atau musya (bercampur dan tidak dapat dipindahkan dengan bagian yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasal 16 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 harta benda wakaf terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Benda tidak bergerak;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik yang sudah maupun yang belum terdaftar;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bangunan atau bagian bangunan yang berdiri di atas tanah sebagaimana dimaksud pada huruf a;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanaman dan benda lain yang berkaitan dengan tanah;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hak milik atas satuan rumah susun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang.undangan yang berlaku;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benda tidak bergerak lain sesuai dengan ketentuan syariah dan peraturan perundang.undangan yang berlaku.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b. Benda bergerak adalah harta benda yang tidak bisa habis karena dikonsumsi, meliputi:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Uang;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Logam mulia;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surat berharga;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kendaraan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hak atas kekayaan intelektual;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hak sewa; dan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benda bergerak lain sesuai dengan ketentuan syariah dan peraturan perundang.undangan yang berlaku.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3) Tempat berwakaf&lt;/b&gt; (yang berhak menerima hasil wakaf itu), yakni orang yang memilki sesuatu, anak dalam kandungan tidak syah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4) Akad,&lt;/b&gt; misalnya: &lt;i&gt;"Saya wakafkan ini kepada masjid, sekolah orang yang tidak mampu dan sebagainya"&lt;/i&gt; tidak perlu qabul (jawab) kecuali yang bersifat pribadi (bukan bersifat umum). &lt;i&gt;Ikrar&lt;/i&gt; adalah pernyataan kehendak dari wakif untuk mewakafkan tanah atau benda miliknya (ps. 1 (3) pp no. 28/1977 jo.ps. 215 (3) khi). Pernyataan ikrar atau wakaf ini harus dinyatakan secara tegas baik lisan maupun tertulis, dengan redaksi &lt;i&gt;"aku mewakafkan"&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;aku menahan&lt;/i&gt; atau kalimat yang semakna lainya. Ikrar ini penting, karena pernyataan ikrar membawa implikasi gugurnya hak kepemilkan wakif, dan harta wakaf menjadi milik allah atau milik umum yang dimanfaatkan untuk kepentingan umum yang menjadi tujuan wakaf itu sendiri. Karena itu frekuensinya, harta wakaf tidak bias dihibahkan, diperjual belikan, atau pun diwariskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teknis, ikrar wakaf diatur dalam pasal 5 pp 28/1977 jo. Pasal 218 KHI : (1). Pihak yang mewakafkan tanahnya harus mengikrarkan kehendaknya secara jelas dan tegas kepada nadzir dihadapan pejabat pembuat akta ikrar wakaf (ppaiw) sebagai mana dimaksud pasal 9 ayat (2) yang kemudian menuangkanya dalam bentuk aktra ikrar wakaf (aiw) dengan disaksikan oleh sekurang-kurangnya 2 (dua) orang saksi. (2). Dalam keadaan tertentu, penyimpangan dari dari ketentuan dimaksud dalam ayat (1) dapat dilaksanakan setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan menteri agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk syahnya suatu wakaf diperlukan Syarat-syarat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Diwakafkan untuk selama-lamanya, tidak terbatas waktu tertentu (disebut &lt;i&gt;takbid&lt;/i&gt;).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tunai tanpa menggantungkan pada suatu peristiwa di masa yang akan datang. Misalnya, &lt;i&gt;"Saya wakafkan bila dapat keuntungan yang lebih besar dari usaha yang akan datang"&lt;/i&gt;. Hal ini disebut &lt;i&gt;tanjiz&lt;/i&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jelas &lt;i&gt;mauquf alaih&lt;/i&gt; nya (orang yang diberi wakaf) dan bisa dimiliki barang yang diwakafkan (&lt;i&gt;mauquf&lt;/i&gt;) itu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-2547131736111509239?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/2547131736111509239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/rukun-rukun-wakaf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/2547131736111509239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/2547131736111509239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/rukun-rukun-wakaf.html' title='UNSUR-UNSUR DAN SYARAT WAKAF'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-1319999589292993139</id><published>2009-02-23T06:28:00.001-08:00</published><updated>2009-02-28T07:08:32.518-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wakaf'/><title type='text'>Pengertian dan Dasar Hukum  Wakaf</title><content type='html'>&lt;div style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Pengertian Wakaf&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologi, wakaf berasal dari “Waqf” yang berarti “al-Habs”. Merupakan kata yang berbentuk masdar (infinitive noun) yang pada dasarnya berarti menahan, berhenti, atau diam. Apabila kata tersebut dihubungkan dengan harta seperti tanah, binatang dan yang lain, ia berarti pembekuan hak milik untuk faedah tertentu (Ibnu Manzhur: 9/359).&lt;br /&gt;Dalam pengertian hukum Islam wakaf adalah melepas kepemilikan atas harta yang dapat bermanfaat dengan tanpa mengurangi bendanya untuk diserahkan kepada perorangan atau kelompok (organisasi) agar dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan yang tidak bertentangan dengan syari’at.&lt;br /&gt;Definisi wakaf menurut ahli fiqh adalah sebagai berikut:&lt;br&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Hanafiyah mengartikan wakaf sebagai menahan materi benda (al-‘ain) milik Wakif dan menyedekahkan atau mewakafkan manfaatnya kepada siapapun yang diinginkan untuk tujuan kebajikan (Ibnu al-Humam: 6/203). Definisi wakaf tersebut menjelaskan bahawa kedudukan harta wakaf masih tetap tertahan atau terhenti di tangan Wakif itu sendiri. Dengan artian, Wakif masih menjadi pemilik harta yang diwakafkannya, manakala perwakafan hanya terjadi ke atas manfaat harta tersebut, bukan termasuk asset hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Malikiyah berpendapat, wakaf adalah menjadikan manfaat suatu harta yang dimiliki (walaupun pemilikannya dengan cara sewa) untuk diberikan kepada orang yang berhak dengan satu akad (shighat) dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan keinginan Wakif (al-Dasuqi: 2/187). Definisi wakaf tersebut hanya menentukan pemberian wakaf kepada orang atau tempat yang berhak saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Syafi‘iyah mengartikan wakaf dengan menahan harta yang bisa memberi manfaat serta kekal materi bendanya (al-‘ain) dengan cara memutuskan hak pengelolaan yang dimiliki oleh Wakif untuk diserahkan kepada Nazhir yang dibolehkan oleh syariah (al-Syarbini: 2/376). Golongan ini mensyaratkan harta yang diwakafkan harus harta yang kekal materi bendanya (al-‘ain) dengan artian harta yang tidak mudah rusak atau musnah serta dapat diambil manfaatnya secara berterusan (al-Syairazi: 1/575).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Hanabilah mendefinisikan wakaf dengan bahasa yang sederhana, yaitu menahan asal harta (tanah) dan menyedekahkan manfaat yang dihasilkan (Ibnu Qudamah: 6/185). Itu menurut para ulama ahli fiqih. Bagaimana menurut undang-undang di Indonesia? Dalam Undang-undang nomor 41 tahun 2004, wakaf diartikan dengan perbuatan hukum Wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah.(Sumber:http://bw-indonesia.net)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Dasar Hukum Wakaf&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Secara umum tidak terdapat ayat al-Quran yang menerangkan konsep wakaf secara jelas. Oleh karena wakaf termasuk infaq fi sabilillah, maka dasar yang digunakan para ulama dalam menerangkan konsep wakaf ini didasarkan pada keumuman ayat-ayat al-Quran yang menjelaskan tentang infaq fi sabilillah. Di antara ayat-ayat tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;i&gt;Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."&lt;/i&gt; (Q.S al-Baqarah:267).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Artinya : "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya."&lt;/i&gt; (Q.S ali Imran:92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Artinya : "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui."&lt;/i&gt; (Q.S al-Baqarah:261)&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Menafkahkan harta dijalan Allah meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiah dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Hadis yang menjadi dasar dari wakaf yaitu Hadis yang menceritakan tentang kisah Umar bin al-Khaththab ketika menerima tanah di Khaibar.&lt;div align="RIGHT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;&lt;br /&gt;عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : أَصَابَ عُمَرَ أَرْضًا بِخَـيْبَرَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْـتَأْمِرُ فِيْهَا فَقَالَ :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; يَارَسُوْلُ الله إِنِّي أُصِـبْتُ أَرْضًا بِخَـيْبَرَ لَمْ أُصِبْ مَالاً قَطٌّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; هُوَ أَنْفَسُ عِنْدِيْ مِنْهُ فَمَا تَأْمُرُنِيْ بِهِ . فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; صلّى الله عليه وسلّم ، إِنْ شِئْتَ حَبَسْتَ اَصْلَهَا وَتَصَدَّقْتَ بِهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; فَتَـصَـدَّقَ بِهَا عُمَرُ، أَنَّهَا لاَتُبَاعُ وَلاَتُوْهَـبُ وَلاَتُوْرَثُ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; قَالَ وَتَـصَـدَّقَ بِهَا فِي الْفُـقَرَاءِ وَفِي الْقُرْبَى وَفِي الرِّقَابِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; وَفِي سَبِيْلِ الله وَاِبْنُ السَّبِيْلِ وَالضَّيْفِ لاَجُنَاحَ عَلَى مَنْ وَلِيُّهَا أَنْ يَأْكُلَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مِنْهَا بِالْمَـعْرُوْفِ وَيُـطْعِمُ غَيْرَ مُتَـمَوِّلٍ&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Artinya : "Dari Ibnu Umar ra. berkata : 'Bahwa sahabat Umar ra. memperoleh sebidang tanah di Khaibar, kemudian Umar ra. menghadap Rasulullah saw. untuk meminta petunjuk. Umar berkata: "Hai Rasulullah saw., saya mendapat sebidang tanah di Khaibar, saya belum mendapatkan harta sebaik itu, maka apakah yang engkau perintahkan kepadaku?" Rasulullah saw. bersabda: "Bila engkau suka, kau tahan (pokoknya) tanah itu, dan engkau sedekahkan (hasilnya). "kemudian Umar mensedekahkan (tanahnya untuk dikelola), tidak dijual, tidak di hibahkan dan tidak di wariskan. Ibnu Umar berkata: "Umar menyedekahkannya (hasil pengelolaan tanah) kepada orang-orang fakir, kaum kerabat, hamba sahaya, sabilillah, ibnu sabil dan tamu. Dan tidak dilarang bagi yang mengelola (Nadhir) wakaf makan dari hasilnya dengan cara yang baik (sepantasnya) atau memberi makan orang lain dengan tidak bermaksud menumpuk harta"&lt;/i&gt; (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim :&lt;div align="RIGHT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;&lt;br /&gt;إذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَـطَعَ عَمَـلُهُ إلاَّ مِنْ ثَـلاَثٍ:&lt;br /&gt; صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْـتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ. رواه مسلم&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Artinya :"Apabila anak adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoakannya".&lt;/i&gt; (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil Ijma' :&lt;br /&gt;Imam Al-Qurthuby berkata: Sesungguhnya permasalahan wakaf adalah ijma (sudah disepakati) diantara para sahabat Nabi; yang demikian karena Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Aisyah, Fathimah, Amr ibn Al-Ash, Ibnu Zubair, dan Jabir, seluruhnya mengamalkan syariat wakaf, dan wakaf-wakaf mereka, baik di Makkah maupun Madinah, sudah dikenal masyhur oleh khalayak ramai. (Lihat: Tafsir Al-Qurthuby: 6/339, Al-Mustadrah 4/200, Sunan Al-Daraquthny 4/200, Sunan Al-Baihaqy 6/160, Al-Muhalla 9/180). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir berkata: Tiada seorangpun dari sahabat Nabi yang memiliki kemampuan dan kelapangan rizqi, kecuali pasti pernah mewakafkannya. (Lihat: Al-Mughni 8/185, Al-Zarkasyi 4/269). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hubairah berkata: Mereka sepakat atas dibolehkannya wakaf. (Lihat: Al-Ifshah 2/52). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafii berkata: Telah sampai riwayat kepadaku bahwa ada 80 orang sahabat Nabi dari kalangan Anshar yang mengeluarkan shadaqah dengan shadaqah mulia. Imam Syafii menyebut wakaf dengan nama shadaqah mulia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Tirmidzi menyatakan: Wakaf telah diamalkan oleh para ulama, baik dari kalangan sahabat Nabi maupun yang lainnya, saya tidak melihat ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mutaqaddimin tentang bolehnya wakaf, baik wakaf tanah maupun wakaf yang lainnya.” (Lihat: Sunan Tirmidzi 5/13 setelah hadits no. 1375). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Baghawy berkata: Wakaf telah diamalkan oleh seluruh ulama, baik dari generasi sahabat, maupun orang setelah mereka, seperti ulama mutaqaddimin; mereka tidak berselisih pandangan tentang bolehnya wakaf tanah maupun wakaf harta-barang bergerak; para sahabat Muhajirin dan Anshar melakukan wakaf, baik di Madinah maupun di daerah lainnya; tidak ada riwayat satupun dari mereka yang mengingkari adanya syariat wakaf; bahkan tidak pernah ada dari mereka yang mencabut kembali wakafnya dengan alasan dirinya masih membutuhkannya.” (Lihat: Syarh Al-Sunnah 8/288). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibn Hazm berkata: Seluruh sahabat Nabi, shadaqah-shadaqah mereka di kota Madinah lebih masyhur/terkenal daripada matahari, tidak ada seorang pun yang tidak mengetahuinya.” (Lihat: Al-Muhalla 9/180). (Sumber: Al-Auqaf fii Al-Ashr Al-Hadits, Kaifa Nuwajihuha lidda’mil Jami’at wa tanmiati mawaridiha &lt;br /&gt;Dr. Khalid ibn Ali ibn Muhammad Al-Musyaiqih)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-1319999589292993139?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/1319999589292993139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/name-email-comments-phone.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/1319999589292993139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/1319999589292993139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/name-email-comments-phone.html' title='Pengertian dan Dasar Hukum  Wakaf'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-1194270891809112127</id><published>2009-02-22T04:37:00.000-08:00</published><updated>2009-03-19T09:37:25.862-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;table style="width: 100%; height: 100%;" border="0" cellspacing="10" cellpadding="5"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;img style="width: 155px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SbqZEa1yK-I/AAAAAAAAAGk/nY7NS73tqy8/s320/Baa..gOo..uUsSsT%21019+%281%29.jpg" title="Bersantai ria" border="0"/&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;img style="width: 155px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SbqbJKsAO1I/AAAAAAAAAGs/_EPXFdfJd9M/s320/DSC00113.jpg" title="Nonton Kue" border="2" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;img style="width: 155px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SbqdNUpDLLI/AAAAAAAAAG0/-fWmDnGeu0w/s320/GiFo+buAnGeEetzZ%21001.jpg" title="belajar dengan alam" border="0" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;img style="width: 155px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/Sb__pUI564I/AAAAAAAAAHM/AAypFnl1Ulw/s320/DSC00187.JPG" border="2" title="Raker"/&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;img style="width: 155px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/ScAD4K__OEI/AAAAAAAAAHU/1YWMTgoBPl0/s320/GiFo+buAnGeEetzZ!000+(2).jpg" border="0" title="Belajar bareng"/&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;img style="width: 155px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/ScAEWGhHJ1I/AAAAAAAAAHc/D_z5M4gtc1M/s320/DSC00184.JPG" border="0" title="Raker"/&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;img style="width: 155px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/ScFfZx5hSwI/AAAAAAAAAHk/iQH1f-LRV0g/s320/DSC00186.JPG" border="0" title="Raker"/&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;img style="width: 155px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/ScFgPRzvRAI/AAAAAAAAAHs/9M8KndXlI0I/s320/DSC00185.JPG" border="0" title="Raker"/&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;img style="width: 155px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/ScFhGWuYvRI/AAAAAAAAAH0/W-x63u8-cIw/s320/DSC00173.JPG" border="0" title="Kurang Kerjaan..hahahaha"/&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-1194270891809112127?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/1194270891809112127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/blog-post_22.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/1194270891809112127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/1194270891809112127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/blog-post_22.html' title=''/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SbqZEa1yK-I/AAAAAAAAAGk/nY7NS73tqy8/s72-c/Baa..gOo..uUsSsT%21019+%281%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-138314521062121280</id><published>2009-02-21T10:54:00.000-08:00</published><updated>2009-03-14T05:31:54.007-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='i'/><title type='text'>Iwan Fals</title><content type='html'>&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 155px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SbugHjnXQeI/AAAAAAAAAG8/zEQp8qXfFAQ/s320/1910.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313016237093503458" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www37.indowebster.com/10bba201ba41e8b7be7efcce53cebb74.mp3"&gt;Iwan Fals - 1910&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www11.indowebster.com/da431c1ba8c0373fc8c47aab198a8c56.mp3"&gt;Iwan Fals - Ada Lagi Yang Mati&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www38.indowebster.com/9f9f58bc9ac43cf96e93c2fd03bb81b1.mp3"&gt;Iwan Fals - Balada Orang Pedalama&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www38.indowebster.com/c2400bceb076c52f3d2453eb95bc8bbb.mp3"&gt;Iwan Fals - Buku Ini Aku Pinjam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www37.indowebster.com/c7fb1a1720ca38e33b979840f633e406.mp3"&gt;Iwan Fals - Ibu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www38.indowebster.com/b6c6d45e698151389deb0c75ce2ccf27.mp3"&gt;Iwan Fals - Mimpi Yang Terbeli&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www38.indowebster.com/0a874899b5f29605ed796aa696105bd3.mp3"&gt;Iwan Fals - Pesawat Tempurku&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-138314521062121280?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/138314521062121280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/iwan-fals-1910-iwan-fals-ada-lagi-yang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/138314521062121280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/138314521062121280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/iwan-fals-1910-iwan-fals-ada-lagi-yang.html' title='Iwan Fals'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SbugHjnXQeI/AAAAAAAAAG8/zEQp8qXfFAQ/s72-c/1910.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-3215974241391728695</id><published>2009-02-20T09:04:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T09:14:20.166-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ushul Fiqih'/><title type='text'>Sejarah Pertumbuhan Ilmu Ushul Fiqh</title><content type='html'>Ilmu Ushul Fiqh adalah kaidah-kaidah yang digunakan dalam usaha untuk memperoleh hukum-hukum syara' tentang perbuatan dari dalil-dalilnya yang terperinci.Dan usaha untuk memperoleh hukum-hukum tersebut, antara lain dilakukan dengan jalan ijtihad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber hukum pada masa Rasulullah SAW hanyalah Al-Qur'an dan As-Sunnah (Al-Hadits). Dalam pada itu kita temui diantara sunnah-sunnahnya ada yang memberi kesan bahwa beliau melakukan ijtihad. Misalnya, beliau melakukan qiyas terhadap peristiwa yang dialami oleh Umar Bin Khattab RA, sebagai berikut. &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;&lt;br /&gt;صَنَعْتُ الْيَوْمَ يَارَسُوْلُ الله اَمْرَا عَظِيْمًا قَبَّلُّتُ وَأَنَا صَائِمٌ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَاَيْتَ لَوْتَمَضْمَضْتَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بِمَاءٍ وَاَنْتَ صَائِمٌ . فَقُلْتُ لاَ بَأْسَ بِذَلِكَ فَقَالَ رَسُوْلُ الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;صَلَّى الله عَليْهِ وسلّم : فَصُمْ .&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Artinya:&lt;br /&gt;"Wahai Rasulullah, hari ini saya telah berbuat suatu perkara yang besar; saya mencium isteri saya, padahal saya sedang berpuasa. Maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya : Bagaimana pendapatmu, seandainya kamu berkumur-kumur dengan air dikala kamu sedang berpuasa? Lalu saya jawab: tidak apa-apa dengan yang demikian itu. Kemudian Rasulullah SAW bersabda : Maka tetaplah kamu berpuasa!"&lt;/i&gt; (I'lamul Muwaqqi'in, Juz: I, hal: 199).&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada hadits di atas Rasulullah SAW menetapkan tidak batal puasa seseorang karena mencium isterinya dengan mengqiyaskan kepada tidak batal puasa seseorang karena berkumur-kumur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga seperti hadits Rasulullah SAW :&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;لَوْلاَ أَنْ شُقَّ عَلَى اُمَّتِى لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Artinya :&lt;br /&gt;"Seandainya tidak akan memberatkan terhadap umatku, niscaya kuperintahkan kepada mereka bersiwak (bersikat gigi) setiap akan melakukan shalat." (HR. Abu Daud dari Zaid Bin Khalid al-Juhanni).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterangkan oleh Muhammad Ali as-Sayis, bahwa hadits tersebut menunjukkan kepada kita adanya pilihan Rasulullah SAW terhadap salah satu urusan, karena untuk menjaga kemaslahatan umatnya. Seandainya beliau tidak diperbolehkan melakukan ijtihad, hal itu tidak akan terjadi. Dalam pada itu, dari penelitian sebagian ulama terhadap berbagai peristiwa hidup Rasulullah SAW, berkesimpulan bahwa beliau bisa melakukan ijtihad dan memberi fatwa berdasarkan pendapatnya pribadi tanpa wahyu, terutama dalam hal-hal yang tidak berhubungan langsung dengan persoalan hukum. Kesimpulan tersebut, sesuai dengan sabda beliau sendiri :&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt; إنىِ إنَّمَا اَقْضىِ بَيْنَكُمُ بِرَأْيىِ لَمْ يُنْزَلْ عَلَيَّ فِيْهِ&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Artinya :&lt;br /&gt;"Sungguh saya memberi keputusan diantara kamu tidak lain dengan pendapatku dalam hal tidak diturunkan (wahyu) kepadaku."&lt;/i&gt; (HR. Abu Daud dan Ummi Salamah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW adalah seorang manusia juga sebagaimana manusia yang lain pada umumnya maka hasil ijtihadnya bisa benar dan bisa salah, sebagaimana diterangkan dalam sebuah riwayat, beliau bersabda :&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;إِنَّمَا اناَ بَشَرٌ فَمَا حَدَثْتُكُمْ عَنِ الله فَهُوَ حَقٌّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا قُلْتُ فِيْهِ مِنْ قِبَلَ نَفْسِى فَإنَّمَا اَنَا بَشَرٌ اُخْطِئُ وَاُصِيْبُ&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Artinya :&lt;br /&gt;"Saya tidak lain adalah seorang manusia juga, maka segala yang saya katakan kepadamu yang berasal dari Allah adalah benar; dan segala yang saya katakan dari diri saya sendiri, karena tidak lain saya juga seorang manusia, bisa salah bisa benar."&lt;/i&gt;(Ijtihad Rasul, hal: 52-53).&lt;br /&gt;Hanya saja jika hasil ijtihad beliau itu salah, Allah menurunkan wahyu yang tidak membenarkan hasil ijtihad beliau dan menunjukkan kepada yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh hasil ijtihad beliau tentang tindakan yang diambil terhadap tawanan perang Badar. Dalam hal ini beliau menanyakan terlebih dahulu kepada para sahabatnya. Menurut Abu Bakar agar mereka (para tawanan perang Badar) dibebaskan dengan membayar tebusan. Sedangkan menurut Umar bin Khattab, mereka harus dibunuh, karena mereka telah mendustakan dan mengusir Rasulullah SAW dari Makkah. Dari dua pendapat tersebut, beliau memilih pendapat Abu Bakar. Kemudian turun ayat Al-Qur'an yang tidak membenarkan pilihan beliau tersebut dan menunjukkan kepada yang benar, yakni : &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَى حَتَّى يُثْخِنَ فِي الأَرْضِ تُرِيدُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الآخِرَةَ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Artinya :&lt;br /&gt;"Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana."&lt;/i&gt; (Q.S Al-Anfaal: 67).&lt;br /&gt;Jika terhadap hasil ijtihad Rasulullah SAW tersebut, tidak diturunkan wahyu yang tidak membenarkan dan menunjukkan kepada yang benar, berarti hasil ijtihad beliau itu benar, dan sudah barang tentu termasuk ke dalam kandungan pengertian As-Sunnah (Al-Hadits).&lt;br /&gt;Kegiatan ijtihad pada masa ini, bukan saja dilakukan oleh beliau sendiri, melainkan beliau juga memberi ijin kepada para sahabatnya untuk melakukan ijtihad dalam memutuskan suatu perkara atau dalam menghadapi suatu persoalan yang belum ada ketentuan hukumnya dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah, sebagaimana yang terjadi ketika beliau mengutus &lt;i&gt;Mu'adz bin Jabal&lt;/i&gt; ke Yaman, yang diterangkan dalam hadits sebagai berikut :&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;&lt;br /&gt;كَـيْفَ تَـقْضِى اِذَا عَرَضَ لَكَ قَضَاءٌ ؟ قال : اَقْضِى بِكِـتَابِ الله ،&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال : فإنْ لَمْ تَجِدْ فِي كِتَابِ الله ؟ قال : فَبِسُـنَّةِ رسولِ الله صلَّى الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عليه وسلم ، قال : فإِنْ لَم تَجِدْنِى سُنَّةِ رسولِ الله وَلاَ فِي كتاب الله ؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال : اَجْتَـهِدُ رَأْيِ وَلاَ آلوُ . فَضَرَبَ رسولُ الله صلّى الله عليه وسلّم .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;صَدْرَهُ وقال : الحمدُ لله الَّذِى وَفَّقَ رسولَ رسولِ الله صلّى الله عليه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وسلّم لِمَا يَرْضَى رسولُ الله .&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Artinya :&lt;br /&gt;"(Rasulullah SAW bertanya) : Bagaimana cara kamu memutusi jika datang kepadamu suatu perkara? Ia menjawab : Saya putusi dengan (hukum) yang terdapat dalam kitab Allah. Beliau bertanya : Jika tidak kamu dapati (hukum itu) dalam kitah Allah? Ia menjawab : Maka dengan Sunnah Rasulullah. Beliau bertanya : Jika tidak kamu dapati dalam Sunnah Rasulullah juga dalam kitab Allah? Ia menjawab : Saya akan berijtihad dengan pikiran dan saya tidak akan lengah. Kemudian Rasulullah SAW menepuk dadanya dan bersabda : Segala puji bagi Allah yang telah memberi taufik kepada utusan Rasulullah SAW yang diridlai oleh Rasulullah."&lt;/i&gt; (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh ijtihad yang dilakukan oleh sahabat, yakni ijtihad yang dilakukan oleh 'Amar bin Yasir, sebagai berikut :&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;&lt;br /&gt;اَجْـنَبْتُ فَلَمْ أُصِبِ الْمَاءَ فَـتَـمَـعَّكْتُ فِي الصَّعِيْدِ وَصَلَّـيْتُ ،&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَـذَكَرْتُ ذلِـكَ لِلنَّـِّبىِّ صلّى الله عليه فقـال : إنَّما يَكْـفِيْكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هكَـذَا ، فَـضَرَبَ النَّـِبىُّ صلّى الله عليه وسلّم بِكَـفَّـيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الأرْضَ وَنَـفَخَ فِيْهِمَا ثُـمَّ مَسَـحَ وَجْـهَهُ وَكَـفَّـيْهِ .&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Artinya:&lt;br /&gt;"Saya telah berjunub dan tidak mendapatkan air. Maka saya berguling-guling pada debu kemudian saya mengerjakan shalat. Lalu hal itu, saya sampaikan kepada Nabi SAW. Maka beliau bersabda : Sesungguhnya cukup kamu melakukan begini : Nabi menepuk tanah dengan dua telapak tangannya kemudian meniupnya, lalu menyapukannya ke wajahnya dan dua telapak tanganya."&lt;/i&gt; (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hadits di atas, 'Ammar bin Yasir mengqiyaskan debu dan air untuk mandi dalam menghilangkan junubnya, sehingga ia dalam menghilangkan junub karena tidak mendapatkan air itu, dilakukan dengan berguling-guling di atas debu. Namun hasil ijtihadnya ini tidak dibenarkan oleh Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil ijtihad para sahabat tidak dapat dijadikan sumber hukum atau tidak mempunyai kekuatan hukum yang dapat dipedomani oleh kaum muslimin, kecuali jika hasil ijtihadnya telah mendapat pengesahan atau pengakuan dari Rasulullah SAW dan tidak diturunkan wahyu yang tidak membenarkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas dapat dipetik arti bahwa ijtihad baik yang dilakukan oleh Rasulullah SAW maupun oleh para sahabatnya pada masa ini tidak merupakan sumber hukum, karena keberadaan atau berlakunya hasil ijtihad kembali kepada wahyu. &lt;br /&gt;Akan tetapi dengan adanya kegiatan ijtihad yang terjadi pada masa ini, mempunyai hikmah yang besar, karena hal itu merupakan petunjuk bagi para sahabat dan para ulama dari generasi selanjutnya untuk berijtihad pada masa-masanya dalam menghadapi berbagai persoalan baru yang tidak terjadi pada masa Rasulullah SAW atau yang tidak didapati ketetapan hukumnya dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, semenjak masa sahabat telah timbul persoalan-persoalan baru yang menuntut ketetapan hukumnya. Untuk itu para sahabat berijtihad, mencari ketetapan hukumnya. Setelah wafat Rasulullah SAW sudah barang tentu berlakunya hasil ijtihad para sahabat pada masa ini, tidak lagi disahkan oleh Rasulullah SAW, sehingga dengan demikian semenjak masa sahabat ijtihad sudah merupakan sumber hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh hasil ijtihad para sahabat, yaitu : Umar bin Khattab RA tidak menjatuhkan hukuman potong tangan kepada seseorang yang mencuri karena kelaparan (darurat/terpaksa). Dan Ali bin Abi Thalib berpendapat bahwa wanita yang suaminya meninggal dunia dan belum dicampuri serta belum ditentukan maharnya, hanya berhak mendapatkan mut'ah. Ali menyamakan kedudukan wanita tersebut dengan wanita yang telah dicerai oleh suaminya dan belum dicampuri serta belum ditentukan maharnya, yang oleh syara' ditetapkan hak mut'ah baginya, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;i&gt;Artinya :&lt;br /&gt;"Tidak ada sesuatupun (mahar) atas kamu, jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan maharnya. Dan hendaklah kamu memberikan mut'ah (pemberian) kepada mereka. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut yang patut. Yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan."&lt;/i&gt; (Al-Baqarah : 236).&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari contoh-contoh ijtihad yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, demikian pula oleh para sahabatnya baik di kala Rasulullah SAW masih hidup atau setelah beliau wafat, tampak adanya cara-cara yang digunakannya, sekalipun tidak dikemukakan dan tidak disusun kaidah-kaidah (aturan-aturan)nya ; sebagaimana yang kita kenal dalam Ilmu Ushul Fiqh ; karena pada masa Rasulullah SAW, demikian pula pada masa sahabatnya, tidak dibutuhkan adanya kaidah-kaidah dalam berijtihad dengan kata lain pada masa Rasulullah SAW dan pada masa sahabat telah terjadi praktek berijtihad, hanya saja pada waktu-waktu itu tidak disusun sebagai suatu ilmu yang kelak disebut dengan Ilmu Ushul Fiqh karena pada waktu-waktu itu tidak dibutuhkan adanya. Yang demikian itu, karena Rasulullah SAW mengetahui cara-cara nash dalam menunjukkan hukum baik secara langsung atau tidak langsung, sehingga beliau tidak membutuhkan adanya kaidah-kaidah dalam berijtihad, karena mereka mengetahui sebab-sebab turun (asbabun nuzul) ayat-ayat Al-Qur'an, sebab-sebab datang (asbabul wurud) Al- Hadits, mempunyai ketajaman dalam memahami rahasia-rahasia, tujuan dan dasar-dasar syara' dalam menetapkan hukum yang mereka peroleh karena mereka mempunyai pengetahuan yang luas dan mendalam terhadap bahasa mereka sendiri (Arab) yang juga bahasa Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dengan pengetahuan yang mereka miliki itu, mereka mampu berijtihad tanpa membutuhkan adanya kaidah-kaidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa tabi'in, tabi'it-tabi'in dan para imam mujtahid, di sekitar abad II dan III Hijriyah wilayah kekuasaan Islam telah menjadi semakin luas, sampai ke daerah-daerah yang dihuni oleh orang-orang yang bukan bangsa Arab atau tidak berbahasa Arab dan beragam pula situasi dan kondisinya serta adat istiadatnya. Banyak diantara para ulama yang bertebaran di daerah-daerah tersebut dan tidak sedikit penduduk daerah-daerah itu yang memeluk agama Islam. Dengan semakin tersebarnya agama Islam di kalangan penduduk dari berbagai daerah tersebut, menjadikan semakin banyak persoalan-persoalan hukum yang timbul. Yang tidak didapati ketetapan hukumnya dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Untuk itu para ulama yang tinggal di berbagai daerah itu berijtihad mencari ketetapan hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena banyaknya persoalan-persoalan hukum yang timbul dan karena pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang yang berkembang dengan pesat yang terjadi pada masa ini, kegiatan ijtihad juga mencapai kemajuan yang besar dan lebih bersemarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu, pada masa ini juga semakin banyak terjadi perbedaan dan perdebatan antara para ulama mengenai hasil ijtihad, dalil dan jalan-jalan yang ditempuhnya. Perbedaan dan perdebatan tersebut, bukan saja antara ulama satu daerah dengan daerah yang lain, tetapi juga antara para ulama yang sama-sama tinggal dalam satu daerah. &lt;br /&gt;Kenyataan-kenyataan di atas mendorong para ulama untuk menyusun kaidah-kaidah syari'ah yakni kaidah-kaidah yang bertalian dengan tujuan dan dasar-dasar syara' dalam menetapkan hukum dalam berijtihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan semakin luasnya daerah kekuasan Islam dan banyaknya penduduk yang bukan bangsa Arab memeluk agama Islam. Maka terjadilah pergaulan antara orang-orang Arab dengan mereka. Dari pergaulan antara orang-orang Arab dengan mereka itu membawa akibat terjadinya penyusupan bahasa-bahasa mereka ke dalam bahasa Arab, baik berupa ejaan, kata-kata maupun dalam susunan kalimat, baik dalam ucapan maupun dalam tulisan. Keadaan yang demikian itu, tidak sedikit menimbulkan keraguan dan kemungkinan-kemungkinan dalam memahami nash-nash syara'. Hal ini mendorong para ulama untuk menyusun kaidah-kaidah lughawiyah (bahasa), agar dapat memahami nash-nash syara' sebagaimana dipahami oleh orang-orang Arab sewaktu turun atau datangnya nash-nash tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan disusunnya kaidah-kaidah syar'iyah dan kaidah-kaidah lughawiyah dalam berijtihad pada abad II Hijriyah, maka telah terwujudlah Ilmu Ushul Fiqh. &lt;br /&gt;Dikatakan oleh &lt;i&gt;Ibnu Nadim&lt;/i&gt; bahwa ulama yang pertama kali menyusun kitab Ilmu Ushul Fiqh ialah &lt;i&gt;Imam Abu Yusuf&lt;/i&gt; -murid Imam Abu Hanifah- akan tetapi kitab tersebut tidak sampai kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterangkan oleh &lt;i&gt;Abdul Wahhab Khallaf&lt;/i&gt;, bahwa ulama yang pertama kali membukukan kaidah-kaidah Ilmu Ushul Fiqh dengan disertai alasan-alasannya adalah &lt;i&gt;Muhammad bin Idris asy-Syafi'iy&lt;/i&gt; (150-204 H) dalam sebuah kitab yang diberi nama &lt;i&gt;Ar-Risalah&lt;/i&gt;. Dan kitab tersebut adalah kitab dalam bidang Ilmu Ushul Fiqh yang pertama sampai kepada kita. Oleh karena itu terkenal di kalangan para ulama, bahwa beliau adalah pencipta Ilmu Ushul Fiqh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan tentang Ilmu Ushul Fiqh ini, kemudian dilanjutkan oleh para ulama generasi selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-3215974241391728695?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/3215974241391728695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/sejarah-pertumbuhan-ilmu-ushul-fiqh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/3215974241391728695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/3215974241391728695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/sejarah-pertumbuhan-ilmu-ushul-fiqh.html' title='Sejarah Pertumbuhan Ilmu Ushul Fiqh'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-6517870296505691469</id><published>2009-02-20T01:12:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T04:29:56.180-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ushul Fiqih'/><title type='text'>Sejarah Singkat Ilmu Ushul Fiqh</title><content type='html'>&lt;b&gt;Oleh: Ahmad Sahal Hasan, Lc&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di masa Rasulullah saw, umat Islam tidak memerlukan kaidah-kaidah tertentu dalam memahami hukum-hukum syar’i, semua permasalahan dapat langsung merujuk kepada Rasulullah saw lewat penjelasan beliau mengenai Al-Qur’an, atau melalui sunnah beliau saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat r.a menyaksikan dan berinteraksi langsung dengan turunnya Al-Qur’an dan mengetahui dengan baik sunnah Rasulullah saw, di samping itu mereka adalah para ahli bahasa dan pemilik kecerdasan berpikir serta kebersihan fitrah yang luar biasa, sehingga sepeninggal Rasulullah saw mereka pun tidak memerlukan perangkat teori (kaidah) untuk dapat berijtihad, meskipun kaidah-kaidah secara tidak tertulis telah ada dalam dada-dada mereka yang dapat mereka gunakan di saat memerlukannya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah meluasnya futuhat islamiyah, umat Islam Arab banyak berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain yang berbeda bahasa dan latar belakang peradabannya, hal ini menyebabkan melemahnya kemampuan berbahasa Arab di kalangan sebagian umat, terutama di Irak . Di sisi lain kebutuhan akan ijtihad begitu mendesak, karena banyaknya masalah-masalah baru yang belum pernah terjadi dan memerlukan kejelasan hukum fiqhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi ini, muncullah dua madrasah besar yang mencerminkan metode mereka dalam berijtihad:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Madrasah ahlir-ra’yi di Irak dengan pusatnya di Bashrah dan Kufah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Madarasah ahlil-hadits di Hijaz dan berpusat di Mekkah dan Madinah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan dua madrasah ini terletak pada banyaknya penggunaan hadits atau qiyas dalam berijtihad. Madrasah ahlir-ra’yi lebih banyak menggunakan qiyas (analogi) dalam berijtihad, hal ini disebabkan oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sedikitnya jumlah hadits yang sampai ke ulama Irak dan ketatnya seleksi hadits yang mereka lakukan, hal ini karena banyaknya hadits-hadits palsu yang beredar di kalangan mereka sehingga mereka tidak mudah menerima riwayat seseorang kecuali melalui proses seleksi yang ketat. Di sisi lain masalah baru yang mereka hadapi dan memerlukan ijtihad begitu banyak, maka mau tidak mau mereka mengandalkan qiyas (analogi) dalam menetapkan hukum. Masalah-masalah baru ini muncul akibat peradaban dan kehidupan masyarakat Irak yang sangat kompleks.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mereka mencontoh guru mereka Abdullah bin Mas’ud ra yang banyak menggunakan qiyas dalam berijtihad menghadapi berbagai masalah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan madrasah ahli hadits lebih berhati-hati dalam berfatwa dengan qiyas, karena situasi yang mereka hadapi berbeda, situasi itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Banyaknya hadits yang berada di tangan mereka dan sedikitnya kasus-kasus baru yang memerlukan ijtihad.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Contoh yang mereka dapati dari guru mereka, seperti Abdullah bin Umar ra, dan Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, yang sangat berhati-hati menggunakan logika dalam berfatwa.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan kedua madrasah ini melahirkan perdebatan sengit, sehingga membuat para ulama merasa perlu untuk membuat kaidah-kaidah tertulis yang dibukukan sebagai undang-undang bersama dalam menyatukan dua madrasah ini. Di antara ulama yang mempunyai perhatian terhadap hal ini adalah Al-Imam Abdur Rahman bin Mahdi rahimahullah (135-198 H). Beliau meminta kepada Al Imam Asy-Syafi’i rahimahullah (150-204 H) untuk menulis sebuah buku tentang prinsip-prinsip ijtihad yang dapat digunakan sebagai pedoman. Maka lahirlah kitab Ar-Risalah karya Imam Syafi’i sebagai kitab pertama dalam ushul fiqh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tidak berarti bahwa sebelum lahirnya kitab Ar-Risalah prinsip prinsip ushul fiqh tidak ada sama sekali, tetapi ia sudah ada sejak masa sahabat ra dan ulama-ulama sebelum Syafi’i, akan tetapi kaidah-kaidah itu belum disusun dalam sebuah buku atau disiplin ilmu tersendiri dan masih berserakan pada kitab-kitab fiqh para ‘ulama. Imam Syafi’i lah orang pertama yang menulis buku ushul fiqh, sehingga Ar Risalah menjadi rujukan bagi para ulama sesudahnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan ilmu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Abdillah Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i ra memang pantas untuk memperoleh kemuliaan ini, karena beliau memiliki pengetahuan tentang madrasah ahlil-hadits dan madrasah ahlir-ra’yi. Beliau lahir di Ghaza, pada usia 2 tahun bersama ibunya pergi ke Mekkah untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an serta ilmu fiqh dari ulama Mekkah. Sejak kecil beliau sudah mendapat pendidikan bahasa dari perkampungan Huzail, salah satu kabilah yang terkenal dengan kefasihan berbahasa. Pada usia 15 tahun beliau sudah diizinkan oleh Muslim bin Khalid Az-Zanjiy - salah seorang ulama Mekkah - untuk memberi fatwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau pergi ke Madinah dan berguru kepada Imam penduduk Madinah, Imam Malik bin Anas ra (95-179 H) dalam selang waktu 9 tahun - meskipun tidak berturut-turut - beserta ulama-ulama lainnya, sehingga beliau memiliki pengetahuan yang cukup dalam ilmu hadits dan fiqh Madinah. Lalu beliau pergi ke Irak dan belajar metode fiqh Irak kepada Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani ra (wafat th 187 H), murid Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit ra (80-150 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari latar belakangnya, kita melihat bahwa Imam Syafi’i memiliki pengetahuan tentang kedua madrasah yang berbeda pendapat, maka beliau memang orang yang tepat untuk menjadi orang pertama yang menulis buku dalam ilmu ushul. Selain Ar-Risalah, Imam Syafi’i juga memiliki karya lain dalam ilmu ushul, seperti: kitab Jima’ul-ilmi, Ibthalul-istihsan, dan Ikhtilaful-hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat kita simpulkan bahwa ada tiga faktor yang menyebabkan munculnya penulisan ilmu ushul fiqh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Adanya perdebatan sengit antara madrasah Irak dan madrasah Hijaz.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mulai melemahnya kemampuan bahasa Arab di sebagian umat Islam akibat interaksi dengan bangsa lain terutama Persia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Munculnya banyak persoalan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan memerlukan kejelasan hukum, sehingga kebutuhan akan ijtihad kian mendesak.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Setelah Ar-Risalah, muncullah berbagai karya para ulama dalam ilmu ushul fiqh, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Khabar Al-Wahid, Itsbat Al-Qiyas, dan Ijtihad Ar-Ra’y, ketiganya karya Isa bin Aban bin Shadaqah Al-Hanafi (wafat th 221 H).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;An-Nasikh Wal-Mansukh karya Imam Ahmad bin Hambal (164-241 H).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Ijma’, Ibthal At-Taqlid, Ibthal Al-Qiyas, dan buku lain karya Dawud bin Ali Az-Zhahiri (200-270 H).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Mu’tamad karya Abul-Husain Muhammad bin Ali Al-Bashri Al-mu’taziliy Asy-Syafi’i (wafat th 436H).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Burhan karya Abul Ma’ali Abdul Malik bin Abdullah Al-Juwaini/Imamul-haramain (410-478 H).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Mustashfa karya Imam Al-Ghazali Muhammad bin Muhammad (wafat 505 H).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Mahshul karya Fakhruddin Muhammad bin Umar Ar-Razy (wafat 606 H).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Ihkam fi Ushulil-Ahkam karya Saifuddin Ali bin Abi Ali Al-Amidi (wafat 631 H).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ushul Al-Karkhi karya Ubaidullah bin Al-Husain Al-Karkhi (wafat 340 H).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ushul Al-jashash karya Abu Bakar Al-Jashash (wafat 370 H).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ushul as-Sarakhsi karya Muhammad bin Ahmad As-Sarakhsi (wafat 490 H).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kanz Al-Wushul Ila ma’rifat Al-Ushul karya Ali bin Muhammad Al-Bazdawi (wafat 482 H).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Badi’un-Nizham karya Muzhaffaruddin Ahmad bin Ali As-Sa’ati Al-hanafi (wafat 694 H).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;At-Tahrir karya Kamaluddin Muhammad bin Abdul Wahid yang dikenal dengan Ibnul Hammam (wafat 861 H).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jam’ul-jawami’ karya Abdul Wahab bin Ali As Subki (wafat 771 H).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Muwafaqat karya Abu Ishaq Ibrahim bin Musa Al-gharnathi yang dikenal dengan nama Asy-Syathibi (wafat 790 H).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Irsyadul-fuhul Ila Tahqiq ‘Ilm Al-Ushul karya Muhammad bin Ali bin Muhammad Asy-Syaukani (wafat 1255 H).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-6517870296505691469?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/6517870296505691469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/sejarah-singkat-ilmu-ushul-fiqh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/6517870296505691469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/6517870296505691469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/sejarah-singkat-ilmu-ushul-fiqh.html' title='Sejarah Singkat Ilmu Ushul Fiqh'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-7549352723722495650</id><published>2009-02-17T06:33:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T10:03:04.624-08:00</updated><title type='text'>Kontak HPK</title><content type='html'>Bagi teman-teman yang ingin menyampaikan unek-uneknya lewat e-mail baik itu kritik, saran maupun yang lainnya. Silahkan isi Forum Kontak dibawah ini..Syukron Katsiir...!!!&lt;form method="post" action="http://www.emailmeform.com/fid.php?formid=236100" enctype="multipart/form-data" accept-charset="UTF-8"&gt;&lt;br /&gt;&lt;table&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;font face="Comic" size="2" color="#99FF00"&gt;&lt;/font&gt;&lt;div style="" id="mainmsg"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;table&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td nowrap&gt;&lt;font face="Comic" size="2" color="#99FF00"&gt;Your Name&lt;/font&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;input type="text" name="FieldData0" value="" maxlength="100" size="30"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td nowrap&gt;&lt;font face="Comic" size="2" color="#99FF00"&gt;Your Email Address&lt;/font&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;input type="text" name="FieldData1" value="" maxlength="100" size="30"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td nowrap&gt;&lt;font face="Comic" size="2" color="#99FF00"&gt;Subject&lt;/font&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;input type="text" name="FieldData2" value="" maxlength="100" size="30"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td nowrap&gt;&lt;font face="Comic" size="2" color="#99FF00"&gt;Message&lt;/font&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;textarea name="FieldData3" cols="40" rows="10"&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;div style="position: absolute; left: 1800px; top: 20px;"&gt;&lt;a href="http://www.captchacreator.comv-download.html"&gt;captcha download&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2"&gt;&lt;table&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="5"&gt;&lt;font color="#333333" face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;Image Verification&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="padding: 2px;" width="10"&gt;&lt;img src="http://www.emailmeform.com/turing.php" id="captcha"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top"&gt;&lt;font color="#99FF00"&gt;Masukkan kode --&gt;&lt;/font&gt;&lt;/br&gt;&lt;input type="text" name="Turing" value="" maxlength="100" size="10"&gt;[ &lt;a href="#" onclick=" document.getElementById('captcha').src = document.getElementById('captcha').src + '?' + (new Date()).getMilliseconds()"&gt;Refresh Image&lt;/a&gt; ] [ &lt;a href="http://www.emailmeform.com/?v=turing&amp;pt=popup" onClick="window.open('http://www.emailmeform.com/?v=turing&amp;pt=popup','_blank','width=400, height=300, left=' + (screen.width-450) + ', top=100');return false;"&gt;What's This?&lt;/a&gt; ]&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="right"&gt;&lt;input type="text" name="hida2" value="" maxlength="100" size="3" style="display : none;"&gt;&lt;input type="submit" class="btn" value="Kirim " name="Submit"&gt;&lt;input type="reset" class="btn" value="  Hapus  " name="Clear"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan=2 align="center"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-7549352723722495650?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/7549352723722495650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/7549352723722495650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/blog-post_17.html' title='Kontak HPK'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-1098467793886800401</id><published>2009-02-17T01:13:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T02:48:54.223-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Faroidh'/><title type='text'>Ilmu Faroidh</title><content type='html'>Faroidh adalah jamak dari &lt;i&gt;Faridhoh&lt;/i&gt; yang berasal dari kata &lt;i&gt;fardh&lt;/i&gt; yang artinya &lt;i&gt;taqdir&lt;/i&gt; (ketentuan). Fardh secara syar'i adalah bagian yang telah ditentukan bagi ahli waris. Ilmu mengenai hal itu dinamakan ilmu waris ('ilmu miirats) dan ilmu Faroidh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Faroidh adalah ilmu yang membicarakan cara-cara ahli waris didalam membagi harta tinggalan ( تركه &lt;i&gt;"tirkah"&lt;/i&gt; ). Orang yang pertama kali membukukan Ilmu Faroidh adalah Zaid bin Tsabit yang kitabnya disebut Ibnu Tsabit. Ahli Faroidh dimasa sahabat adalah Zaid bin Tsabit, sedangkan dimasa tabi'in adalah Imam Syafi'i.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Dasar Ilmu Faroidh diantaranya yaitu:&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah dalam Surah An-Nisaa' ayat 11-14 :&lt;br&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Artinya : &lt;br /&gt;11. Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan[272]; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua[273], Maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, Maka ia memperoleh separo harta. dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), Maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, Maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;12. Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris) . (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.&lt;br /&gt;13. (Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. &lt;br /&gt;14. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. .&lt;/i&gt;(Q.S An-Nisaa':11-14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tirkah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah segala sesuatu yang ditinggalkan mayit baik itu berupa harta ataupun kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Harta warisan adalah sesuatu yang dimiliki ahli waris setelah memenuhi kewajiban-kewajiban.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tirkah tidak boleh dibagikan sebelum dipenuhi 3 kewajiban :&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mengurusi mayit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melunasi hutang mayit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melestarikan wasiat-wasiat mayit&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;i&gt;catatan: "pelaksanaan wasiat mayit tidak boleh melebihi 1/3 dari harta yang ditinggalkan mayit."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Sebab-sebab ahli waris memperoleh harta warisan ada 3 :&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kerabat, yaitu hubungan keturunan antara pewaris dan yang mewariskan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nikah, yaitu perkawinan sekalipun belum terjadi persetubuhan dengannya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wala', yaitu warisan yang didapat dari budak yang dimerdekakan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Keterangan :&lt;/b&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kalau ketiga unsur tidak bisa dijumpai maka harta warisan di serahkan kepada &lt;i&gt;Baitul Mal&lt;/i&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Sebab-sebab Ahli Waris tidak berhak memperoleh harta warisan ada 4 :&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Berbeda Agama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Murtad (keluar dari Islam)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perbudakan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembunuhan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Rukun Waris ada 3 :&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Waris, yaitu orang yang menerima harta warisan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maurus, yaitu orang yang memiliki harta warisan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terlindungi dari hal-hal yang mencegah waris.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Syarat-syarat Pembagian Harta Warisan ada 2 :&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Matinya orang yang mewariskan baik secara hakiki atau hukmi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hidupnya ahli waris ketika matinya orang yang mewariskan baik secara hakiki atau hukmi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;keterangan :&lt;/b&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mati hakiki yaitu apabila sudah jelas wujud mayatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mati hukmi, contohnya ada orang yang merantau jauh lamanya 100 tahun lalu oleh hakim dihukumi mati.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hidup hakiki, yaitu apabila sudah jelas ada wujud orangnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hidup hukmi, contohnya ada orang yang merantau jauh lamanya kira-kira baru 20 tahun dan orang itu oleh hakim dihukumi masih hidup.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Ahli Waris dari pihak laki-laki ada 15 :&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ayah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kakek&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak Laki-laki&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cucu Laki-laki&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saudara laki-laki sekandung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saudara laki-laki seayah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saudara laki-laki seibu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak laki-laki dari saudara laki-laki sekandung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak laki-laki dari saudara laki-laki seayah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paman kandung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paman seayah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak laki-laki paman kandung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak laki-laki paman seayah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suami&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tuan yang memerdekakan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Ahli Waris pihak perempuan ada 10 :&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ibu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nenek dari pihak ayah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nenek dari pihak ibu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak Perempuan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cucu Perempuan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saudara perempuan sekandung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saudara Perempuan seayah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saudara perempuan se ibu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isteri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nyonya yang memerdekakan budak&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Cara pembagian warisan ada 2 :&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dengan &lt;i&gt;"Ashobah"&lt;/i&gt; (bagian sisa)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan bagian tertentu, yaitu 1/2,1/4, 1/8, 2/3, 1/3, dan 1/6.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Ashobah terbagi atas 3 macam :&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Ashobah binnafsi&lt;/i&gt;, yaitu mendapatkan ashobah dengan sendirinya dengan tanpa bantuan orang lain.&lt;br /&gt;Ahli waris yang termasuk bagian ini antara lain :&lt;div align="RIGHT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;الأب، الجد، ابن، ابن الإبن، اخ الشقيق، اخ للأب، ابن اخ للأب،&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ابن اخ الشقيق، عم الشقيق، عم للأب، ابن عم الشقيق، ابن عم للأب، معتق، معتقة&lt;BDO DIR="RTL"&gt;&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div style="font-size:78%;"&gt;&lt;i&gt;Bapak, Kakek, Anak laki-laki, Cucu laki-laki dari anak laki-laki, Saudara laki-laki sekandung, Saudara laki-laki seayah, Anak laki-laki dari saudara laki-laki seayah, Anak laki-laki dari saudara laki-laki sekandung, Paman kandung, Paman seayah, Anak laki-laki paman kandung, Anak laki-laki paman seayah, Tuan yang telah memerdekakan budak, Nyonya yang telah memerdekakan budak.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Ashobah bilghoir&lt;/i&gt; yaitu mendapatkan bagian ashobah dengan lantaran orang lain dalam satu tingkatan, diantaranya :&lt;/li&gt;&lt;div align="RIGHT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;بنت اذا كانت مع الإبن&lt;/li&gt;&lt;div style="font-size:75%;"&gt;Anak Perempuan ketika bersama anak laki-laki&lt;/div&gt;&lt;li&gt;بنت الإبن اذا كانت مع ابن الإبن&lt;/li&gt;&lt;div style="font-size:75%;"&gt;Cucu perempuan dari anak laki-laki ketika bersama cucu laki-laki dari anak laki-laki&lt;/div&gt;&lt;li&gt;اخت الشقيقة اذا كانت مع الأخ الشقيق&lt;/li&gt;&lt;div style="font-size:75%;"&gt;Saudara perempuan kandung ketika bersama saudara laki-laki&lt;/div&gt;&lt;li&gt;اخت للأب اذا كانت مع اخ للأب&lt;/li&gt;&lt;div style="font-size:75%;"&gt;Saudara perempuan seayah ketika bersama saudara laki-laki seayah&lt;/div&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Ashobah ma'alghoir&lt;/i&gt;, yaitu mendapatkan bagian ashobah dengan lantaran orang lain yang tidak dalam satu tingkatan, diantaranya :&lt;div align="RIGHT"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;br /&gt;اخت الشقيقة اذا كانت مع بنت او بنت الإبن اى فرع الوارث المؤنث او مع الجد&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Mahjub&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;[ محجب ]&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mahjub&lt;/i&gt; adalah terhalang dari mendapatkan warisan baik secara keseluruhan maupun sebagian.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mahjub terbagi 2:&lt;/i&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Mahjub Nuqshon&lt;/i&gt;, yaitu apabila terhalang mendapat warisan secara sebagian. Contoh suami mendapatkan bagian 1/2 bila tidak bersama far'un waris muthlaq kemudian mendapatkan bagian 1/4 bila bersama far'un waris.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Mahjub Hirman&lt;/i&gt;, yaitu apabila terhalang mendapat warisan secara keseluruhan. Contoh saudara kandung mendapat bagian mahjub (terhalang) karena adanya anak laki-laki.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sumber ="&lt;b&gt;Bahtsul Masail Kubro PONDOK TREMAS Jawa Timur&lt;/b&gt;"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-1098467793886800401?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/1098467793886800401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/ilmu-faroidh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/1098467793886800401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/1098467793886800401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/ilmu-faroidh.html' title='Ilmu Faroidh'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-1904890798245719516</id><published>2009-02-15T05:01:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T06:14:05.564-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Memakai Cincin dari Perak untuk laki-laki</title><content type='html'>Dalam Al-Qur'an surah al-A'raaf:32 Allah berfirman :&lt;br&gt;&lt;div align="RIGHT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;&lt;br /&gt;قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Artinya : "Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat." Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat diatas, pada dasarnya perhiasan itu diperbolehkan. Tetapi ada dua macam perhiasan yang dilarang oleh Islam untuk dikenakan pada lelaki, tetapi dibolehkan untuk wanita. Perhiasan itu adalah emas dan kain sutra murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib ra. berkata: Rasulullah saw mengambil sutra, ia letakkan di sebelah kanannya, dan ia mengambil emas kemudian diletakkan di sebelah kirinya, lantas ia berkata: &lt;i&gt;”Kedua benda ini haram untuk laki-laki dari umatku”&lt;/i&gt;. (riwayat Ahmad, Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab ra pernah berkata,&lt;br /&gt;”Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: &lt;i&gt;”Janganlah kalian memakai sutra, karena barangsiapa memakainya di dunia di akhirat kelak ia tidak akan memakainya”.&lt;/i&gt; (Riwayat Bukhori Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun memakai cincin selain dari emas, misalnya dari perak, untuk laki-laki telah dihalalkan oleh Rasulullah, sebagaimana telah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori. Rasulullah sendiri memakai cincin perak, yang kemudian cincin itu pindah ke tangan Abu Bakar, kemudian pindah ke tangan Umar dan terakhir pindah ke tangan Usman sehingga akhirnya jatuh ke sebuah sumur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mengenai logam-logam lainnya seperti besi dan sebagainya, tidak ada satu nash pun yang mengharamkannya. Bahkan yang ada adalah sebaliknya, yaitu Rasulullah pernah menyuruh kepada seorang laki-laki yang hendak menikahi seorang wanita,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Berilah mas kawin, walaupun dengan cincin dari besi,”&lt;/i&gt; (HR Bukhori)&lt;br /&gt;Berpijak dari hadis ini, Imam Bukhori memfatwakan halalnya memakai cincin dari besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu a’lam bish-shawab&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber= "Eramuslim"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-1904890798245719516?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/1904890798245719516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/memakai-cincin-dari-perak-untuk-laki.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/1904890798245719516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/1904890798245719516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/memakai-cincin-dari-perak-untuk-laki.html' title='Memakai Cincin dari Perak untuk laki-laki'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-423389995530222536</id><published>2009-02-13T14:15:00.000-08:00</published><updated>2009-03-26T09:47:14.475-07:00</updated><title type='text'>Kutitip Surat Ini Untukmu</title><content type='html'>Diketik ulang dari buku ‘Kutitip Surat Ini Untukmu’ karya Ustadz Armen Halim Naro, Lc rahimahullah&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Semoga bisa menjadi renungan bagi kita semua, akan pentingnya seorang "IBU". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Assalamu’alaikum,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji Ibu panjatkan kehadirat Allah ta’ala yang telah memudahkan Ibu untuk beribadah kepada-Nya. Shalawat serta salam Ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Amin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wahai anakku,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Surat ini datang dari Ibumu yang selalu dirundung sengsara… Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap kali itu pula gores tulisan terhalang oleh tangis, dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka…&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wahai anakku!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak! Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau remas kertas ini lalu engkau merobeknya, sebagaimana sebelumnya engkau telah remas hati dan telah engkau robek pula perasaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wahai anakku…&lt;/i&gt; 25 tahun telah berlalu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun kebahagiaan dalam kehidupanku. Suatu ketika dokter datang menyampaikan kabar tentang kehamilanku dan semua ibu sangat mengetahui arti kalimat tersebut. Bercampur rasa gembira dan bahagia dalam diri ini sebagaimana ia adalah awal mula dari perubahan fisik dan emosi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak kabar gembira tersebut aku membawamu 9 bulan. Tidur, berdiri, makan dan bernafas dalam kesulitan. Akan tetapi itu semua tidak mengurangi cinta dan kasih sayangku kepadamu, bahkan ia tumbuh bersama berjalannya waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengandungmu, wahai anakku! Pada kondisi lemah di atas lemah, bersamaan dengan itu aku begitu gembira tatkala merasakan melihat terjangan kakimu dan balikan badanmu di perutku. Aku merasa puas setiap aku menimbang diriku, karena semakin hari semakin bertambah berat perutku, berarti engkau sehat wal afiat dalam rahimku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan yang berkepanjangan menderaku, sampailah saat itu, ketika fajar pada malam itu, yang aku tidak dapat tidur dan memejamkan mataku barang sekejap pun. Aku merasakan sakit yang tidak tertahankan dan rasa takut yang tidak bisa dilukiskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit itu terus berlanjut sehingga membuatku tidak dapat lagi menangis. Sebanyak itu pula aku melihat kematian menari-nari di pelupuk mataku, hingga tibalah waktunya engkau keluar ke dunia. Engkau pun lahir… Tangisku bercampur dengan tangismu, air mata kebahagiaan. Dengan semua itu, sirna semua keletihan dan kesedihan, hilang semua sakit dan penderitaan, bahkan kasihku padamu semakin bertambah dengan bertambah kuatnya sakit. Aku raih dirimu sebelum aku meraih minuman, aku peluk cium dirimu sebelum meneguk satu tetes air ke kerongkonganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wahai anakku…&lt;/i&gt; telah berlalu tahun dari usiamu, aku membawamu dengan hatiku dan memandikanmu dengan kedua tangan kasih sayangku. Saripati hidupku kuberikan kepadamu. Aku tidak tidur demi tidurmu, berletih demi kebahagiaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapanku pada setiap harinya, agar aku melihat senyumanmu. Kebahagiaanku setiap saat adalah celotehmu dalam meminta sesuatu, agar aku berbuat sesuatu untukmu… itulah kebahagiaanku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, berlalulah waktu. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Selama itu pula aku setia menjadi pelayanmu yang tidak pernah lalai, menjadi dayangmu yang tidak pernah berhenti, dan menjadi pekerjamu yang tidak pernah mengenal lelah serta mendo’akan selalu kebaikan dan taufiq untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu memperhatikan dirimu hari demi hari hingga engkau menjadi dewasa. Badanmu yang tegap, ototmu yang kekar, kumis dan jambang tipis yang telah menghiasi wajahmu, telah menambah ketampananmu. Tatkala itu aku mulai melirik ke kiri dan ke kanan demi mencari pasangan hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin dekat hari perkawinanmu, semakin dekat pula hari kepergianmu. saat itu pula hatiku mulai serasa teriris-iris, air mataku mengalir, entah apa rasanya hati ini. Bahagia telah bercampur dengan duka, tangis telah bercampur pula dengan tawa. Bahagia karena engkau mendapatkan pasangan dan sedih karena engkau pelipur hatiku akan berpisah denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu seakan-akan aku menyeretnya dengan berat. Kiranya setelah perkawinan itu aku tidak lagi mengenal dirimu, senyummu yang selama ini menjadi pelipur duka dan kesedihan, sekarang telah sirna bagaikan matahari yang ditutupi oleh kegelapan malam. Tawamu yang selama ini kujadikan buluh perindu, sekarang telah tenggelam seperti batu yang dijatuhkan ke dalam kolam yang hening, dengan dedaunan yang berguguran. Aku benar-benar tidak mengenalmu lagi karena engkau telah melupakanku dan melupakan hakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa lama hari-hari yang kulewati hanya untuk ingin melihat rupamu. Detik demi detik kuhitung demi mendengarkan suaramu. Akan tetapi penantian kurasakan sangat panjang. Aku selalu berdiri di pintu hanya untuk melihat dan menanti kedatanganmu. Setiap kali berderit pintu aku manyangka bahwa engkaulah orang yang datang itu. Setiap kali telepon berdering aku merasa bahwa engkaulah yang menelepon. Setiap suara kendaraan yang lewat aku merasa bahwa engkaulah yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, semua itu tidak ada. Penantianku sia-sia dan harapanku hancur berkeping, yang ada hanya keputusasaan. Yang tersisa hanyalah kesedihan dari semua keletihan yang selama ini kurasakan. Sambil menangisi diri dan nasib yang memang telah ditakdirkan oleh-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku… ibumu ini tidaklah meminta banyak, dan tidaklah menagih kepadamu yang bukan-bukan. Yang Ibu pinta, jadikan ibumu sebagai sahabat dalam kehidupanmu. Jadikanlah ibumu yang malang ini sebagai pembantu di rumahmu, agar bisa juga aku menatap wajahmu, agar Ibu teringat pula dengan hari-hari bahagia masa kecilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Ibu memohon kepadamu, Nak! Janganlah engkau memasang jerat permusuhan denganku, jangan engkau buang wajahmu ketika Ibu hendak memandang wajahmu!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Ibu tagih kepadamu, jadikanlah rumah ibumu, salah satu tempat persinggahanmu, agar engkau dapat sekali-kali singgah ke sana sekalipun hanya satu detik. Jangan jadikan ia sebagai tempat sampah yang tidak pernah engkau kunjungi, atau sekiranya terpaksa engkau datangi sambil engkau tutup hidungmu dan engkaupun berlalu pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku, telah bungkuk pula punggungku. Bergemetar tanganku, karena badanku telah dimakan oleh usia dan digerogoti oleh penyakit… Berdiri seharusnya dipapah, dudukpun seharusnya dibopong, sekalipun begitu cintaku kepadamu masih seperti dulu… Masih seperti lautan yang tidak pernah kering. Masih seperti angin yang tidak pernah berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya engkau dimuliakan satu hari saja oleh seseorang, niscaya engkau akan balas kebaikannya dengan kebaikan setimpal. Sedangkan kepada ibumu… Mana balas budimu, nak!? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana balasan baikmu! Bukankah air susu seharusnya dibalas dengan air susu serupa?! Akan tetapi kenapa nak! Susu yang Ibu berikan engkau balas dengan tuba. Bukankah Allah ta’ala telah berfirman, &lt;i&gt;“Bukankah balasan kebaikan kecuali dengan kebaikan pula?!”&lt;/i&gt; (QS. Ar Rahman: 60) Sampai begitu keraskah hatimu, dan sudah begitu jauhkah dirimu?! Setelah berlalunya hari dan berselangnya waktu?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wahai anakku,&lt;/i&gt; setiap kali aku mendengar bahwa engkau bahagia dengan hidupmu, setiap itu pula bertambah kebahagiaanku. Bagaimana tidak, engkau adalah buah dari kedua tanganku, engkaulah hasil dari keletihanku. Engkaulah laba dari semua usahaku! Kiranya dosa apa yang telah kuperbuat sehingga engkau jadikan diriku musuh bebuyutanmu?! Pernahkah aku berbuat khilaf dalam salah satu waktu selama bergaul denganmu, atau pernahkah aku berbuat lalai dalam melayanimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, jika tidak demikian, sulitkah bagimu menjadikan statusku sebagai budak dan pembantu yang paling hina dari sekian banyak pembantumu . Semua mereka telah mendapatkan upahnya!? Mana upah yang layak untukku wahai anakku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah engkau berikan sedikit perlindungan kepadaku di bawah naungan kebesaranmu? Dapatkah engkau menganugerahkan sedikit kasih sayangmu demi mengobati derita orang tua yang malang ini? Sedangkan Allah ta’ala mencintai orang yang berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wahai anakku!!&lt;/i&gt; Aku hanya ingin melihat wajahmu, dan aku tidak menginginkan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wahai anakku!&lt;/i&gt; Hatiku teriris, air mataku mengalir, sedangkan engkau sehat wal afiat. Orang-orang sering mengatakan bahwa engkau seorang laki-laki supel, dermawan, dan berbudi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku… Tidak tersentuhkah hatimu terhadap seorang wanita tua yang lemah, tidak terenyuhkah jiwamu melihat orang tua yang telah renta ini, ia binasa dimakan oleh rindu, berselimutkan kesedihan dan berpakaian kedukaan!? Bukan karena apa-apa?! Akan tetapi hanya karena engkau telah berhasil mengalirkan air matanya… Hanya karena engkau telah membalasnya dengan luka di hatinya… hanya karena engkau telah pandai menikam dirinya dengan belati durhakamu tepat menghujam jantungnya… hanya karena engkau telah berhasil pula memutuskan tali silaturrahim?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai anakku, ibumu inilah sebenarnya pintu surga bagimu. Maka titilah jembatan itu menujunya, lewatilah jalannya dengan senyuman yang manis, pemaafan dan balas budi yang baik. Semoga aku bertemu denganmu di sana dengan kasih sayang Allah ta’ala, sebagaimana dalam hadits: &lt;i&gt;“Orang tua adalah pintu surga yang di tengah. Sekiranya engkau mau, maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah!!”&lt;/i&gt; (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku. Aku sangat mengenalmu, tahu sifat dan akhlakmu. Semenjak engkau telah beranjak dewasa saat itu pula tamak dan labamu kepada pahala dan surga begitu tinggi. Engkau selalu bercerita tentang keutamaan shalat berjamaah dan shaf pertama. Engkau selalu berniat untuk berinfak dan bersedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, anakku! Mungkin ada satu hadits yang terlupakan olehmu! Satu keutamaan besar yang terlalaikan olehmu yaitu bahwa Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, &lt;i&gt;“Wahai Rasulullah, amal apa yang paling mulia? Beliau bersabda: “Shalat pada waktunya”, aku berkata: “Kemudian apa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Berbakti kepada kedua orang tua”, dan aku berkata: “Kemudian, wahai Rasulullah!” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah”, lalu beliau diam. Sekiranya aku bertanya lagi, niscaya beliau akan menjawabnya.&lt;/i&gt; (Muttafaqun ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wahai anakku!!&lt;/i&gt; Ini aku, pahalamu, tanpa engkau bersusah payah untuk memerdekakan budak atau berletih dalam berinfak. Pernahkah engkau mendengar cerita seorang ayah yang telah meninggalkan keluarga dan anak-anaknya dan berangkat jauh dari negerinya untuk mencari tambang emas?! Setelah tiga puluh tahun dalam perantauan, kiranya yang ia bawa pulang hanya tangan hampa dan kegagalan. Dia telah gagal dalam usahanya. Setibanya di rumah, orang tersebut tidak lagi melihat gubuk reotnya, tetapi yang dilihatnya adalah sebuah perusahaan tambang emas yang besar. Berletih mencari emas di negeri orang kiranya, di sebelah gubuk reotnya orang mendirikan tambang emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah perumpamaanmu dengan kebaikan. Engkau berletih mencari pahala, engkau telah beramal banyak, tapi engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yang maha besar. Di sampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau mempercepat amalmu. Bukankah ridhoku adalah keridhoan Allah ta’ala, dan murkaku adalah kemurkaan-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku, yang aku cemaskan terhadapmu, yang aku takutkan bahwa jangan-jangan engkaulah yang dimaksudkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya: &lt;i&gt;“Merugilah seseorang, merugilah seseorang, merugilah seseorang”, dikatakan, “Siapa dia,wahai Rasulullah?, Rasulullah menjawab, “Orang yang mendapatkan kedua ayah ibunya ketika tua, dan tidak memasukkannya ke surga”.&lt;/i&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku… Aku tidak akan angkat keluhan ini ke langit dan aku tidak adukan duka ini kepada Allah, karena sekiranya keluhan ini telah membumbung menembus awan, melewati pintu-pintu langit, maka akan menimpamu kebinasaan dan kesengsaraan yang tidak ada obatnya dan tidak ada dokter yang dapat menyembuhkannya. Aku tidak akan melakukannya, Nak! Bagaimana aku akan melakukannya sedangkan engkau adalah jantung hatiku… Bagaimana ibumu ini kuat menengadahkan tangannya ke langit sedangkan engkau adalah pelipur laraku. Bagaimana Ibu tega melihatmu merana terkena do’a mustajab, padahal engkau bagiku adalah kebahagiaan hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunlah Nak! Uban sudah mulai merambat di kepalamu. Akan berlalu masa hingga engkau akan menjadi tua pula, dan al jaza’ min jinsil amal… “Engkau akan memetik sesuai dengan apa yang engkau tanam…” Aku tidak ingin engkau nantinya menulis surat yang sama kepada anak-anakmu, engkau tulis dengan air matamu sebagaimana aku menulisnya dengan air mata itu pula kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wahai anakku,&lt;/i&gt; bertaqwalah kepada Allah pada ibumu, peganglah kakinya!! Sesungguhnya surga di kakinya. Basuhlah air matanya, balurlah kesedihannya, kencangkan tulang ringkihnya, dan kokohkan badannya yang telah lapuk.Anakku… Setelah engkau membaca surat ini,terserah padamu! Apakah engkau sadar dan akan kembali atau engkau ingin merobeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Wassalam,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ibumu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;a href="http://salafiyunpad.wordpress.com" target="new"&gt;"http://salafiyunpad.wordpress.com/"&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-423389995530222536?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/423389995530222536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/kutitip-surat-ini-untukmu.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/423389995530222536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/423389995530222536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/kutitip-surat-ini-untukmu.html' title='Kutitip Surat Ini Untukmu'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-2638807637655528643</id><published>2009-02-11T23:19:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T20:21:06.371-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Valentine Hari Kasih Yang Semu</title><content type='html'>Memasuki bulan februari di Negara islam terbesar (Indonesia) yang berpenduduk ± 220 juta jiwa, mayoritasnya menganut agama islam ada suatu pemandangan yang menimbulkan tanda tanya besar bagi setiap muslim. Toko-toko swalayan menyediakan; bunga- bunga berwarna merah, kartu-kartu ucapan selamat yang umumnya berlogo cheo pad (dewa cinta dalam keyakinan romawi kuno), hotel-hotel dan restoran mewah menyediakan paket valentine, siaran radio dan televisi disusun sedemikian rupa untuk memeriahkan hari valentine yang jatuh pada tanggal 14 februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini tradisi islam? Kalau tidak,kenapa orang yang mengaku dirinya beragama islam ikut merayakannya? Lalu apa solusinya sehingga umat mayoritas tidak mengekor kepada umat minoritas? Uraian berikut mungkin dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.&lt;br&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Sejarah hari valentine&lt;/u&gt;:&lt;br /&gt;Beberapa referensi menjelaskan bahwa hari valentine adalah hari kasih sayang bangsa romawi yang menganut Animisme yang dirayakan semenjak 17 abad yang silam, sebagai ungkapan kasih sayang dewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan ini berasal dari sebuah legenda bahwa Romelius pendiri kota Roma disusui oleh seekor serigala sehingga ia tumbuh menjadi orang yang berbadan kuat dan berakal cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bangsa Romawi mengabadikan peristiwa tersebut pada pertengahan bulan Februari dengan prosesi perayaan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Seekor anjing dan domba disembelih,lalu dipilih dua orang perjaka yang berbadan tegap untuk dilumuri tubuhnya dengan darah anjing dan domba.Setelah dilumuri darah anjing dan domba mereka dimandikan dengan air susu.Lalu diarak keseluruh penjuru kota sambil memegang cambuk yang terbuat dari kulit.Di sepanjang jalan para wanita romawi menyambut hangat lesatan cambuk ke tubuhnya,karena diyakini berkhasiat menyembuhkan penyakit dan mudah mendapat keturunan".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Hubungan Valentine dengan perayaan di atas&lt;/u&gt;:&lt;br /&gt;Valentine adalah nama seorang penganut Kristen yang dibunuh oleh Claudius pada tahun 296 M. melalui sebuah penyiksaan karena dia pindah agama dari seorang penganut Animis Romawi menjadi seorang Kristiani. Setelah bangsa Romawi memeluk agama Kristen mereka tidak membuang tradisi Animis tersebut tetapi menggantinya dengan memperingati hari kematian Valentine sebagai tokoh penyebar cinta dan damai dan prosesi peringatannya dimodifikasi menjadi:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Mereka membuat sebuah perkumpulan massa, lalu menulis nama-nama wanita yang telah memasuki umur nikah pada lembar kertas, lalu digulung. Kemudian dipanggil seorang pemuda untuk mengambil satu kertas dan membukanya. Nama wanita yang tertulis dikertas tersebut akan menjadi pasangannya selama setahun, andai setelah satu tahun hidup bersama tanpa nikah mereka merasa serasi mereka melanjutkannya dengan pernikahan. Andai tidak ada keserasian maka pada hari valentine tahun mendatang mereka berpisah".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan ini ditentang oleh para tokoh agama saat itu dan mereka mengeluarkan larangan memperingatinya karena dianggap merusak akhlak para pemuda dan pemudi. Tidak ada informasi yang jelas tentang siapa yang menghidupkan kembali tradisi ini. Beberapa cerita mengungkapkan bahwa di Inggris orang-orang memperingatinya sejak abad XV M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap seorang muslim terhadap hari valentine:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dari asal-usulnya kita ketahui bahwa perayaan hari valentine adalah suatu upacara suci orang-orang Romawi yang Animis sebagai ungkapan cinta kepada dewa mereka. Tradisi ini adalah tradisi syirik tak ubahnya bagaikan ritual orang-orang Arab penyembah berhala mengungkapkan cinta berhala yang berada di sekeliling Ka'bah dengan cara mengelilinginya dalam keadaan telanjang tanpa memakai sehelai benangpun sambil bertepuk tangan dan bersiul, sebagaimana yang Allah jelaskan:&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;br /&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;وَمَا كَانَ صَلاَتُھُمْ عِنْدَ البَيْتِ إِلاَّ مُكَاءً وَتَصْدِيَةً فَذُوْقُوْا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;العَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan.Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu"&lt;/i&gt;.(Q.S. Al Anfaal: 35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tradisi ini dihapus Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam setelah menaklukkan kota Mekkah dan membersihkannya dari kesyirikan, dan Allah mengancam orang-orang yang melakukannya dengan siksaan yang pedih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian umat kristen Romawi mengadopsi tradisi ini dengan merayakan kematian Valentine sebagai lambang penebar cinta dan damai, akan tetapi itu cuma slogan karena prosesi perayaannya tak lebih dari kesempatan mencari pasangan haram untuk setahun kedepan bagaikan kucing yang mencari pasangannya untuk musim kawin di bulan Februari. Dan ini bertentangan dengan ajaran Kristen sehingga para pendeta melarangnya. Wahai umat islam sadarlah! perayaan valentine adalah bid'ah dalam agama Kristen dan dilarang untuk dirayakan pada awal masanya oleh para pendeta. Kenapa anda mau menghidupkannya kembali? Sungguh para pendeta tersebut lebih berakal daripada orang yang mengaku islam akan tetapi ikut merayakannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagain besar umat islam yang ikut merayakan valentine dengan saling berkirim kartu ucapan valentine atau menghadiahkan bunga mawar atau saling berkirim surat cinta atau ikut mengadakan atau hanya sekedar menghadiri acaranya. Umumnya mereka mengajukan alasan sebagai berikut:&lt;/li&gt;&lt;br&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Para pemuda-pemudi beralasan bahwa mereka hanya memanfaatkan kesempatan&lt;br /&gt;valentine untuk mencari pasangan hidup yang setia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Para pria dan wanita yang sudah berumah tangga beralasan bahwa hari valentine adalah kesempatan untuk melanggengkan rumah tangga dengan saling mengungkapkan rasa cinta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang-orang yang memiliki teman sejawat, sekantor, seprofesi yang beragama Kristen beralasan bahwa hari valentine adalah kesempatan untuk mempererat hubungan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang mereka ajukan laksana menegakkan benang basah, sadar ataupun tidak mereka termasuk dalam ancaman sabda Nabi:&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;&lt;br /&gt;مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَُهُوَ مِنْھُمْ&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;"Barang siapa yang meniru tradisi suatu kaum maka dia dia adalah bagian dari kaum tersebut"&lt;/i&gt;. (H.R. Ahmad.)&lt;br /&gt;Maka orang islam yang ikut memeriahkan hari valentine sesungguhnya dia adalah bagian dari umat Nasrani atau bagian dari kaum Animis romawi kuno –na'uzubillah-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Untuk para pemuda dan pemudi islam yang kehilangan jati diri!&lt;/b&gt; perayaan valentine bukanlah hari baik untuk mencari jodoh, karena ia merupakan perayaan syirik, walaupun anda mendapatkan pasangan setia saat itu di dunia sungguh dia bukan pasangan anda sejati, apalagi nanti di akhirat (mungkin juga di dunia) anda dan dia akan saling bermusuhan, karena pasangan yang sejati adalah pasangan yang bertakwa dan orang–orang bertakwa tidak akan mau menghadiri perayaan syirik semacam itu.&lt;br /&gt;Allah ta'ala berfirman:&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;الأَ خِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa"&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;(Q.S. Az Zukhruf :67)&lt;br&gt;&lt;b&gt;Untuk Pasutri muslim yang lentera cintanya mulai redup!&lt;/b&gt; Memanfaatkan kesempatan syirik hanya akan memadamkan lentera cinta anda yang mulai redup dan akan menyulut api yang akan membakar rumahtangga anda.&lt;br&gt;&lt;b&gt;Untuk muslim dan muslimat yang tidak kenal lawan dan kawan!&lt;/b&gt; Allah tidak melarang anda untuk berteman dengan orang diluar islam, akan tetapi Allah melarang anda menaruh rasa cinta terhadap mereka dan lebih parah lagi jika anda mengungkapkannya dalam bentuk berkirim kartu atau hadiah di kesempatan syirik itu. Allah ta'ala berfirman:&lt;br&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; فِي قُلُوبِهِمُ الإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلاَ إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ&lt;br /&gt;&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;"Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, Sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka Itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka Itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung"&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Realita banyaknya umat islam yang ikut merayakan hari kasih- sayang ini sangat mengherankan padahal dalam agama islam telah menjelaskan secara lengkap tentang cara memelihara dan menuai cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta kepada sesama muslim dan muslimat. Mereka bagaikan 'Bani Israel' yang menukar makanan dari langit dengan ketimun, bawang putih, kacang adas, dan bawang merah, sungguh barter yang sia-sia. Cinta dalam islam merupakan salah satu pilar penting dalam beribadah, ibadah yang tidak didasari rasa cinta akan terasa hampa. Sedangkan ungkapan cinta kepada Allah dapat dipupuk dengan hal-hal berikut:&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam :&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt; ...قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) &lt;u&gt;mencintai&lt;/u&gt; Allah, ikutilah Aku". (Q.S. Ali Imran: 31 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Melakukan amalan fardhu dan sunat, Nabi saw. bersabda:&lt;br&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;&lt;br /&gt;وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَیْهِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ،&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا،&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِيْ أَعْطَیْتُهُ،&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِيْ لَأُعِیْذَنَّهُ&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;" Dan tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih &lt;u&gt;Kucintai&lt;/u&gt; daripada perbuatan yang telah Kuwajibkan dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan melaksanakan amalan-amalan sunah hingga Aku &lt;u&gt;mencintainya&lt;/u&gt;, maka apabila Aku telah &lt;u&gt;mencintainya&lt;/u&gt; Aku menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengan pendengaran tersebut, Aku menjadi penglihatannya yang ia melihat dengan penglihatan tersebut, Aku menjadi tangannya yang ia bekerja dengan tangan tersebut, dan Aku menjadi kakinya yang ia berjalan dengan kaki tersebut. Andai ia minta kepada-Ku niscaya Aku beri, dan andai ia minta perlindungan-Ku, akan Kuberi”&lt;/i&gt;.(HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Sering membaca Al quran, dalam sebuah hadist Nabi: Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam mengutus seorang lelaki memimpin sebuah ekspedisi, dia selalu membaca sebuah (surat) ketika shalat mengimami para pasukannya dan menutup bacaannya dengan [قُل هو اللَّه أحد ] , tatkala mereka kembali, mereka menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam, Ia bersabda, "Tanyakan padanya, kenapa ia melakukan hal tersebut? lalu mereka bertanya kepadanya, Ia berkata: “Karena surat tersebut (Al Ikhlash) menjelaskan sifat Ar Rahman, maka saya sangat cinta untuk membacanya,” lalu Rasulullah bersabda: “Beritahu dia bahwa Allah ta`ala mencintainya.” (Muttafaq ’alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Mengucapkan assalamu'alaikum saat bertemu atau masuk rumah, sabda Nabi saw. :&lt;br /&gt;“Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling &lt;u&gt;mencintai&lt;/u&gt;, maukah aku tunjukkan kalian tentang suatu hal jika kalian melakukannya, kalian akan saling mencintai, tebarkan salam di antara kalian”. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Saling mengunjungi, sabda Nabi:&lt;br /&gt;“Seorang lelaki menziarahi saudaranya di kampung lain, lalu Allah mengutus seorang malaikat mengawasi perjalanannya, tatkala ia sampai di kampung tersebut, malaikat berkata : “Mau kemanakah engkau?”, ia berkata : “Aku ingin mendatangi saudaraku di kampung ini”, malaikat berkata : “Apakah engkau mengunjunginya karena ingin mendapatkan manfaat duniawi?”, ia berkata : “Tidak, hanya karena aku mencintainya karena Allah”, malaikat berkata : “Sungguh aku adalah utusan Allah kepadamu bahwasanya Allah telah &lt;u&gt;mencintaimu&lt;/u&gt; seperti engkau mencintai si fulan karena-Nya”. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Ungkapkan rasa cinta anda kepadanya dengan ucapan: " Aku mencintaimu karena Allah" dan yang diberi ucapan harus menjawab," semoga Allah mencintaimu". Sabda Nabi:&lt;br /&gt;“Ada seorang lelaki di sisi Nabi shallallahu `alaihi wasallam, lalu seorang lelaki lewat maka yang di sisi Nabi berkata: “Wahai Rasulullah, sungguh aku &lt;u&gt;mencintai&lt;/u&gt; orang ini”, Nabi shallallahu `alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Apakah engkau telah memberitahukannya?”, ia berkata : “Tidak”, ia bersabda : “Beritahu dia”, lalu ia menyusul orang tersebut dan berkata : “Sesungguhnya aku &lt;u&gt;mencintaimu&lt;/u&gt; karena Allah”, lalu ia menjawab : “Semoga Zat yang engkau &lt;u&gt;mencintaiku&lt;/u&gt; karena-Nya &lt;u&gt;mencintaimu&lt;/u&gt;”. (HR Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana tips di atas anda ikuti dan laksanakan dengan seksama niscaya anda akan terlepas dari belenggu cinta terhadap yang fana (binasa) berganti dengan cinta kepada Dzat yang Baqa' (kekal) yang menentramkan jiwa dan raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang saling bercinta karena-Nya yang nanti dijanjikan Allah mendapat naungan &lt;i&gt;'Arsy&lt;/i&gt; di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya marilah kita menadahkan tangan berdoa kepada Allah dengan doa sya'ir cinta yang pernah dilantunkan oleh Nabi Daud dan Nabi Muhammad shallallahu `alaihim wasallam :&lt;br&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#FFFFFF"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالْعَمَلَ الَّذِيْ يُبَلِّغُنِيْ إِلىَ حُبِّكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِيْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَهْلِيْ وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu untuk mencintai-Mu dan mencintai orang yang mencintai-Mu, dan amalan yang menyampaikan kepada cinta-Mu, ya Allah, jadikanlah mencintai-Mu lebih kucintai daripada diriku, keluargaku, dan air yang sejuk)”&lt;/i&gt;. (HR. Tarmizi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Disusun Oleh&lt;/b&gt;: Erwandi Tarmizi. MA, &lt;b&gt;Murajaah&lt;/b&gt; : Abu Ziyad&lt;/i&gt; (www.islamhouse.com)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-2638807637655528643?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/2638807637655528643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/valentine-hari-kasih-yang-semu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/2638807637655528643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/2638807637655528643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/valentine-hari-kasih-yang-semu.html' title='Valentine Hari Kasih Yang Semu'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-3960481382298111605</id><published>2009-02-10T21:21:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T05:01:02.493-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download'/><title type='text'>Software Kitab Kuning</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SZO2J9HXVjI/AAAAAAAAAFk/MIBpiZ15g8s/s1600-h/Makrabah.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 239px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SZO2J9HXVjI/AAAAAAAAAFk/MIBpiZ15g8s/s320/Makrabah.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301781468485735986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kitab Kuning&lt;/i&gt; dalam lingkungan Pesantren ataupun dalam dunia pendidikan yang bernuansakan Islam tidak asing lagi. Memiliki banyak kitab merupakan suatu kebanggaan khusus, sampai-sampai saya pernah berangan-angan :d ingin memiliki semua kitab kuning :D . Namun keterbatasan dana, impian tinggallah impian yang terkubur dalam benak pikiran..!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Al-Umm, I'anatuh Thalibin, Fathul Wahhab, Fathul Mu'in, Asnal Mathalib, Al-Majmu', Raudlatuth Thalibin, Hasyiah Qalyubi wa Umairah, Tafsir Thobary, Kitab Shohih Bukhori, Shohih Muslim,Ihya Ulumiddin, Riyadlush Shalihin, Al-Kabair, Al-Futuhatul Makiyyah, Qutul Qulub, Al-Risalatul Qusyairiyyah, Al-Adzkar,&lt;/i&gt;dll, inilah sederetan kitab-kitab kuning yang dulu menjadi impianku.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Software Kitab kuning ini sebenarnya sudah lama beredar di internet dan sudah pernah aku posting di &lt;a href="http://www.tremas.net/forum/index.php?PHPSESSID=79c0cbdee13fcb49766f056a9ea8a4e6&amp;topic=118.0" target="new"&gt;http://tremas.net/forum&lt;/a&gt;. Demi eksisnya blog ini serta niat HPK Menjadikan Insan Yang Pintar dan Benar :1: maka aku sengaja memosting kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Software gratis ini bernama &lt;i&gt;Maktabah Syamilah&lt;/i&gt;..untuk download software ini serta keterangan detailnya ada disini :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.shamela.ws/" target="new"&gt;http://www.shamela.ws/&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.almeshkat.com/books/" target="new"&gt;http://www.almeshkat.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://www.almaktba.com/" target="new"&gt;http://www.almaktba.com/&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;a href="http://nunihon.org/DownloadNU/CDKitab1/" target="new"&gt;http://nunihon.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik dibawah ini untuk lebih jelasnya :&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;input style="margin:0px;padding:0px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = '';this.innerText = ''; this.value = 'Sembunyikan'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Tampilkan'; }" type="button" value="Tampilkan" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border: 1px solid #000000; margin: 10px auto; padding: 0px; background: #333333 none repeat scroll 0% 0%; width: 400px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;Software ini berukuran 789Mb bukan ukuran yang sedikit, walaupun kita memakai software bantuan seperti Download Accelerator (DAP), Free Download Manager (FDM), Mass Downloader atau pun Internet Download Manager (IDM) tetap saja bukan ukuran yang kecil. Dari pengalaman saya, ketika saya mendownload software itu butuh kurang lebih 1 ½ jam itupun malam hari :) biar kencang larinya :D. Alhamdulillah downloadnya selesai alias nggak error, tapi setelah saya instal Masya Allah...error man...pusing n capek deh :# :c. Namun dengan semangat juang 45 yang berkobar serta impian yang belum terealisasi, melalui "Paman Google.com aku dapatkan solusinya. Klik dibawah ini kalau mau tau solusinya. :D&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;input style="margin:0px;padding:0px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = '';this.innerText = ''; this.value = 'Sembunyikan'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Tampilkan'; }" type="button" value="Tampilkan" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border: 1px solid #000000; margin: 10px auto; padding: 0px; background: #FFFFFF none repeat scroll 0% 0%; width: 350px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;Inilah Solusinya : untuk mengantisipasi hal diatas memang baiknya sih beli CD nya...tapi ada alternatif lain yang menurut saya praktis dan tidak terlalu banyak memakan memory...download aja programnya disini &lt;a href="http://shamela.ws/downloads/e-shamela.rar" target="new"&gt;&lt;font color="#99FF00"&gt;&lt;b&gt;Download&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/a&gt; Besar file ini cuman 17 MB, kalau cuman 17 MB dalam mendownload atau instalannya error nggak bakalan bikin rambut :# :r.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;Setelah anda download, filenya di extract lalu download satu atau dua kitab sebagai percobaan. Klo mau tau cara meng Enable Arabic pada Windows dan cara memasukkan kitab ke Maktabah Syamilah. Silahkan Klik di bawah ini :&lt;br&gt;&lt;span&gt;&lt;div&gt;&lt;input style="margin:0px;padding:0px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = '';this.innerText = ''; this.value = 'Tutup'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Enable Arabic'; }" type="button" value="Enable Arabic" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border: 1px solid #000000; margin: 10px auto; padding: 0px; background: #333333 none repeat scroll 0% 0%; width: 400px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;Dalam penjelasan saya nanti mungkin kurang detail sehingga teman-teman masih kebingungan, maklum belajarnya otodidak serta dari pengalaman doank :D.&lt;br /&gt;Sebelum anda menginstal program Maktabah Syamilah, pastikan komputer anda Arabicnya sudah di enable, kalau belum ikutin langkah-langkah di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Perbanyaklah ber do'a :y biar diberi kemudahan. :)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masukkan CD Windows kedalam CDRoom&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik "Star" --&gt; "Control Panel" --&gt; "Date, Time, Language and Regional options&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muncul kolom yang terdiri Regional options, Languages dan Advanced. Pilih Languages; supplemental lenguage supportnya dicentangi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik Advanced, pilih bahasa Arab(Egypt)atau yang lain. yang penting bernuansakan arab.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tekan OK&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br&gt;&lt;div&gt;&lt;input style="margin:0px;padding:0px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = '';this.innerText = ''; this.value = 'Tutup'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Lihat Gambar'; }" type="button" value="Lihat Gambar" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border: 1px solid #000000; margin: 10px auto; padding: 0px; background: #333333 none repeat scroll 0% 0%; width: 400px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/tho_phan00/Trik/1.png"&gt;&lt;br&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/tho_phan00/Trik/2.png"&gt;&lt;br&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/tho_phan00/Trik/3.png"&gt;&lt;br&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/tho_phan00/Trik/4.png"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Tunggu beberapa saat, jernihkan pikiran, tarik nafas dalam-dalam, yang merokok bakar dulu rokoknya :D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meng-Enable Arabic sudah selesai, mekarkan Program Maktabah Syamilah dari sarangnya lalu instal jangan lupa donwload satu atau dua kitab kuning. Lalu ikuti petunjuk dibawah ini yang saya dapatkan dari silaturrohim saya ke rumah &lt;a href="http://www.ahmadzainuddin.com" target="new"&gt;http://www.ahmadzainuddin.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;CARA IMPORT FILE KE MAKTABAH SYAMILAH&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br&gt;&lt;span&gt;&lt;div&gt;&lt;input style="margin:0px;padding:0px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = '';this.innerText = ''; this.value = 'Tutup'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Import File'; }" type="button" value="Import File" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border: 1px solid #000000; margin: 10px auto; padding: 0px; background: #333333 none repeat scroll 0% 0%; width: 400px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;1. Import File&lt;br /&gt;Tujuannya adalah di jendela ini kita bisa memasukkan file teks dan juga memasukkannya ke daftar kitab yang ada dalam program ini (maksudnya kitab yang kita masukkan akan terbaca oleh system program Al-Maktabah Al-Syamilah.&lt;br /&gt;Secara umum : jendela ini bekerja seperti program microsoft word dalam megimport file-file teks, oleh karenanya kita bisa memasukkan file apa saja yang bisa dibaca oleh microsoft seperti :&lt;br /&gt;• File-file teks : txt, rtf, wri.&lt;br /&gt;• File-file word : doc, dot.&lt;br /&gt;• Halaman web : htm, html, shtml, php, asp dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap file yang tidak bisa dibaca oleh program microsoft word maka tidak bisa dimasukkan/diimport ke program ini dengan sukses, pada akhirnya error dan jendela ini harus ditutup dan tidak boleh mengaktifkan file yang ingin dimasukkan ketika diimport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jendela layanan ini juga dipakai untuk mengimport buku elektronik (ebook) yang dikeluarkan program Al-Maktabah Al-Syamilah ini, yang biasanya berbentuk file khusus yaitu bok, ini tentunya tidak butuh program microsoft word untuk memasukkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya :&lt;br /&gt;Klik menu file khodamat .. import file [ خدمات ... استيراد ملفات ]&lt;br /&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SZPFZ5eFt4I/AAAAAAAAAFs/B-Yi8v8X9w8/s320/5.png"/&gt;&lt;br /&gt;Keterangan toolbars :&lt;br /&gt;• Bagian atas jendela ini mirip Windows Explorer dan anda bisa memilih file-file dan folder kitab dari komputer anda.&lt;br /&gt;• Kumpulan tombol ini bisa anda manfaatkan untuk pindah ke atasnya, Folder My Documents, My Computer dan Desktop.&lt;br /&gt;• Anda bisa langsung menyeret / klik &amp; drag file atau folder dari daftar folder yang ada sebelah kiri atau dari windows explorer sebelah kanan ke daftar sebelah bawah untuk diimport ke program, anda bisa menarik file-file dan folder dari My Computer secara langsung, atau bahkan anda bisa memakai find/search (mencari) file dalam komputer misalnya cari setiap file yang mengandung kata aqidah, kemudian anda tarik dari jendela hasil pencarian kemudian anda arahkan ke daftar sebelah bawah untuk diimport.&lt;br /&gt;Anda juga bisa membuka file yang dibuka dengan program winrar/winzip misalnya, kemudian anda masukkan langsung dari winrar ke kotak daftar import.&lt;br /&gt;• Bila anda menarik folder kemudian anda letakkan di kotak daftar import maka seluruh isi folder dan file-filenya akan masuk dan diimport ke dalam program semua.&lt;br /&gt;• Anda bisa menarik file dan folder apa saja kemudian anda letakkan di kotak daftar import bahkan bila ada file yang tidak bisa diimportpun bisa ikut namun tidak akan bisa masuk ke program kecuali file-file yang telah anda pilih dalam pilihan sperti di gambar ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa menaruh satu folder penuh berikut isinya di kotak import sedangkan anda tetap merasa tenang karena yang masuk nantinya hanya file yang telah anda pilih.&lt;br /&gt;• Setelah anda taruh file yang anda inginkan di kotak itu anda bisa merapikan atau mengaturnya dengan tombol atas bawah yang nantinya akan diimport sesuai urutan tadi.&lt;br /&gt;• Anda juga bisa menghapus file yang tida anda inginkan dengan tombol del tombol ini akan menghapus file dari daftar kotak saja bukan dari komputer anda.&lt;br /&gt;• Anda bisa mengkosongkan kotak daftar import dengan tombol ini .&lt;br /&gt;• Bila anda ingin mengetahui isi file anda bisa buka dengan klik dua kali maka akan terbuka file tersebut dan bisa anda baca isinya.&lt;br /&gt;• Tombol ini memungkinkan bagi anda untuk menulis ibarat tertentu di katalog kitab untuk file yang telah anda import. Misalnya : bila anda memasukkan 100 file buku yang anda download dari maktabah Misykat, anda bisa menambah ibarat ini :&lt;br /&gt;http://www.almeshkat.net[ مصدر الكتاب : مكتبة مشكاة]&lt;br /&gt;Maka info ini akan masuk ke seluruh katalog kitab-kitab itu, daripada kita menulisnya secara manual di tiap kitab.&lt;br /&gt;• Tentukan pilihan import sesuai keinginan anda :&lt;br /&gt;* الأصغر أولا : Yang kecil dulu, terkadang proses import itu error atau berhenti ditengah jalan, ini disebabkan file-file yang diimport berkapasitas besar, maka bila anda mengaktifkan pilihan ini program akan mengabaikan urutan daftar yang ada (yang telah anda urutkan sebelumnya) menjadi urutan file dari yang berkapasitas kecil dahulu kemudian file yang lebih besar.&lt;br /&gt;File yang telah masuk akan hilang dari daftar kotak import, maka apabila proses error, file yang belum masuk otomatis masih ada di daftar kotak dan anda bisa ulangi lagi klik tombol import&lt;br /&gt;{Pilihan ini hanya berlaku disini untuk file yang bisa dibawa word dan ebook, adapaun pilihan lainnya –&lt;br /&gt;نسخة المرفقات - حذف الملفات - فاصل الصفحات – سريع&lt;br /&gt;Hanya aktif pada file-file word namun tidak berpengaruh pada file ebook (bok)}&lt;br /&gt;* نسخة المرفقات : menyimpan dengan satu copy file yang telah diimport, dalam lampiran kitab. Untuk mengetahui apa itu lampiran silahkan lihat keterangan di jendela option.&lt;br /&gt;* (بعد استيرادها  حذف الملفات : hati-hati dengan pilihan ini, file anda akan terhapus dari hard disk, namun masih bisa dilacak di Recycle Bin dan dikembalikan. Disarankan menyimpan satu salinan file asli dan jangan menghapusnya kecuali telah sukses proses importnya. Perlu diingat juga bahwa program tidak menerima file bentuk gambar apapun, program hanya menerima file bentuk teks. Adapun file dalam bentuk tabel juga tidak diterima.&lt;br /&gt;* فاصل الصفحات (Pemisah Halaman) : layanan ini penting sekali dalam banyak hal, ketentuan paten dalam import file adalah setiap halaman akan memuat 1000 huruf dan otomatis terbagi dalam perhalaman. Ini bisa anda tentukan di jendela pilihan program [ خيارات البرنامج ]. Tentunya pembagian tidak dilakukan oleh system di tengah kata, namun akan terbagi setelah baris baru. Semua ini otomatis.&lt;br /&gt;* سريع(Cepat) : import cepat sesuai untuk kitab yang banyak, disini import catatan kaki akan berjalan lancar masuk program yang nantinya akan tampak dibawah halaman secara terpisah, simbol yang sering dipakai juga bisa masuk lancar seperti :&lt;br /&gt;- صلى الله عليه وسلم - و - رضي الله عنه -&lt;br /&gt;hal seperti ini akan berubah seperti biasanya dalam teks, namun rosm 'Utsmany kadang tidak tampak sesuai yang dikehendaki, kadang yang tidak tampak satu huruf atau lainnya.&lt;br /&gt;Apabila anda menghilangkan centang di kotak sarii' سريع maka simbol khot seperti Aga Arabesque dan Aga Arabesque akan nampak lancar, begitu juga rosm 'Utsmany.&lt;br /&gt;شِعر * (Syi'ir) : ketika ada syi'ir (syair) di file yang akan dimasukkan dalam format tabel… terkadang masuk dalam program menjadi salah letak, ini akibat dari arah tabel (kanan kirinya terbalik) lebih baik kita masukkan sesuai konteksnya (default). Bila proses import tidak sesuai dengan yang dimaui coba pilih import dengan ( كما هو ) أو ( معكوس ) salah satunya insya Allah akan berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Setelah anda tentukan pilihan dan file yang akan anda import sekarang tentukan bagian/kelompok kitab tersebut di tempat yang memang khusus untuknya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Terakhir tekan tombol import untuk memulai proses import file.&lt;br /&gt;• Apabila anda ingin menghentikan proses import tekan tombol ini namun ini tidak menghentikan proses secara langsung, tetapi satu file kitab selesai diimport dahulu baru kemudian berhenti (file berikutnya menunggu perintah anda).&lt;br /&gt;Catatan Lain :&lt;br /&gt;• Jendela ini butuh program microsoft word untuk mengimport file-file teks, apabila komputer anda belum ada program tersebut anda harus menginstallnya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;• Untuk mengimport kitab ke program ini harus dilakukan di hard disk dan bukan di CD atau DVD yang tidak bisa ditambahi filenya.&lt;br /&gt;• Terkadang saat proses import kemudian anda mencoba untuk bekerja di lain program akan muncul dialog berikut :&lt;br /&gt;Artinya program ini tidak akan berjalan sampai proses import selesai, jadi anda diminta untuk menunggu proses ini dan jangan menjalankan program lain, pilihan yang tepat adalah anda klik Retry, kemudian sabar menunggu hingga selesai, bila anda memilih Switch maka anda telah menggagalkan import.&lt;br /&gt;Disarankan jangan mengaktifkan program lain bila komputer anda hanya mempunyai memory ram yang minim, namun bila memory anda lebih dari 512 MB dan procecor anda sudah dual core maka hal ini bukan masalah bagi anda.&lt;br /&gt;Begitu juga masalah kapasitas hard disk haruslah memang memadai misal diatas 20 GB dan sisanya lebih dari 2 GB.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;Semoga sukses sehingga bisa menikmati program ini. برك الله&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-3960481382298111605?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/3960481382298111605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/software-kitab-kuning.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/3960481382298111605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/3960481382298111605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/software-kitab-kuning.html' title='Software Kitab Kuning'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SZO2J9HXVjI/AAAAAAAAAFk/MIBpiZ15g8s/s72-c/Makrabah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-5704656741636961409</id><published>2009-02-10T00:29:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T09:26:43.504-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Qur&apos;an'/><title type='text'>Nama-Nama Al-Qur'an</title><content type='html'>Allah memberi nama bagi kalam-Nya yang telah diwahyukan kepada Muhammad saw. dengan sebutan al-Quran yang berarti  “bacaan” . Hal ini merupakan kesepakatan para ahli tafsir dengan berlandaskan pada surah al-Israa' ayat 88:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;قُلْ لَّئِنِ اجْتَمَعْتِ الْإِنسُ والْجِنُّ علَى أَن يَأتُوْا بِمِثْلِ&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;هذَا القُرْءانِ لاَ يَأتُونَ بِمِثْلِهِ، وَلَوْكَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيْرًا&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Artinya : Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli tafsir tidak hanya memiliki landasan pada satu ayat saja, pendapat mufassir juga dikuatkan dengan ayat-ayat yang terdapat pada surah al-Baqarah ayat 85;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;ثُمَّ أَنتُمْ هَـٰؤُلَاءِ تَقْتُلُونَ أَنفُسَكُمْ وَتُخْرِجُونَ فَرِيقًا مِّنكُم مِّن دِيَارِهِمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; تَظَاهَرُونَ عَلَيْهِم بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَإِن يَأْتُوكُمْ أُسَارَىٰ تُفَادُوهُمْ وَهُوَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; مُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ إِخْرَاجُهُمْ ۚ أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَمَا جَزَاءُ مَن يَفْعَلُ ذَ‌ٰلِكَ مِنكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰ أَشَدِّ الْعَذَابِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Artinya: “Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, Padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah Balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;surah al-Hijr ayat 87;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Artinya: “Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;surah Thaahaa ayat 2;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;مَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Artinya: “Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain nama alqur’an Allah juga memberikan nama bagi kitabnya itu dengan sebutan , diantaranya:&lt;br /&gt;• Alkitab atau &lt;i&gt;kitabullah&lt;/i&gt;, sebagaimana yang disebutkan pada surah al-Baqarah ayat 2:&lt;br&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;ذَ‌ٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Artinya : “ Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Alfurqaan yang berarti &lt;i&gt;“pembeda”&lt;/i&gt; yang membedakan antara yang benar dan yang bathil. Nama Alfurqan ini disebutkan dalam surah al-Furqaan ayat 1:&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Artinya : “Maha Suci Allah yang Telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Adzzikr artinya &lt;i&gt;“peringatan”&lt;/i&gt; sebagaimana yang disebutkan pada surah al Hijr ayat 9 :&lt;br&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Artinya :  “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: "Hasil Persentasi Saudara &lt;b&gt;Muhammad Anwar (HPK-07)&lt;/b&gt;"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-5704656741636961409?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/5704656741636961409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/nama-nama-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/5704656741636961409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/5704656741636961409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/nama-nama-al-quran.html' title='Nama-Nama Al-Qur&apos;an'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-4885958904078443350</id><published>2009-02-09T20:58:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T06:45:46.006-08:00</updated><title type='text'>Situs UIN/IAIN/STAIN</title><content type='html'>Buat teman-teman yang ingin silaturrohim ke web UIN/IAIN/STAIN yang bertebaran di pelosok Nusantara :), ini aku kasih alamatnya. Mohon maaf klo ada yang belum terpasang alamatnya, soalnya dari hasil survei di mbah google :D, masih banyak yang belum mempunyai web di tambah lagi mata ini sudah tidak bisa di ajak bersahabat :s.&lt;br/&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;table border="1" cellpadding="1" cellspacing="1" &gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;No&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Nama&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Kota&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Propinsi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;1.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://www.uinjkt.ac.id" target="new"&gt;UIN Syarif Hidayatullah&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jakarta Selatan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;DKI Jakarta&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;2.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://www.uin-suka.ac.id" target="new"&gt;UIN Sunan Kalijaga&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sleman&lt;/td&gt;&lt;td&gt;D.I Yogyakarta&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;3.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://www.uin-alauddin.ac.id" target="new"&gt;UIN Alauddin&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Makassar&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sulawesi Selatan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;td&gt;4.&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://www.uin-malang.ac.id" target="new"&gt;UIN Malang&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Malang&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jawa Timur&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;td&gt;5.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://www.uin-alauddin.ac.id" target="new"&gt;UIN Sultan Syarif Kasim&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Pekanbaru&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Riau&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;td&gt;6.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://www.uin-alauddin.ac.id" target="new"&gt;IAIN Ar-Raniry&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Kota Banda Aceh&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Naggroe Aceh Darussalam&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;td&gt;7.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://www.uin-alauddin.ac.id" target="new"&gt;IAIN Antasari&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Banjarmasin&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Kalimantan Selatan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;td&gt;8.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://www.iainjambi.com" target="new"&gt;IAIN Sulthan Thaha Saifuddin&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jambi&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jambi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;td&gt;9.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://www.walisongo.ac.id" target="new"&gt;IAIN Walisongo&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Semarang&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jawa Tengah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;td&gt;10.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://www.sunan-ampel.ac.id" target="new"&gt;IAIN Sunan Ampel&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Surabaya&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jawa Timur&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;td&gt;11.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://www.stainbatusangkar.ac.id" target="new"&gt;STAIN Batusangkar&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Tanah Datar&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sumatera Barat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;td&gt;12.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://www.stain-pekalongan.ac.id" target="new"&gt;STAIN Pekalongan&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Pekalongan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jawa Tengah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;td&gt;13.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://www.stainkudus.ac.id" target="new"&gt;STAIN Kudus&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Kudus&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;Jawa Tengah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;td&gt;14.&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://www.stain-surakarta.ac.id" target="new"&gt;STAIN Surakarta&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sukoharjo&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jawa Tengah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-4885958904078443350?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/4885958904078443350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/buat-teman-teman-yang-ingin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/4885958904078443350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/4885958904078443350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/buat-teman-teman-yang-ingin.html' title='Situs UIN/IAIN/STAIN'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-4738467327241259393</id><published>2009-02-07T10:20:00.001-08:00</published><updated>2009-02-07T14:11:12.483-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UIN'/><title type='text'>Sejarah IAIN Antasari Banjarmasin</title><content type='html'>Berdirinya IAIN Antasari diawali oleh adanya kesadaran tentang penyempurnaan pendidikan Islam yang sudah merupakan kebutuhan masyarakat di Kalimantan Selatan dan harus diatasi bersama-sama. Beberapa hal yang mendorong hal tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebelum masa kemerdekaan kesempatan untuk melanjutkan studi bagi lulusan madrasah tingkat 'aliyah atau sederajat ketingkat yabg lebih tinggi sangat terbatas sekali. Hanya mereka yang mampu dalam pembiayaan saja yang memiliki kesempatan, apalagi kalau harus melanjutkan pendidikan agama ke luar negeri seperti Mesir atau Saudi Arabia. Dengan didirikannya perguruan tinggi agama Islam di daerah ini, maka kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi akan terbuka lebar bagi mereka yang berminat.&lt;br /&gt;2. Adanya perubahan masyarakat yang begitu cepat serta kemajuan ilmu pengetahuan yang menyebabkan munculnya masalah-masalah baru dalam kehiidupan kegamaan dan kemasyarakatan. Kelahiran sebuah perguruan tinggi agama yang dapat menghasilkan tenaga-tenaga terdidik yang diharapkan mampu memecahkan masalah tersebut tidak dapat ditunda lagi.&lt;br&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Langkah konkritnya adalah dengan diadakannya Kongres Umat Islam Kalimantan pada tanggal 15-19 Juli 1947 yang kemudian dilanjutkan dengan Kongres Serikat Muslimin Indonesia pada tanggal 17-20 Januari 1948 di Banjarmasin. Kemudian pada tanggal 28 Februari 1948 di Barabai terjadi kesepakatan antara ulama dan tokoh pendidik untuk membentuk sebuah badan yang dinamakan "Badan Persiapan Sekolah Tinggi Islam Kalimantan " berkedudukan di Barabai dan diketuai oleh H. Abdurrahman Ismail, MA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama yang hadir pada pertemuan tersebut antara lain: K.H. Hanafie Gobit dan H.M. Nor Marwan dari Banjarmasin, H. Usman dan M. Arsyad dari Kandangan (Hulu Sungai Selatan), H. Mukhtar, H. M. As''d, H. Abdurrahman Ismail, H. Mansyur dan H. Abdul Hamid dari Barabai (Hulu Sungai Tengah) serta H. Juhri Sulaiman, H. A. Hasan dan K.H. Idham Khalid dari Amuntai (Hulu Sungai Utara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan selanjutnya, ternyata hasil kongkrit pertemuan di Barabai tahun 1948 tersebut belum bisa diwujudkan. Oleh karena itu atas prakarsa pemuka masyarakat Amuntai yang dipelopori H. Ahmad Hasan telah diputuskan untuk membentuk wadah kerjasama baru dengan nama "Persiapan Perguruan Tinggi Agama Islam Rasyidiyah" (PPTAIR). Ternyata usaha inipun menemui jalan buntu. Usaha berikutnya PPTAIR baru yang dipelopori H.A.Wahab Sya'rani pada tahun 1956 di Amuntai mengalami nasib yang sama, bahkan terpaksa dibubarkan. Kandasnya usaha terakhir ini sungguh mengkhawatirkan masyarakat tentang masa depan generasi muda lulusan madrasah setingkat 'aliyah yang tidak menentu. Kekhawatiran tersebut syukurlah akhirnya tidak berkepanjangan dengan dibentuknya kerjasama antara tokoh tokoh masyarakat dengan pemerintah daerah/gubernur Kalimantan Selatan yang dikala itu dijabat oleh H. Maksid setelah masyarakat mengirim sebuah delegasi, khusus membicarakan hal tersebut kepada Gubernur. Wujud kerjasama itu adalah turun tangannya gubernur dalam membidani lahirnya sebuah fakultas agama ditiap kabupaten via Bupati yang bersangkutan. Akhirnya pada bulan September 1961 apa yang dicita citakan tersebut telah menjadi kenyataan, dengan didirikannya 3 buah Fakultas Agama di tiga kabupaten yakni di Amuntai Fakultas Ushuluddin, di Barabai Fakultas Tarbiyah dan di Kandangan Fakultas Adab,(sebelumnya bernama Akademi Agama Islam dan Bahasa Arab). Agar ketiga Fakultas tersebut dapat dibina dengan baik dibentuklah sebuah Badan Koordinator di Banjarmasin yang diketuai Gubernur sendiri (H. Maksid) dan H. Abdurrasyid Nasar selaku Sekretaris. Kebijakan gubernur tersebut nampaknya cukup melegakan masyarakat sehingga proses selanjutnya untuk mengintensifkan pembinaan perguruan tinggi agama tersebut dapat berjalan lancar. Cita cita mendirikan fakultas agama di ibukota propinsi Kalimantan Selatan ini tidak pernah padam. Pada tanggal 21 September 1958 diresmikan berdirinya Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dengan 4 fakultas, salah satunya adalah Fakultas Agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakultas Agama Islam ini umurnya tidak begitu lama, karena kemudian berubah menjadi Fakultas Islamologi dengan ketuanya H. Abdurrahman Ismail, MA (alm) dan Sekretaris H. Mastur Jahri, MA (alm). Dalam perkembangan selanjutnya pada tahun 1960 dibentuk Panitia Persiapan Fakultas Syari'ah Banjarmasin. Salah satu pertimbangannya adalah karena masyarakat Kalimantan Selatan mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap Penegerian Fakultas Islamologi menjadi Fakultas Syari'ah Banjarmasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarnya Peraturan Presiden RI No.11 tahun 1960 tentang pembentukan Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Peraturan Presiden No.27 tahun 1963 tentang perubahan Peraturan Presiden No.11 tahun 1960, maka peluang untuk menegerikan Fakulas Islamologi menjadi Fakultas Syari'ah terbuka lebar. Selain Peraturan Presiden itu, TAP MPRS tanggal 3 Desember 1960 No.II/MPRS/1960 yang disusul dengan Resolusi MPRS No.1/MPRS/1963, memberikan dasar pijak yang lebih kuat bagi hasrat untuk mengem-bangkan pendidikan Agama dan perluasan Fakultas Agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai upaya untuk penegerian Fakultas Islamologi Unlam menjadi Fakultas Syari'ah itu, maka panitia Persiapan Fakultas Syari'ah mengutus H.M.Daud Yahya (alm) dan Abdurrivai, BA (sekarang Drs. H. Abdurrivai) untuk menghadap Menteri Agama K.H.M.Wahib Wahab (alm) di Jakarta guna memantapkan usaha yang sedang ditempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha delegasi Panitia Persiapan Fakultas Syari'ah ini tidak sia sia, karena dengan Keputusan Menteri Agama RI No.28 tahun 1960 tanggal 24 Nopember 1960 yang ditandatangani sendiri oleh K.H. Wahib Wahab, diresmikanlah penegerian Fakultas Islamologi Banjarmasin menjadi Fakultas Syari'ah sebagai cabang dari Al Jami'ah Al Islamiah Al Hukumiah Yogyakarta. Penegerian Fakultas Syari'ah ini terhitung mulai tanggal 15 Januari 1961 M bertepatan dengan tanggal 27 Rajab 1380 H. Dan sebagai Dekan ditetapkan H.Abdurrahman Ismail, MA (alm). Fakultas Syari'ah ini sejak dinegerikan sampai dengan tahun 1965 masih menempati kantor di Jalan Lambung Mangkurat bersama 3 Fakultas lainnya dari Universitas Lambung Mangkurat. Perkuliahan pada waktu itu bersama fakultas lainnya menggunakan gedung bekas Kodam X/LM di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1965 kantor Fakultas Syari'ah dan sebagian perkuliahan dipindahkan ke gedung Sekolah Menengah Islam Atas (SMIA) di jalan Sungai mesa Darat. SMIA dimaksud kemudian menjadi SP IAIN dan terakhir menjadi Madrasah Aliyah Negeri 1 Banjarmasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakultas Syari'ah ini pulalah yang merupakan salah satu modal berdirinya IAIN Antasari. Pada saat fakultas Syari'ah ini menjadi salah satu fakultas dalam lingkungan IAIN Antasari pada bulan Nopember 1964 telah meluluskan Srjana muda (BA) sebanyak 25 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Fakultas Islamologi Universitas Lambung Mangkurat telah dinegerikan menjadi Fakultas Syari'ah cabang al jami'ah Yogyakarta, keinginan masyarakat Kalimantan Selatan untuk memiliki sebuah perguruan tinggi agama Islam di daerah ini dirasakan belum terpenuhi seluruhnya. Yang ada baru merupakan satu badan koordinator sebagaimana telah diutarakan terdahulu. Kemudian berdasarkan hasil kesepakatan musyawarah gabungan ketiga Fakultas yang ada di Kabupaten, maka hubungan koordinasi ditingkatkan dan sepakat untuk mendirikan Universitas Islam Antasari yang disingkat dengan UNISAN. Unisan ini langsung dipimpin oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Maksid sebagai Presidennya. Dalam melaksanakan tugasnya beliau Presidium UNISAN ini dibantu oleh H.Mukhyar Usman, Abd.Gafar Hanafiah dan H.Abd.Rasyid Nasar, masing masing membidangi pendidikan, keuangan dan kemahasiswaan, serta H. M. Irsyad Jahri sebagai Sekretaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman resmi berdirinya UNISAN ini dibacakan oleh H. Maksid sendiri pada tanggal 17 Mei 1962 di lapangan Dwi Warna Barabai sebagai bagian dari kegiatan peringatan Hari Proklamasi ALRI DivisiIV pertahanan kalimantan yang ke 13. Upacara tersebut dihadiri oleh Panglima ALRI Laksamana R.E. Martadinata. Sesudah peresmian tersebut, pada tahun itu juga Fakultas Publisistik di Banjarmasin yang dipimpin oleh Zafry Zamzam bergabung pada UNISAN. Dengan demikian UNISAN memiliki 4 Fakultas, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fakultas Ushuluddin di Amuntai Kabupaten HSU&lt;br /&gt;2.  Fakultas Tarbiyah di Baratai Kabupaten HST&lt;br /&gt;3.  Fakultas Adab di Kandangan Kabupaten HSS&lt;br /&gt;4.  Fakultas Publisistik di Kotamadya Banjarmasin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya Peraturan Presiden nomor 11 tahun 1960. tentang IAIN Al Jami'ah al Islamiyah al Hukumiyah), dan penetapan Menteri Agama Nomor 35 tahun 1960 tentang pembukaan resmi Al Jami'ah Al Islamiyah Al Hukumiyah serta penetapan Menteri Agama Nomor 43 tahun 1960 tentang penyelenggaraan IAIN disatu sisi, kemudian dipihak lain berdirinya UNISAN tahun 1961 serta adanya Fakultas Syari'ah cabang Al Jami'ah Yogyakarta, menjadi modal utama para tokoh masyarakat dan pemerintah daerah untuk mendirikan satu IAIN yang berdiri sendiri di Kalimantan Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui proses perjuangan yang panjang dan penegerian fakultas Tarbiyah Barabai, Fakultas Ushuluddin Amuntai serta Fakultas Syari'ah kandangan ditambah dengan fakultas Syari'ah cabang Al Jami'ah Yogyakarta, maka pada tanggal 20 Nopember 1964,berdasar Kepmenag nomor 89 tahun 1964, diresmikanlah pembukaan IAIN Al Jami'ah Antasari berkedudukan di Banjarmasin dengan rektor pertama Zafry Zamzam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu IAIN Antasari diresmikan pada tahun 1964, fakultas-fakultas yang sudah ada di Banjarmasin dan daerah-daerah kabupaten yang berasal dari UNISAN dijadikan Fakultas-Fakultas Negeri di bawah IAIN Antasari. Ada empat fakultas yang resmi dikelola, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fakultas Syariah di Banjarmasin&lt;br /&gt;2.  Fakultas Syariah di Kandangan&lt;br /&gt;3.  Fakultas Tarbiyah di Barabai&lt;br /&gt;4.  Fakultas Ushuluddin di Amuntai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hanya mempunyai empat fakultas yang tersebar di daerah dan hanya satu yang berada di Banjarmasin sebagai pusat Institut, sehingga Rektor merasa perlu agar sebagai Pusat Institut tidak hanya ada satu fakultas, melainkan harus memiliki fakultas yang lengkap sebagaimana IAIN lainnya.. Disamping itu di daerah yang belum ada fakultasnya juga dirintis usaha untuk mendirikan Fakultas cabang. Hal ini didorong oleh keinginan untuk memudahkan calon mahasiswa yang tidak mampu ke luar daerah, agar bisa melanjutkan studinya di daerahnya sendiri, disamping ingin sebanyaak-banyaknya mendidik generasi Islam yang berpendidikan perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai realisasi dari keinginan tersebut, berturut-turut berdirilah beberapa fakultas di daerah, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fakultas Tarbiyah Banjarmasin, diresmikan pada tahun 1965&lt;br /&gt;2.  Fakultas Tarbiyah Cabang Martapura, diresmikan pada tahun 1969&lt;br /&gt;3.  Fakultas Tarbiyah Cabang Rantau diresmikan pada tahun 1970&lt;br /&gt;4.  Fakultas Tarbiyah Cabang Kandangan, diresmikan pada tahun 1965&lt;br /&gt;5.  Fakultas Dakwah Banjarmasin, didirikan pada tahun 1970&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sejak berdiri pada tahun 1964 sampai tahun 1970, IAIN Antasari telah berkembang menjadi sembilan fakultas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1973 diadakan oleh pimpinan IAIN Antasari diadakan evaluasi terhadap jalannya fakultas-fakultas di daerah dan akhirnya diputuskan untuk mengintegrasikan Fakultas Tarbiyah Cabang Martapura, Rantau dan Kandangan ke Banjarmasin dan Barabai ke Banjarmasin dan Barabai. Selanjutnya mulai tahun 1978, Fakultas Syariah di Kandangan diintegrasikan ke Fakultas Syariah di Banjarmasin, Fakultas Tarbiyah di Barabai diintegrasikan ke Fakultas Tarbiyah Barabai dan Fakultas Ushuluddin di Amuntai dipindahkan ke Banjarmasin. Proses pengintegrasian dan pemindahan ini berakhir pada tahun 1980. Sehingga mulai tahun 1980, IAIN Antasari hanya mempunyai empat fakultas yang semuanya ada di Banjarmasin, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fakultas Syariah&lt;br /&gt;2.  Fakultas Tarbiyah&lt;br /&gt;3.  Fakultas Dakwah&lt;br /&gt;4.  Fakultas Ushuluddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1988 fakultas yang ada di IAIN Antasari bertambah menjadi enam, yaitu dengan di integrasikasikannya Fakultas Tarbiyah Palangka Raya dan Fakultas Tarbiyah Samarinda sebagai Cabang dari IAIN Antasari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan selanjutnya pada tahun 1999 Fakultas Tarbiyah Palangka Raya berubah menjadi STAIN Palangka Raya dan Fakultas Tarbiyah Samarinda menjadi STAIN Samarinda , sehingga sampai saat ini IAIN Antasari kembali menjadi empat fakultas, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fakults Syariah&lt;br /&gt;2.  Fakultas Tarbiyah&lt;br /&gt;3.  Fakultas Dakwah&lt;br /&gt;4.  Fakultas Ushuluddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.iain-antasari.ac.id/" target="new"&gt;&lt;b&gt;IAIN Antasari Banjarmasin&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-4738467327241259393?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/4738467327241259393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/sejarah-iain-antasari-banjarmasin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/4738467327241259393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/4738467327241259393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/sejarah-iain-antasari-banjarmasin.html' title='Sejarah IAIN Antasari Banjarmasin'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-1402496824210909581</id><published>2009-02-06T10:48:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T09:24:43.816-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HMJ'/><title type='text'>Struktur Kepengurusan HMJ 2009-2010</title><content type='html'>&lt;img width="100%" src="http://www.geocities.com/tho_phan00/Trik/IMG.png" height="100%"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;BIODATA&lt;/b&gt;&lt;br/&gt;&lt;img width="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SZXmxMUY2SI/AAAAAAAAAF0/8DR0OFjSIGg/s320/anhar.png" / height="200"/&gt;&lt;br/&gt;&lt;b&gt;Anfex&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="1" width="100%"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="15%"&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Nama &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="50%"&gt;&lt;p&gt;: Anhar R.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;b&gt;N.P&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;: Anfex&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;b&gt;T.T.L &lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;: KOLAKA, 07 - 08 - 1987&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Alamat &lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="left"&gt;Makassar : Manuruki 2 Lorong 2b&lt;br/&gt;Kolaka : Mangiweng II&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;b&gt;No. Tlp&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;: 081 241 743 303&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;b&gt;Pend.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="justify"&gt;-Madrasah Ibtidaiyyah Neg. Hidayatullah Kolaka 1994&lt;br/&gt;-Madrasah Idadiyah DDI AD. Mangkoso 2000&lt;br/&gt;-Madrasah Tsanawiyyah DDI AD. Mangkoso 2001&lt;br/&gt;-Madrasah Aliyah DDI AD. Mangkoso 2007&lt;br/&gt;-UIN Allauddin Makassar 2007&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-1402496824210909581?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/1402496824210909581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/1402496824210909581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/blog-post_06.html' title='Struktur Kepengurusan HMJ 2009-2010'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SZXmxMUY2SI/AAAAAAAAAF0/8DR0OFjSIGg/s72-c/anhar.png' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-2581866169037654504</id><published>2009-02-05T13:20:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T19:06:36.143-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Strategi Menuju Penerapan Syariat Islam</title><content type='html'>Berbicara tentang penerapan syariat Islam, kita akan segera teringat pada berbagai gerakan-gerakan Islam yang tidak pernah lelah menyuarakan diberlakukannya syariat Islam, mulai dari mereka yang tergolong radikal sampai pada yang moderat, mulai dari yang menginginkan penerapan itu sekarang juga sampai pada yang memberikan toleransi terhadap penerapan secara bertahap atau setelah siap infrastrukturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Definisi Syariat Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita berbicara banyak tentang syariat Islam dan strategi menuju penerapannya, adalah sebuah keharusan bagi kita untuk memberikan batasan-batasan pengertian pada istilah syariat Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;Sebetulnya ada beberapa istilah yang memiliki esensi yang sama dengan istilah syariat Islam, antara lain hukum Islam, hukum Allah, qanun ilahi, dan sebagainya. Dalam pembahasan ini kita akan lebih mengutamakan esensi daripada sekedar istilah-istilah belaka.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seluruh istilah-istilah diatas kurang lebih bermakna segenap aturan kehidupan dengan segala dimensi dan aspeknya yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya untuk umat manusia. Aturan-aturan tersebut meliputi dimensi ritual maupun dimensi sosial. Ia meliputi wilayah-wilayah privat sekaligus wilayah-wilayah umum. Jadi, syariat Islam tidak hanya berarti hukum pidana Islam. Ia bukan pula sekedar aturan-aturan tentang sholat dan doa. Ia amat luas, seluas cakupan kehidupan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Landasan Syar’i Penerapan Syariat Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan-aturan kehidupan yang biasa kita sebut sebagai syariat itu bisa saja berbeda dari umat satu ke umat yang lainnya, meskipun asasnya sama yaitu tauhid. Hal ini telah dinyatakan oleh Allah dalam QS Al-Maidah : 48.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan syir’at dan minhaj”.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kita memahami bahwa setiap umat diwajibkan untuk berhukum pada syariatnya masing-masing. Umat Nabi Musa as diwajibkan untuk berhukum pada Taurat (QS Al-Maidah : 44). Umat Nabi Isa as diwajibkan untuk berhukum pada Injil (QS Al-Maidah : 47). Demikian pula umat Nabi Muhammad saw diwajibkan untuk berhukum pada Al-Qur’an (QS Al-Maidah : 48-49). Dan yang dimaksud dengan umat Muhammad adalah umat manusia di seluruh penjuru dunia semenjak Muhammad diutus menjadi rasul penutup sekalian nabi dan rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penerapan Syariat Islam pada Masa Kenabian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kenabian merupakan masa formasi syariat Islam itu sendiri. Masa kenabian merupakan transisi dari masa jahiliyah menuju masa yang penuh dengan cahaya petunjuk. Sirah Nabi mengajarkan kepada kita bahwa proses perubahan sistem masyarakat dan negara harus dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Perubahan masyarakat harus dimulai dari perubahan kepribadian. Negara Madinah yang sedemikian hebat adalah bermula dari para sahabat awal (al-sabiqun al-awwalun) yang telah menjalani penggemblengan kepribadian dalam waktu yang sangat lama di Makkah.&lt;br /&gt;Syariat Islam yang turun di Makkah lebih banyak yang berorientasi pada hal-hal yang asasi, yakni pokok-pokok keimanan dan kebenaran universal. Syariat-syariat yang bersifat peripheral baru muncul setelah tegaknya sistem bernegara, yakni Negara Madinah. Itupun tetap terjadi secara bertahap dan berkesinambungan. Kita sangat mengetahui bahwa pengharaman judi dan riba, misalnya, dilakukan secara bertahap. Demikian pula ketentuan-ketentuan tentang sikap terhadap orang-orang kafir juga turun secara bertahap dan berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun satu hal yang mesti kita catat ialah bahwa syariat Islam itu sudah sempurna pada penghujung risalah Nabi, dimana Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Pada hari ini telah Kusempurnakan bagi kalian din kalian, dan telah kusempurnakan atas kalian nikmat-Ku, dan  Aku telah ridha Islam menjadi din kalian”&lt;/i&gt; (QS Al-Maidah : 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian sepeninggal Rasulullah, umat Islam wajib melaksanakan keseluruhan syariat Islam yang sudah sempurna. Dan demikianlah yang telah dicontohkan oleh umat Islam pada masa khilafah rasyidah. Hanya saja sesudah itu, simpul-simpul hukum Islam terurai satu demi satu, sedikit demi sedikit, sampai akhirnya hampir ditinggalkan sama sekali pada zaman kita sekarang ini. Hal ini terjadi karena umat Islam dihadapkan pada berbagai hambatan, baik internal maupun eksternal, untuk melaksanakan syariat Islam secara sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas fenomena ini, kita berpegang pada kaidah fiqih bahwa ketidakmampuan untuk melaksanakan suatu kewajiban secara sempurna tidak berarti menyebabkan gugurnya kewajiban itu sama sekali, akan tetapi kewajiban itu tetap harus ditunaikan sesuai dengan kemampuan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syariat Islam pada Masa Khilafah Rasyidah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa khilafah rasyidah termasuk masa yang dijadikan model bagi sistem tata kehidupan islami. Pada masa Umar ibn Khaththab, Islam telah meluas ke wilayah-wilayah sekitar Hijaz. Keragaman kondisi sosiokultural masyarakat di wilayah-wilayah baru menuntut Umar untuk melakukan ijtihad-ijtihad baru dalam berbagai aspek hukum Islam. Masa Umar dan khalifah sebelumnya, yakni Abu Bakar, merupakan masa-masa yang stabil. Pada penghujung kekhalifahan Utsman ibn Affan, kondisi politik mulai tidak stabil. Meskipun demikian, hukum-hukum Islam masih ditegakkan dibawah sistem khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syariat Islam pada Masa Dinasti-dinasti Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan masa dinasti-dinasti Islam ialah masa Bani Umayyah sampai masa runtuhnya Dinasti Utsmaniyah. Masa-masa ini dan masa-masa-masa sesudahnya (sebelumnya tegaknya kembali khilafah) disebut oleh para ulama sebagai masa mulk, untuk membedakannya dari khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa dinasti-dinasti Islam, hukum Islam masih diakui dan ditetapkan sebagai sistem hukum yang harus diterapkan. Karena itu tidaklah mengherankan apabila kita bisa mendapatkan banyak kitab-kitab hukum positif islam dari masa-masa ini, misalnya kitab Al-Kharraj karya Hakim Agung Abu Yusuf yang mengatur masalah keuangan negara secara islami. Jadi, meskipun bentuk negaranya bukan lagi khilafah, namun dinasti-dinasti islam tersebut masih menerapkan hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syariat Islam Pasca Runtuhnya Dinasti Utsmaniyah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Runtuhnya Dinasti Utsmaniyah menandai mulai masuknya pengaruh dan hegemoni Barat secara signifikan terhadap negeri-negeri muslim. Hal ini terutama sangat didukung oleh adanya gelombang kolonialisme dan imperialisme Barat atas negeri-negeri muslim. Dari sisi hukum dan aturan bernegara, negeri-negeri muslim akhirnya menerapkan hukum dan sistem bernegara ala Barat, dengan meninggalkan hukum dan sistem bernegara ala Islam, baik sedikit maupun banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolonialisme dan imperialisme tersebut ternyata tidak begitu saja berakhir pada saat negeri-negeri muslim itu mendapatkan kemerdekaannya. Ternyata, kolonialisme dan imperialisme Barat terus berlanjut, hanya saja dalam bentuk lain yang lebih halus, yang dikenal dengan istilah neo-kolonialisme dan neo-imperialisme. Intinya, negeri-negeri muslim masih saja terbelenggu oleh hegemoni Barat dan amat tergantung kepada mereka. Dan saat ini, hukum Barat telah diterapkan oleh hampir sebagian besar negara-negara muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai krisis dan kegagalan pada negeri-negeri muslim yang menerapkan hukum Barat tersebut telah membangkitkan kesadaran sebagian kalangan bahwa hukum Barat harus ditinggalkan. Dan alternatif utama mereka ialah hukum Islam, yang mereka sadari telah berhasil mengantarkan para pendahulu mereka menuju kejayaan. Cita-cita penerapan kembali hukum Islam dalam banyak kasus sulit untuk dipisahkan dengan cita-cita penegakan kembali khilafah islamiyah. Hal ini tidaklah mengherankan karena hukum Islam memang hanya akan bisa diterapkan secara sempurna dalam sebuah negara yang bernama khilafah islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syariat Islam di Beberapa Negara Muslim Saat Ini&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arab Saudi, sebagai contoh, telah sejak lama menerapkan hukum positif Islam, termasuk dalam aspek pidana, meskipun disana terdapat perbincangan khusus dalam hal sistem negara dan berbagai kebijakan luar negerinya. Negeri ini merupakan negeri yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Belum lagi, di negeri ini terdapat dua kota suci, yaitu Makkah, tempat kaum muslimin menunaikan ibadah haji, dan Madinah, bekas ibukota Negara Islam Pertama. Di negeri ini, beberapa bagian dari syariat Islam bahkan telah menjadi tradisi masyarakatnya. Contohnya ialah syariat menutup aurat bagi wanita. Bagi masyarakat Saudi, mengenakan jilbab tidak lagi dipandang sebagai kewajiban yang baru, akan tetapi sudah dianggap sebagai tradisi kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kawasan Asia Tenggara, kita telah menyaksikan bahwa beberapa wilayah di Malaysia dan demikian pula propinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) di Indonesia telah memiliki mahkamah syariah. Setidak-tidaknya, itu merupakan pilot project bagi penerapan syariat Islam secara lebih luas dan lebih lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Afghanistan pada masa pemerintahan Thaliban, kita menyaksikan bahwa pemerintah berusaha untuk menerapkan syariat Islam secara total dengan, tentu saja, konsep syariat Islam yang mereka pahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Iran, meskipun mereka bukan muslim Sunni, syariat Islam telah diterapkan dalam berbagai sektor kehidupan, berdasarkan konsep aqidah Syi’ah dan fiqih Syi’ah (fiqih Ja’fari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa negara muslim yang lain juga berusaha menerapkan syariat Islam dalam beberapa sektor kehidupan yang memungkinkan, baik dengan nama syariat Islam ataupun dengan hanya mementingkan esensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syariat Islam di Indonesia Saat Ini&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kecil dari syariat Islam sebetulnya sudah diterapkan di Indonesia. Yang dimaksud ialah penerapan nilai-nilai kebenaran dan keadilan yang bersifat universal dan beberapa bagian dari hukum yang khas Islam seperti hukum pernikahan dan hukum waris. Kalau kita perhatikan, hukum-hukum khas Islam yang telah diterapkan ialah yang bersifat ritual dan tidak memiliki dampak sosial politik yang signifikan.&lt;br /&gt;Sebenarnya, Islam merupakan agama yang sangat memperhatikan aspek-aspek sosial politik. Tanpa aspek-aspek tersebut, Islam tidak layak lagi disebut sebagai Islam. Bahkan, salah satu sebab utama mengapa Islam dimusuhi di Mekkah ialah karena Islam memasuki wilayah-wilayah social politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun ada penerapan syariat Islam di Indonesia dalam wilayah yang lebih luas, maka kita dapati sifatnya masih belum mengikat, tetapi sekedar pilihan. Padahal, hukum baru dikatakan hukum apabila ia bersifat mengikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hambatan-hambatan dalam Usaha Penerapan Syariat Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum hambatan-hambatan yang ada adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hambatan eksternal berupa pihak-pihak yang memang sejak awal memiliki antipati terhadap Islam dan syariat Islam. Mereka adalah para pengusung agama dan ideologi tertentu diluar Islam, terutama yang memiliki pengalaman pahit melawan Islam. Mereka senantiasa menyebarluaskan imej yang negative tentang Islam dan syariat Islam, misalnya dengan menjelek-jelekkan Islam dengan slogan “Harem dan Pedang” (sebagai simbol bagi pengungkungan kaum wanita dan kekerasan ).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hambatan dari pihak-pihak yang sebetulnya tidak terlalu ideologis kecuali bahwa mereka menolak penerapan syariat Islam karena akan mengekang kesenangan mereka. Mereka itulah yang sering disebut sebagai para hedonis, atau yang dalam bahasa Islam disebut sebagai ahlul ma’aashiy.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hambatan dari pihak-pihak yang menolak syariat Islam karena belum memahami syariat Islam, atau memahaminya dengan pemahaman yang salah. Mereka inilah yang dalam bahasa Islam disebut sebagai ahlul jahl.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Disamping itu, usaha-usaha menuju penerapan syariat Islam juga berkaitan dengan masalah strategi. Hambatan-hambatan bisa pula muncul dari pihak-pihak yang sudah sepakat dengan syariat Islam dan penerapannya, akan tetapi memiliki strategi yang berbeda-beda. Hambatan dari sisi ini akan menjadi semakin signifikan apabila strategi-strategi tersebit saling berseberangan satu sama lain.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Faktor-faktor Penguat dan Pendukung dalam Usaha Penerapan Syariat Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada beberapa hal yang menjadi modal atau kekuatan dalam usaha menuju penerapan syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jumlah umat Islam cukup signifikan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maraknya gerakan-gerakan Islam yang senantiasa menyuarakan diterapkannya syariat Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gagalnya beberapa sistem hukum dan bernegara yang bukan Islam telah memunculkan rasa frustasi umat manusia, sehingga mereka membutuhkan alternatif-alternatif yang lain. Diantara alternatif itu ialah Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keberhasilan usaha-usaha politik dari kalangan Islam dan partai-partai politik Islam di beberapa negeri muslim.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sejarah umat Islam yang cemerlang di masa lampau ketika mereka menerapkan syariat Islam. Sejarah cemerlang ini setidak-tidaknya bisa memunculkan kerinduan-kerinduan pada benak umat Islam atas kembalinya masa kejayaan mereka.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Strategi Menuju Penerapan Syariat Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usaha menuju penerapan syariat Islam atau sistem hukum apapun juga, setidak-tidaknya akan ada lima elemen yang terlibat. Kelima elemen tersebut ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Masyarakat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Konsep &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aparatur (SDM)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem kekuasaan / Negara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lingkungan eksternal&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;I. Masyarakat sebagai Salah Satu Elemen dalam Usaha Menuju Penerapan Syariat Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat dalam hal ini merupakan elemen yang sangat penting kalau bukannya yang paling penting, karena merekalah sasaran, pendukung, sekaligus kekuatan pengendali dari  sistem hukum yang akan diterapkan. Dalam rangka menuju penerapan syariat Islam, masyarakat harus memiliki dua karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memiliki komitmen untuk siap menerima dan melaksanakan syariat Islam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki pemahaman yang benar tentang materi syariat Islam itu sendiri.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter yang pertama bisa dibentuk dengan cara memperkuat komitmen dan ghirah keislaman masyarakat. Hal ini bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya yang harus ada adalah pemurnian dan penguatan aqidah umat. Disamping itu masyarakat harus dibuat sadar dan prihatin atas permasalahan-permasalahan umat Islam saat ini, sehingga kecemburuannya (ghirahnya) terhadap Islam dan umat Islam serta semangat perjuangannya (ruh jihadnya) menjadi berkobar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter yang kedua bisa dibentuk dengan berbagai bentuk pencerdasan masyarakat tentang materi hukum Islam. Usaha tersebut bisa dilakukan melalui berbagai penyuluhan, kajian, seminar, paparan media massa, penerbitan buku secara massal, dan sebagainya, yang dilakukan pada segenap lapisan masyarakat, dengan pendekatan dan pembahasaan yang sesuai. Dengan demikian, masyarakat diharapkan akan bisa memandang syariat Islam sebagai sesuatu yang sempurna, canggih, dan indah. Hanya saja usaha-usaha tersebut membutuhkan SDM yang juga memiliki pemahaman yang memadai tentang materi hukum Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;II. Stok Aparatur (SDM) sebagai Salah Satu Elemen dalam Usaha Menuju Penerapan Syariat Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aparat-aparat dalam penerapan syariat Islam nantinya paling tidak harus memenuhi beberapa kriteria berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memiliki kepribadian yang terpercaya (amanah, taqwa)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memiliki kapabilitas yang memadai dalam bidang keahlian atau keilmuan yang terkait.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tersedia dalam jumlah mencukupi dalam segenap levelnya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Kriteria-kriteria diatas hanya bisa dicapai apabila terdapat lembaga-lembaga pengkaderan dan pendidikan yang berkualitas dan mampu memenuhi tuntutan kuantitas. Dengan demikian, sebelum syariat Islam diterapkan, harus ada terlebih dulu lembaga-lembaga pendidikan yang akan mencetak SDM-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, beberapa hal berikut barangkali bisa dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memberdayakan dan membenahi (menyempurnakan) lembaga-lembaga pendidikan terkait yang sudah ada. Apabila sekarang kita sudah memiliki banyak IAIN dan semacamnya maka kita harus melakukan pemberdayaan dan pembenahan (penyempurnaan) dalam berbagai aspeknya (kurikulum, sistem, dan sebagainya) sehingga kedepan lembaga-lembaga tersebut mampu menyediakan stok SDM yang diinginkan. Demikian pula, apabila sekarang ini kita telah memiliki fakultas-fakultas hukum favorit yang notabene sekular, maka kita bisa melakukan perombakan pada beberapa sub sistemnya sehingga tidak lagi secular akan tetapi tetap menyisakan aspek-aspek keilmuannya yang bersifat netral. Demikian seterusnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membuka lembaga-lembaga pendidikan baru dalam keilmuan dan keahlian terkait. Ada bebarap alasan atas usaha ini. Pertama, belum adanya lembaga dalam bidang keilmuan atau keahlian tertentu yang amat dibutuhkan. Kedua, lembaga-lembaga dalam bidang keilmuan atau keahlian yang dimaksud sudah ada akan tetapi jumlahnya masih kurang. Sekarang ini tentu kita menyaksikan bahwa telah banyak berdiri kolese-kolese atau fakultas-fakultas ilmu ekonomi islam, perbankan syariah, manajemen islam, dan sebagainya. Ini semua merupakan fenomena yang harus terus ditingkatkan, baik kualitas maupun kuantitasnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjalin kerjasama pendidikan dengan negara-negara muslim yang kualitas pendidikan dalam keilmuan terkait telah lebih maju. Diantara bentuk kerjasama ini ialah pengiriman mahasiswa berprestasi ke luar negeri, pendirian kampus-kampus baru dengan standar kualifikasi kampus-kampus luar negeri yang ternama, pembukaan kampus-kampus cabang dari kampus-kampus luar negeri yang ternama, pengiriman dosen-dosen dan guru besar yang berkualitas dari luar negeri, kerjasama dalam bentuk pendanaan atau pemberian beasiswa belajar kepada mahasiswa berprestasi, dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengadakan pelatihan-pelatihan (courses dan trainings) dalam rangka up-grading stok SDM yang saat ini sudah ada.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;III. Konsep sebagai Salah Satu Elemen dalam Usaha Menuju Penerapan Syariat Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah muncul suara-suara yang menuntut diterapkannya syariat Islam, tidaklah mengherankan jika ada yang bertanya,”Bagaimana konsep syariat Islam yang akan diterapkan itu?” Ini menyadarkan kita bahwa penerapan syariat Islam tidaklah cukup hanya dengan berbekal kemauan, akan tetapi harus ada juga konsep yang jelas tentang syariat Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan konsep ini merupakan permasalahan yang amat penting, dengan beberapa alasan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Banyak fenomena ketakutan (fobia) terhadap syariat Islam, bahkan di kalangan umat Islam sendiri, disebabkan karena belum paham terhadap syariat Islam atau karena pemahaman yang salah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beberapa kalangan masih meragukan penerapan syariat Islam karena mereka belum melihat adanya konsep yang jelas dan lengkap tentang syariat Islam. Diantara mereka ada yang meragukan bahwa Islam memiliki konsep yang mampu menjawab tantangan zaman modern.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beberapa kalangan, terutama para pemikir Barat, masih meragukan bahwa syariat Islam bisa diterapkan sebagai representasi dari Islam itu sendiri. Mereka senantiasa mengklaim bahwa penerapan syariat Islam dalam kenyataannya hanyalah penerapan atas konsep yang dimiliki oleh madzhab tertentu saja, dengan tidak memberikan ruang bagi madzhab yang lainnya. Pandangan ini tentu saja harus dipupus dengan cara menyusun dan mensosialisasikan konsep yang tidak terkungkung oleh satu madzhab saja akan tetapi terbuka bagi setiap konsep yang lebih baik meskipun datang dari madzhab yang berbeda. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ternyata, konsep syariat Islam masih memerlukan proyek ijtihad besar-besaran, apabila akan diterapkan sebagai hukum positif di zaman sekarang ini. Hal ini sangat mudah dimengerti, karena sudah sejak lama kita tidak menerapkan syariat Islam dan karenanya ijtihad juga berhenti – kecuali dalam skala yang sangat kecil. Stagnasi ijtihad ini akhirnya berakibat pada kondisi dimana sebagian konsep-konsep syariat Islam yang ada saat ini adalah konsep-konep yang sudah out of date. Disamping itu, penerapan sistem kehidupan yang tidak islami dalam jangka waktu yang sangat lama telah memunculkan habitat yang kurang kondusif bagi penerapan syariat islam secara sempurna dan menyeluruh. Habibat tersebut, setidak-tidaknya dalam waktu dekat ini, hanya memungkinkan adanya penerapan syariat Islam sebagai tambal sulam saja atau pada wilayah-wilayah tertentu saja.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Dalam usaha merumuskan konsep syariat Islam, terdapat empat hal yang bisa diintegrasikan untuk kemudian menghasilkan sebuah konsep baru. Empat hal tersebut ialah konsep asasi (yakni teks-teks Al-Qur’an dan Al-Sunnah), konsep lama (yang merupakan hasil ijtihad para pemikir Islam terdahulu), realitas, dan ide-ide baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah konsep baru terumuskan, maka kita harus melakukan uji reliabilitas terhadap konsep tersebut. Sesudah itu, ada baiknya jika kita juga melakukan pilot project (proyek percobaan) terhadap konsep tersebut. Setelah melakukan berbagai evaluasi dalam rangka mencapai kesempurnaan, maka kita baru bisa menerapkan konsep tersebut secara massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah bertahap diatas perlu dilakukan untuk menghindari kesalahan-kesalahan penerapan syariat Islam dalam skala luas. Kita tidak menginginkan bahwa manusia mengalami trauma atau menjadi antipati terhadap syariat Islam hanya gara-gara penerapan syariat Islam yang keliru, sembrono, atau kurang matang. Jika hal ini terjadi, maka sesungguhnya penyembuhan itu lebih sulit daripada pencegahan. Lebih-lebih lagi masyarakat Barat, tentunya akan menjadikan kesalahan tersebut sebagai senjata untuk menyebarluaskan gambaran yang negatif tentang Islam dan syariat Islam, karena mereka selalu memandang segala sesuatu berdasarkan sejarah dan fakta, bukan pada konsepnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;IV. Sistem Kekuasaan / Negara sebagai Salah Satu Elemen dalam Usaha Menuju Penerapan Syariat Islam.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kekuasaan atau negara dalam hal ini merupakan elemen yang sangat penting karena pada akhirnya merekalah pelaksana, penjamin, dan pelindung penerapan syariat Islam. Karena itu, tidak mengherankan jika kemudian muncul slogan Laa huduuda illa bid daulah (Tidak ada hukum pidana Islam kecuali dengan adanya negara [Islam]) dan slogan-slogan lain yang semakna. Dalam hal ini, yang kita butuhkan adalah sebuah kepemimpinan yang islami. Dalam usaha kesana, dibutuhkan langkah-langkah politis yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam iklim demokrasi liberal saat ini, barangkali umat Islam harus berjuang secara parlementer dengan cara membentuk partai-partai politik untuk bisa meraih posisi-posisi kepemimpinan negara. Dan kita tidak bisa memungkiri bahwa partai politik merupakan salah satu sarana yang sangat efektif untuk saat ini. Usaha menuju kepemimpinan Negara yang Islami juga bisa didukung dengan gerakan-gerakan ekstraparlementer, pada saat gerakan-gerakan yang demikian dipandang efektif. Adapun jalan yang paling radikal menuju kepemimpinan islami ialah revolusi. Hanya saja, Nabi tidak pernah mencontohkan revolusi berdarah dalam meraih sebuah kepemimpinan Negara. Yang beliau saw contohkan ialah sebuah perjuangan yang menyeluruh, simultan dan alami. Namun jika revolusi tersebut bisa dilakukan tanpa darah, maka itu baru bisa dibenarkan karena pernah dicontohkan oleh Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;V. Lingkungan Eksternal sebagai Salah Satu Elemen dalam Usaha Menuju Penerapan Syariat Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan lingkungan eksternal disini ialah dunia internasional diluar wilayah negara yang akan menerapkan syariat Islam. Bagaimanapun juga, terlebih-lebih di era informasi dan globalisasi ini, dunia internasional memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap setiap negara yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka menghadapi pengaruh eksternal yang begitu kuat, kita harus memiliki posisi tawar yang tinggi. Hal ini bisa dicapai apabila kita memiliki kemandirian yang tinggi dan memiliki kekuatan yang diperhitungkan. Disamping itu, kita juga harus senantiasa memberikan imej  yang positif dan simpatik kepada dunia eksternal. Akan lebih efektif lagi, jika itu juga kita ikuti dengan usaha-usaha infiltrasi pemikiran kepada dunia internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;a href="http://menaraislam.com" target="_blank"/&gt;&lt;i&gt;"www.menaraislam.com"&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-2581866169037654504?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/2581866169037654504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/strategi-menuju-penerapan-syariat-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/2581866169037654504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/2581866169037654504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/strategi-menuju-penerapan-syariat-islam.html' title='Strategi Menuju Penerapan Syariat Islam'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-2754952845947626674</id><published>2009-02-05T09:43:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T20:17:36.977-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Masuk Surga dengan Rahmat atau Dengan Amal</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pertanyaan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mendengar sorang khatib dalam khotbah Jum'at berkata bahwa seseorang bisa masuk surga karena rahmat Allah. Namun, ada pula mubalig yang berkata bahwa seseorang bisa masuk surga karena amal ibadahnya. Mohon penjelasan, bagaimanakah yang sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jawaban :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mengenai masalah ini, terjadi &lt;i&gt;ikhtilaf&lt;/i&gt; (perbedaan pendapat) di kalangan ulama, disebabkan adanya dua dalil, yaitu Al-Qur'an dan Hadis yang secara sepintas kelihatnnya bertentangan.&lt;br /&gt;Menurut &lt;i&gt;zhahir nash&lt;/i&gt; Al-Qur'an, bahwa seseorang masuk surga karena amal ibadahnya. hal ini dapat kita temukan pada beberapa ayat dalam Al-Qur'an, antara lain:&lt;br&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Masuklah kamu ke dalam surga disebabkan apa yang telah kamu kerjakan."&lt;/i&gt; (QS. an-Nahl:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Itulah surga yang diwariskan kepadamu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan."&lt;/i&gt; (QS. al-A'raaf:43).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut &lt;i&gt;zhahir nash&lt;/i&gt; Hadis Nabi saw., bahwa amal ibadah tidak dapat memasukkan seseorang ke dalam surga, bahkan tidak pula menjauhkan seseorang dari azab api neraka, melainkan karena rahmat Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Shahih Muslim terdapat hadis yang menyebutkan:&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#333333"&gt;&lt;BDO DIR="RTL"&gt;&lt;br /&gt;عَنْ جَابِرٍ قَالَ: سَمِعْتُ النبي صلى الله عليه وسلم يقولُ :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; لا يُدْخِل اَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ وَلاَيُجِيْرُهُ مِنَ النَّارِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ اَنَا اِلاَّ بِرَحْمَةٍ مِنَ اللهِ&lt;/BDO&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari Jabir, ia berkata: saya pernah mendengar Nabi saw. bersabda: "Amal saleh seseorang di antara kamu tidak dapat memasukkannya ke dalam surga dan tidak dapat menjauhkannya dari azab api neraka dan tidak pula aku, kecuali dengan rahmat Allah."&lt;/i&gt; (Riwayat Muslim: kitab &lt;i&gt;Shahih Muslim&lt;/i&gt;, Juz II, halaman 528)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Riwayat lain bunyinya begini:&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#333333"&gt;&lt;bdo dir="RTL"&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَنْ يُدْخِلَ اَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ قَالُوْاوَلاَاَنْتَ يَارَسُوْلُ الله؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ وَلاَ اَنَا اِلاَّ اَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللهُ مِنْهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ&lt;/bdo&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasulullah saw. telah bersabda: "Amal saleh seseorang di antara kamu sekali-kali tidak dapat memasukkannya ke dalam surga." Mereka (para sahabat) bertanya, "Hai Rasulullah, tidak pula engkau?" Rasulullah menjawab, "Tidak pula aku, kecuali bila Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepadaku."&lt;/i&gt; (Riwayat Muslim; kitab &lt;i&gt;Shahih Muslim&lt;/i&gt;, Juz II, halaman 528)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hadis yang menyatakan bahwa seseorang masuk surga bukan karena amalnya, tetapi karena rahmat Allah dan karunia-Nya, kami telah menemukan dalam kitab &lt;i&gt;Shahih Muslim&lt;/i&gt;, lebih dari empat buah hadis banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bila dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadis-hadis Nabi tersebut dianalisis agak mendalam, tidaklah terdapat pertentangan (&lt;i&gt;ta'arudh&lt;/i&gt;), melainkan dapat kita kompromikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya perhatikanlah komentar dua tokoh ulama. Yang satu terkenal sebagai pakar dalam bidang tafsir, sedangkan yang kedua terkenal pakar dalam bidang Fiqih dan Hadis, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Imam Ahmad Ash-Shawi Al-Maliki, dalam kitab tafsirnya &lt;i&gt;Ash-Shawi&lt;/i&gt;; ketika mengompromikan kedua dalil tersebut, beliau berkata:&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#333333"&gt;&lt;bdo dir="RTL"&gt;&lt;br /&gt;اِنْ قُلْتَ وَرَدَ فِى الْحَدِيْثِ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وسلم قال: لَنْ يُدْخِلَ الْجَنَّةَ اَحَد بِعَمَلِهِ قِيْلَ وَلاَاَنْتَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يارسول الله ؟ قال وَلاَ اَنَااِلاَّ اَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللهُ بِرَحْمَتِهِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اُجِيْبُ بِاَنَّ اْلآيَة مَحْمُوْلَةٌ عَلَى الْعَمَلِ الْمَصْحُوْبِ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بِالْفَضْلِ وَالْحَدِيْثَ مَحْمُوْلٌ عَلَى الْعَمَلِ الْمُجَرَّدِ عَنْهُ&lt;/bdo&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika engkau berkata telah terdapat keterangan dalam sebuah hadis bahwa Rasulullah saw. telah bersabda: "Seseorang sekali-kali tidak masuk surga dengan amalnya." Rasulullah ditanya, "Dan tidak pula engakau, hai Rasulullah?" Rasulullah menjawab, "Dan aku pun tidak, kecuali Allah melimpahkan rahmat-Nya."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Lalu Imam Ash-Shawi menjawab, "Bahwasanya amal yang tersebut dalam ayat Al-Qur'an itu ialah amal yang disertai dengan &lt;i&gt;fadhal&lt;/i&gt; (karunia Allah), sedangakan amal yang dimaksud dalam hadis Nabi itu ialah amal yang tidak disertai karunia Allah." (&lt;i&gt;Tafsir Shawi&lt;/i&gt; II:75)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Imam Muhyiddin An-Nawawi dalam kitabnya &lt;i&gt;Syarah Shahih Muslim&lt;/i&gt;; ketika mengompromikan kedua dalil tersebut di atas, beliau menjelaskan :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;FONT FACE="Traditional Arabic" SIZE="+2" color="#333333"&gt;&lt;br /&gt;&lt;bdo dir="RTL"&gt;&lt;br /&gt;وَفِى ظَاهِرِ هذِهِ الاَحَادِيْثِ دَلاَلَةٌ ِلاَهْلِ الْحَقِّ اَنّهُ لاَ يَسْتَحِقُّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَحَدٌ الثَّوْابِ وَالْجَنَّةَ بِطَاعَتِهِ، وَاَمَّا قَوْلُهُ تعالى: اُدْخُلُوْا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ "و" اَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ اُرِثْتُمُوْهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ" وَنَحْوُهُمَا مِنَ اْلآيَاتِ الداَّلَّةِ عَلَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَنَّ اْلاَعْمَالَ يُدْخِلُ بِهَاالْجَنّة فَلاَ يُعَارِضُ هذِهِ الاحادِيْث&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بَلْ مَعْنَى الآياتِ اَنّ دُخُولَ الجنّةِ بِسَبَبِ الاعْماَلِ ثُمَّ التَوْفِيْقُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لِلاِْعْمَالِ والهِدَايَةُ لِلاِْخْلاَصِ فِيْهَا وَقَبُوْلُهَا بِرَحْمَتِ الله وَفَضْلِهِ&lt;/bdo&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan dalam kenyataan hadis-hadis ini ada petunjuk bagi ahli haq, bahwasanya seseorang tidak berhak mendapat pahala dan surga karena amal ibadahnya. Adapun firman Allah Ta'ala: "Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan," dan " Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang telah kamu kerjakan," dan seumpama keduanya dari beberapa ayat Al-Qur'an yang menunjukkan bahwasanya amal ibadah itu tidak  dapat memasukkan ke dalam surga, maka firman Allah itu tidak bertentangan dengan beberapa hadis ini. Akan tetapi, ayat-ayat itu berarti, bahwasanya masuknya seseorang ke dalam surga karena amal ibadahnya, kemudian mendapat taufik untuk melakukan amal ibadah itu dan mendapat hidayah untuk ikhlas dalam ibadah sehingga diterima di sisi Allah adalah berkat rahmat Allah dan karunia-Nya.&lt;/i&gt; (Kitab &lt;i&gt;Syarah Shahih Muslim&lt;/i&gt;, juz XVII, halaman 160-161)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tidak benar kalu ada seorang khatib dalam khotbah Jum'atnya itu berkata bahwa seseorang masuk surga karena rahmat Allah swt semata, sebab tidak sesuai dengan bunyi nash ayat-ayat Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula tidak tepat kalau ada seseorang mubalig dalam pidatonya berkata bahwa seseorang masuk surga karena amal ibadahnya semata, sebab menyalahi bunyi nash Hadis-hadis Nabi saw. yang shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar ialah, seseorang masuk surga berkat amal ibadahnya dan dengan adanya rahmat Allah serta karunia-Nya; ia di beri taufik untuk beramal dan diberi hidayah agar ia ikhlas dalam beramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;wallahu a'lam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Umat Bertanya Ulama Menjawab"&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;(KH. Drs. Ahmad Dimyathi Badruzzaman)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-2754952845947626674?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/2754952845947626674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/masuk-surga-dengan-rahmat-atau-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/2754952845947626674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/2754952845947626674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/masuk-surga-dengan-rahmat-atau-dengan.html' title='Masuk Surga dengan Rahmat atau Dengan Amal'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2621922109530997501.post-1238353447679494317</id><published>2009-02-01T12:43:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T08:02:41.377-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UIN'/><title type='text'>Sejarah Perkembangan UIN-Alauddin Makassar</title><content type='html'>Sejarah perkembangan Universitas Islam Negeri Alauddin  Makassar, yang dulu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar melalui beberapa fase yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fase tahun 1962 s.d 1965&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya IAIN Alauddin Makassar yang kini menjadin UIN Alauddin Makassar berstatus Fakultas Cabang dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, atas desakan Rakyat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan serta atas persetujuan Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Menteri Agama Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Nomor 75 tanggal 17 Oktober 1962 tentang penegerian Fakultas Syari'ah UMI menjadi Fakultas Syari'ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Cabang Makassar pada tanggal 10 Nopember 1962. Kemudian menyusul penegerian Fakultas Tarbiyah UMI menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Cabang Makassar pada tanggal 11 Nopember 1964 dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 91 tanggal 7 Nopember 1964. Kemudian Menyusul pendirian Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta cabang Makassar tanggal 28 Oktober 1965 dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 77  tanggal 28 Oktober 1965. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Fase tahun 1965 s.d 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempertimbangkan dukungan dan hasrat yang besar  dari rakyat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan terhadap pendidikan dan pengajaran agama Islam tingkat Universitas, serta landasan hukum Peraturan Presiden Nomor 27 tahun 1963 yang antara lain menyatakan bahwa dengan sekurang-kurangnya tiga jenis fakultas IAIN dapat digabung menjadi satu institut tersendiri sedang tiga fakultas dimaksud telah ada di Makassar, yakni Fakultas Syari'ah, Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin, maka mulai tanggal 10 Nopember 1965 berstatus mandiri dengan nama Institut Agama Islam Negeri Al-Jami'ah al-Islamiyah al-Hukumiyah di Makassar dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 79 tanggal 28 Oktober 1965.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penamaan IAIN di Makassar dengan “Alauddin” diambil dari nama raja Kerajaan Gowa yang  pertama memuluk Islam dan memiliki latar belakang sejarah pengembangan Islam di masa silam, di samping mengandung harapan peningkatan kejayaan Islam di masa mendatang di Sulawesi Selatan pada khususnya dan Indonesia bahagian Timur pada umumnya. Sultan Alauddin adalah raja Gowa XIV tahun 1593-1639, (kakek/datok) dari Sultan Hasanuddin Raja Gowa XVI, dengan nama lengkap I Mangnga'rangi Daeng Manrabbia Sultan Alauddin, yang setelah wafatnya digelari juga dengan Tumenanga ri Gaukanna (yang mangkat dalam kebesaran kekuasaannya), demikian menurut satu versi, dan menurut versi lainnya gelar setelah wafatnya itu adalah Tumenanga ri Agamana (yang wafat dalam agamanya). Gelar Sultan Alauddin diberikan kepada Raja Gowa XIV ini, karena dialah Raja Gowa yang pertama kali menerima agama Islam sebagai agama kerajaan. Ide pemberian nama “ Alauddin ” kepada IAIN yang berpusat di Makassar tersebut, mula pertama dicetuskan oleh para pendiri IAIN “ Alauddin” , di antaranya adalah Andi Pangeran Daeng Rani, (cucu/turunan) Sultan Alauddin, yang juga mantan Gubernur Sulawesi Selatan, dan Ahmad Makkarausu Amansyah Daeng Ilau, ahli sejarah Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Fase ini, IAIN (kini UIN) Alauddin yang semula hanya memiliki tiga (3) buah Fakultas, berkembang menjadi lima (5)  buah Fakultas ditandai dengan berdirinya Fakuktas Adab berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI No. 148 Tahun 1967 Tanggal 23 Nopember 1967, disusul Fakultas Dakwah dengan Keputusan Menteri Agama RI No.253 Tahun 1971 dimana Fakultas ini berkedudukan di Bulukumba (   153 km arah selatan kota Makassar), yang selanjutnya dengan Keputusan Presiden  RI No.9 Tahun 1987 Fakultas Dakwah dialihkan ke Makassar, kemudian disusul pendirian Program Pascasarjana (PPs) dengan Keputusan Dirjen Binbaga Islam Dep. Agama No. 31/E/1990 tanggal 7 Juni 1990 berstatus kelas jauh dari PPs IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang kemudian dengan Keputusan Menteri Agama RI No. 403 Tahun 1993 PPs IAIN Alauddin Makassar menjadi PPs yang mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fase Tahun 2005 s.d sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merespon tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan mendasar atas lahirnya  Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.2 tahun 1989 di mana jenjang pendidikan pada Departemen Pendidikan Nasional R.I dan Departemen Agama R.I, telah disamakan kedudukannya khususnya jenjang pendidikan menegah, serta untuk menampung lulusan jenjang pendidikan menengah di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional R.I dan Departemen Agama R.I, diperlukan perubahan status Kelembagaan dari Institut menjadi Universitas, maka atas prakarsa pimpinan IAIN Alauddin periode 2002-2006 dan atas dukungan civitas Akademika dan  Senat IAIN Alauddin serta Gubernur  Sulawesi Selatan, maka diusulkanlah konversi IAIN Alauddin Makassar menjadi UIN Alauddin Makassar kepada Presiden R.I melalui Menteri Agama R.I dan Menteri Pnedidikan Nasional R.I. Mulai 10 Oktober 2005 Status Kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar berubah menjadi (UIN) Universitas Islam Negeri Alauddinn  Alauddin Makassar berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia No 57 tahun 2005 tanggal 10 Oktober 2005 yang ditandai dengan peresmian penandatanganan prasasti oleh Presiden RI Bapak DR H Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 4 Desember 2005 di Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perubahan status kelembagaan dari Institut ke Universitas , UIN Alauddin Makasar mengalami perkembangan dari lima (5) buah Fakutas menjadi 7 (tujuh) buah Fakultas dan 1 (satu) buah Program Pascasarjana (PPs) berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 5 tahun 2006 tanggal 16 Maret 2006, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         1. Fakuktas Syari'ah dan Hukum&lt;br /&gt;         2. Fakuktas Tarbiyah dan Keguruan&lt;br /&gt;         3. Fakultas Ushuluddin dan Filsafat&lt;br /&gt;         4. Fakultas Adab dan Humaniora&lt;br /&gt;         5. Fakultas Dakwah dan Komunikasi&lt;br /&gt;         6. Fakultas Sains dan Teknologi&lt;br /&gt;         7. Fakultas Ilmu Kesehatan.&lt;br /&gt;         8. Prgoram Pascasarjana(PPs) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href='http://www.uin-alauddin.ac.id/' target="_blank"&gt;"http://www.uin-alauddin.ac.id"&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2621922109530997501-1238353447679494317?l=hpk-uin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hpk-uin.blogspot.com/feeds/1238353447679494317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/sejarah-perkembangan-uin-alauddin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/1238353447679494317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2621922109530997501/posts/default/1238353447679494317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hpk-uin.blogspot.com/2009/02/sejarah-perkembangan-uin-alauddin.html' title='Sejarah Perkembangan UIN-Alauddin Makassar'/><author><name>HPK UIN ALAUDDIN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03854457714881086217</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_uvY-edRKbtQ/SY3bXH-zJaI/AAAAAAAAAD4/sbOBeV96ys0/S220/UIN+Perpus.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
